Pemprop NTT bahas TNK bersama Menteri KLH

Pemprop NTT bahas TNK bersama Menteri KLH

SIANG hari ini Rabu 6 Februari 2019 telah dilakukan pertemuan tiga pihak yaitu Kementrian KLH, Pemprov NTT dan Pemkab Mabar di Kemen LKH Jakarta. Provinsi NTT diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kasdispar, Kepala Bappeda, Karo Kerjasama dan Karo hukum.
Pertemuan dalam kaitan issue viral penutupanTaman Nasional Komodo atau TNK. TNK menurut Lexy Sena selalu Asisten Gubernur perlu garis bawahi bahwa “penutupan TNK” adalah dalam tanda petik dimaksudkan oleh Gubernur NTT/ pemprov NTT adalah ingin menjadikan Pulau Komodo sebagai “Protected Area ” yaitu pulau komodo yang terlindungi lebih baik lagi dari kondisi yang ada saat ini , dengan konsep yang lebih bermutu dimana kehidupan komodo dirancang utk meningkat populasinya dan tetap berprilaku liar (wild) dan sangat berbahaya bagi pengunjung sehingga menjadi sangat menarik dan menjadi penasaran mata dunia mengunjunginya.
Data menunjukan populasi komodo saat ini telah cenderung menurun dimana tahun2014 sebanyak 3 ribuan ekor menurun menjadi 2.800 ekor. Telah terjadi kasus pencurian rusa ,kerbau di area pulau kemodo dan pembakaran liar yg sangat mengancam kepunahan komodo. Gubernur NTT sangat peduli dan bertekad untuk meningkatkan konservasi komodo yang telah memiliki status dunia sebagai World Haritage Site, Cagar Biosfer Komodo dan 7 Seven Wonder of Nature menjadi kebanggaan NTT. Tahapan konservasi dilakukan melalui tahapan yaitu Ppemprov NTT melakukan koordinasi dengan Kemen KLH membuat rencana jangka pendek yaitu membentuk Tim Terpadu Kajian Kerjasama Pusat dan Provinsi:dan Kabupaten Mabar.
Tim sudah mulai dibentuk melibatkan Pememerintah Pust dan Pem Kab Mabar. Tim dibatasi waktu sampai Juli 2019 sudah harus menghasilkan rekomendasi. Berdasarkan rekomenssi baru pemprov memenyediakan anggaran bersama pem pusat utk merancang peningkatan kualitas konservasi habitat P Komodo. rencana pembanguanan fasilitas konservasi setelah Agustus 2019 dan i 2020 Pulau Komodo akan menjadi area terkonservasi secara libih baik dengan prinsip-prinsip sustainibilty dan sistem pengaman terhadap pengunjung yg terukur, dan yang boleh berkunjung dan mendarat di P Komodo harus membayar 500 US dollar dan dibatasi jumlah maksimal pengunjung per hari.
Pengunjung lain bisa dengan speedboard keliling laut Pulau Komodo tanpa membayar 500 dollar tapi tak boleh turun ke daratan Pulau Komodo. Jadi yang di proteksi di TNK hanya Pulau Komodo saja sedangkan pengunjung yang ke Pulau Rinca atau Pulau Padar unruk melihat Komodo tidak ditetapkan 500 dollar. Jadi paket-paket wisata bisa disesuaikan dengan langkah kebijakan pemerintah ini ke depan. Pintu masuk dan keluar dan tempat penjualan tiket masukTNK hanya liwat satu pintu yaitu di Lab Bajo, Selama ini ada 4 pintu masuk dan kapal dari luar NTT langsung ke Pulau Komodo dan beli karcis masuk di Pulau Komodo.
Nanti tidak seperti itu lagi semua wajib satu pintu di Lab Bajo.Kedua, membangun sister island Galapagos(Ekuador dan TNK) dalam hal managemen TNK. Hanya pulau komodo yang akan dikonservasi lebih baik terhadap binatang langkah komodo yang memiliki status dunia sebagai world heritage site, cagar biosfer dan New 7 wondet of bature. Dan ketiga, meningkatkan pemberdayaan masyarakat di Pulau Komodo dalam konvervasi dan ekonomi. Pemerintah provinsi akan terus bertekad membangun langkah langkah proaktif berkoordinasi dengan semua pihak terkait utk mendukung segera mewujudkan impian dan harapan ini. Sangat diyakini impian ini akan sangat berdampak peningkatan pariwisata NTT, pendapatan masyarakat dan PAD. ♦ lexysena

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.