Pertumbuhan Kredit Bank NTT di 2020 mencapai 73,99 persen

Pertumbuhan Kredit Bank NTT di 2020 mencapai 73,99 persen
ANGKA kredit Bank Pembangunan Nusa Tenggara Timur (Bank-NTT) hingga Juni 2020 mencapai Rp10,24 Triliun.
Angka kredit ini tercatat sebesar Rp10,24 T atau naik sebesar Rp30,50 M dari posisi Desember 2019
Pelaksana tugas (Plt) Dirut Bank NTT, Alex Riwu Kaho mengatakan, komposisi kredit ini masih didominasi oleh pertumbuhan Kredit Konsumsi sebesar 73.99 persen.
“Diikuti oleh pertumbuhan Kredit Modal kerja sebesar 20,09 persen dan Kredit Investasi dengan sumbangsih sebesar 5,92 persen,”katanya saat puncak acara HUT ke-58 Bank NTT, Jumat (17/07/2020)
Ia mengungkapkan, dengan peningkatan ini, maka total asset Bank NTT per 31 Desember 2019 tercatat sebesar Rp14,52 Triliun, mengalami peningkatan sebesar Rp3,30 Triliun.
“Dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2018  yaitu sebesar Rp11,22 T, dan sampai dengan posisi Juni 2020 posisi Asset tercatat sebesar Rp16,8 atau naik sebesar Rp2,33 T dari realisasi 31 Desember 2019,”katanya
Pertumbuhan Kredit itu, jelas dia, tidak terlepas dari pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang juga menunjukkan pertumbuhan positif.
Dimana kata dia, sampai dengan posisi 31 Desember 2019 DPK tercatat sebesar Rp10,88 T, mengalami pertumbuhan sebesar Rp3,39 T dari posisi 2018 sebesar Rp7,49 T atau naik sebesar 45.28 perssn dan sampai dengan Juni 2020 DPK tercatat sebesar Rp12,74 T atau mengalami pertumbuhan sebesar Rp1,86 T atau 17.12  persen dari posisi 31 Desember 2019.
Ia mengatakan, Pertumbuhan DPK sampai dengan posisi Juni 2020 masih didominasi pos Simpanan Berjangka sebesar 37,42 persen, diikuti oleh Giro sebesar Rp34,87 persen dan Tabungan sebesar 27,72 persen.
“Akhirnya kondisi portofolio kredit dapat disimpulkan tetap menunjukkan performa yang baik, hal itu nampak dari rasio LDR sampai dengan Juni 2020  tercatat sebesar 80,34 persen artinya pergerakan ekspansi yang dilakukan masih berada dalam porsi seimbang dengan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga yang berhasil dihimpun sampai dengan saat ini,” ujarnya.
Dari sisi permodalan, jelasnya, Bank NTT masih sangat kuat yang ditunjukkan dengan rasio KPMM sampai  dengan Juni 2020 tercatat sebesar 20,24 persen.
“Dimana sampai dengan posisi Juni 2020 modal  Bank tercatat sebesar Rp1,83 T atau mengalami pertumbuhan sebesar Rp46,29 M atau  naik sebesar 2.60 persen,”katanya
Ia menjelaskan, Rasio KPMM masih berada diatas standar yang ditetapkan dan melalui capital management bank.
Manajemen senantiasa berusaha menjaga agar rasio KPMM terus bertumbuh secara berkesinambungan.
Rasio Rentabilitas Bank terukur dari beberapa rasio kata dia, antara lain yakni,  Rasio Returt on Asset (ROA) per Juni 2020 tercatat sebesar 1.86%.
“Rasio ini menunjukkan pertumbuhan laba terus meningkat sesuai dengan yang diharapkan,”ujarnya
Kemudian, Rasio Return on Equity (ROE) posisi Juni 2020 tercatat sebesar 1319%
“Artinya pertumbuhan ekuitas masih cukup kuat sehingga mampu menopang kekuatan modal bank saat ini, “katanya
Selanjutnya, Rasio Net Inters Margin per Juni 2020 sebesar 6.31% yang artinya manajemen juga terus memperbaiki tingkat suku bunga yang disesuaikan dengan regulasi.
Ia melanjutkan, dari beberapa indicator keuangan diatas maka dengan semangat dan tekat yang kuat, manajemen mengharapkan agar perjalanan Bank NTT kedepan terus dapat berjalan dengan baik didukung oleh berbagai elemen yang ada didalamnya.
“Baik dari tingkat manajemen sampai ke level paling bawah agar secara bersama- sama bergandengan tangan berjuang demi kemajuan Bank NTT,”harapnya. ♦ duka

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.