Pidato Perdana, Bupati Marsel Petu

Pidato Perdana, Bupati Marsel Petu

BUPATI Ende, Ir. Marselinus Y.W. Petu menyerang kabar bohong atau hoaks yang beredar di kalangan masyarakat Kabupaten Ende. Kabar bohong itu berisi bahwa ia dan Wakil Bupati Ende H. Djafar Achmad tak dilantik oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat. “Jadi sudah tidak ada isu hoaks yang menyatakan Marsel-Djafar tidak dilantik. Sebagai bupati saya tidak mau rakyat saya ditipu,” ucap Bupati Marsel saat pidato perdana di gedung DPRD Ende, Rabu 10 April 2019.
Ia mengaku, banyak informasi yang menyerang dirinya dan Wabup Djafar jelang pelantikan 7 April lalu. Informasi itu mengenai bahwa Bupati dan Wakil Bupati terpilih pada 27 Juni lalu tidak dilantik. Bupati menyesal terhadap informasi-informasi sesat itu yang merendahkan harkat dan martabat masyakarat Kabupaten Ende. “Sebagai bupati saya tidak mau rakyat saya ditipu. Sebagai bupati saya tidak mau rakyat saya dibodohi. Saya tidak mau rakyat saya ditipu oleh tukang tipu,” tegas Bupati Marsel bernada tinggi.
Ia berpesan kepada masyakarat agar tidak mudah mempercayai isu-isu sesat semacam itu. Masyarakat diharapkan tetap solid secara bersama-sama membangun kabupaten Ende lima tahun ke depan. “Saya tahu bahwa saya dipilih oleh rakyat, maka marilah kita bersama menghormati rakyat kita,”ucap dia. “Perlu saya tegaskan bahwa yang lalu biarlah berlalu, mari kita buka lembaran baru. Mari membangun bersama daerah kita ini,” pungkas Bupati Marsel.

5 Misi Bupati Marsel Petu
Bupati Ende Ir. Marselinus Y.W. Petu memaparkan capaian kerja selama masa pimpinannya bersama Wakil Bupati H. Djafar Achmad saat pidato perdana di Gedung DPRD Ende, Rabu 10 April 2019.
Ia menyebutkan, ada lima misi yang menjadi tolak ukur pencapaian dalam pembangunan sejak tahun 2014 sampai tahun 2018. Proses pembangunan dinilai positif karena dilihat dari 241 indikator yang menjadi target, sebanyak 208 indikator telah berhasil.
Pertama, progres misi pendidikan di Kabupaten Ende sudah mencapai kategori tinggi. Hal itu ia sebut dengan meningkatnya capaian 29 indikator dari 62,50 persen tahun 2014 naik menjadi 88,84 persen pada tahun 2018. Marsel menjelaskan, peningkatan itu dapat dilihat dengan pembangunan sarana dan prasarana pendidikan. Selain itu, dengan peningkatan kesejahteraan serta kualitas para tenaga pendidik yang dapat meningkatkan akses pelayanan pendidikan di Kabupaten Ende.
Kedua, pada misi kesehatan, pemerintah telah menaikkan progres dari kategori rendah tahun 2014 menjadi kategori sedang tahun 2018. Ada 51 indikator yang telah dicapai yakni 58,44 persen pada tahun 2014 menjadi 72,84 persen pada tahun 2018.
Ia menjelaskan, pemerintah telah meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan baik dalam kota maupun di wilayah pedalaman selama masa kepemimpinannya. Sementara pada misi ketiga yakni ekonomi dan pariwisata naik menjadi kategori tinggi. Pencapaian itu dapat dilihat meningkatnya 63 indikator kinerja yakni 61,63 persen di tahun 2014 menjadi 76,64 persen pada tahun 2018.
Bupati Marsel menjelaskan, peningkatan itu dilihat dari berbagai upaya pemerintah dalam pengembangan ekonomi produktif demi meningkatnya pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Hal itu ia sebut sesuai dengan potensi-potensi ekonomi desa yang dapat meningkatkan pendapatan per kapita masyarakat. Misi keempat yakni infrastruktur dan lingkungan hidup. Ia mengatakan, pemerintah telah meningkatkan konektivitas akses antar wilayah dengan membangun lima ruas jalan paralel serta beberapa jalan strategis.
Selain itu, pengembangan sarana irigasi, air minum bersih dan sanitasi, pembangunan drainase dan penanganan persampahan serta penataan kawasan kumuh terus pemerintah lakukan. Dari hasil kerja-kerja itu dengan capaian 26 indikator mengalami peningkatan dari 78,26 persen tahun 2014 menjadi 89,71 persen tahun 2018. Hasil ini ditunjukkan misi keempat naik menjadi kategori tinggi.
Kelima, misi penataan birokrasi. Ia mengatakan, para Aparatur Sipil Negara (ASN) telah diberikan penguatan di berbagai level terutama dalam merencanakan, melaksanakan dan mengendalikan pembangunan daerah. Selain itu, penguatan aparatur desa dan partisipasi masyarakat dalam mengawal dana desa terus dilakukan demi menuntaskan kemiskinan masyarakat tingkat desa.
Bupati Marsel menerangkan, pencapaian misi ini dengan 29 indikator meningkat yakni dari 74,38 persen tahun 2014 menjadi 95,14 persen pada tahun 2018. Sehingga progres pencapaian pada misi ini menjadi kategori sangat tinggi. Ia berharap, proses pembangunan Kabupaten Ende lima tahun kedepan dapat berjalan secara maksimal dan tuntas. Bupati Marsel berharap, dukungan seluruh elemen untuk dapat memberikan pemikiran-pemikiran solutif terhadap rencana pembangunan pemerintah pada tahun anggaran berikutnya. ♦ voxntt.com

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.