Pengambilan Sumpah Janji Pimpinan DPRD Tunggu SK Gubernur

Pengambilan Sumpah Janji Pimpinan DPRD Tunggu SK Gubernur

SEJAK dilantik 11 September lalu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rote Ndao belum memilik pimpinan definitif. Hal tersebut dikarenakan proses pengusulan pimpinan definitif sementara berproses dan masih menunggu Surat Keputusan (SK) Gubernur NTT.
Sekretaris DPRD Kabupaten Rote Ndao Benyamin Koamesah yang dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu 9 Oktober 2019 menjelaskan bahwa Jumat 5 Oktober 2019, pihaknya telah mengusukan permohonan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rote Ndao, dan selanjutnya Pemkab Rote Ndao akan mengusulkan kepada Gubernur NTT untuk Pengangkatan Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Rote Ndao masa jabatan 2019-2024.
Menurutnya, sesuai aturan Pemkab Rote Ndao punya waktu tujuh hari untuk memeriksa kelengkapan administrasi calon pimpinan DPRD dan akan bersurat kepada Gubernur NTT cq Biro Tatapem untuk memproses SK Gubernur terkait pimpinan DPRD definitif selama 14 hari.
“Kalau nama-nama calon pimpinan sudah kami ajukan melalui Pemkab Rote Ndao dan akan ditindaklanjuti oleh Pemkab, sehingga kita tinggal menunggu SK pengangkatan oleh Gubernur saja,” katanya.
Benyamin menjelaskan, usulan calon pimpinan DPRD definitif yang telah dikirim ke Gubernur NTT, yakni Ketua Afred Saudila dari Partai NasDem, Wakil Ketua I Yosia Adrianus Lau dari Partai Golkar, dan Wakil Ketua II Paulus Henukh dari Perindo.
Dikatakannya, semua persyaratan administrasi, termasuk SK penetapan oleh parpol masing-masing sudah dilampirkan dalam surat permohonan ke gubernur. Untuk ketua dilampirkan SK penunjukkan Alfred Saudila oleh DPP Partai NasDem, sementara Ketua I Yosia Adrianus Lau (Partai Golkar), dan Wakil Ketua II Paulus Henukh (Perindo) juga dilampirkan SK DPD dan DPC masing-masing. “Kalau sudah ada SK Gubernurnya, maka kami akan komunikasikan dengan para pimpinan DPRD definitif untuk menentukan waktu pengambilan sumpah dan janji oleh Ketua PN Rote Ndao karena mereka harus persipan untuk konstituennya masing-masing,” katanya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Rote Ndao Jonas M Selly yang dikonfirmasi melalui telepon genggamnya, Rabu 9 Oktober 2019, menjelaskan, setelah ditandatangani ibu Bupati Rote Ndao, pihaknya telah mengutus Kabag Administrasi Pemerintahan dan Kesra Setkab Rote Ndao Yesi Daepanie untuk menyerahkan sendiri usulan tersebut ke Biro Tatapem Setprov NTT pada Senin 7 Oktober 2019. “Pada prinsipnya kami selalu berupaya secepatnya memproses hal-hal teknis yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas dan tanggung jawab kami. Surat usulan pimpinan DPRD definitif itu sudah kami lanjutkan Senin kemarin ke Biro Tatapem Pemprov NTT untuk diproses SK Guberur. Jadi tinggal menunggu SK Gubernur untuk selanjutnya diagendakan pengambilan sumpah dan janjinya saja,” ujarnya singkat. ♦ ido

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.