Plt. Kadis Nakertrans Minta Maaf

Plt. Kadis Nakertrans Minta Maaf

Plt. Kepala Dinas Nakertrans Provinsi NTT Sisilia Sona akhirnya meminta maaf atas tindakan pencegahan keberangkatan terhadap Selfina Etidena oleh Satgas Anti Trafficking di Bandara El Tari Kupang belum lama ini.
Permintaan maaf disampaikan Sisilia Sona usai mengikuti rapat dengar pendapat (RDP) dengan DPRD Provinsi NTT, Selasa (15/1).
RDP yang dipimpin Muhamad Ansor didampingi anggota DPRD NTT, Winston Rondo dan Pdt. Karel Koro berlangsung dramatis diwarnai interupsi bahkan saling membentak. Namun situasi itu berhasil dinetralisir oleh pimpinan rapat di ruang Kelimutu itu.
Dalam pertemuan tersebut, keluarga menuntut penjelasan dan perlindungan hukum serta SOP yang digunakan Satgas TPPO, karena korban akan diberangkatkan untuk melanjutkan proses perkuliahannya di Yogyakarta.
Sisilia Sona secara resmi menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh keluarga besar Alor atas ketidaknyamanannya selama kurang lebih 10 hari ini.
Ditambahkan dengan adanya RDP dan adanya keterbukaan dari masing-masing pihak sudah dinyatakan selesai dan korban bisa di berangkatkan.
“Dengan pertemuan ini masalah sudah selesai dan korban bisa diberangkatkan. Saya juga akan terus berkoordinasi dengan pihak kampus untuk melengkapi apa yang dibutuhkan dari korban karena sudah tidak masuk kulia sejak masuk liburan,” katanya.
Sementara itu, korban Selfina Etidena mengaku sejak dicekal hingga saat ini mengalami trauma karena diperhadapkan dengan persoalan yang sebelumnya tidak pernah dialaminya.
Ditambahkan dirinya sebagai mahasiswa juga sudah rugi materi kuliah karena jadwa masuk kuliah sudah terhitung tanggal 3 januari 2019 lalu.

Plt. Kadis Nakertrans Provinsi NTT Sisilia Sona tampak berpelukan dengan Selfina Etidena usia RDP di ruang Kelimutu Kantor DPRD NTT

“Saya merasa tidak diperlakukan secara adil dan seolah-olah saya ini pencuri,” katanya usai RDP.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi NTT menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan Dinas Nakertrans NTT, Satgas Anti Trafficking, Aliansi Mahasiswa Peduli Kemanusiaan serta keluarga korban Selfina Etidena (24), Selasa (15/1).
Rapat tersebut membahas khusus tentang kasus Selfina Etidena, mahasiswa di Yogyakarta asal Kabupaten Alor yang sebelumnya dicurigai sebagai calon TKW dan dicegah keberangkatannya dan ditelantarkan oleh Satgas Anti Trafficking Dinas Nakertrans NTT di Bandara El Tari Kupang.
Dalam RDP tersebut, Plt. Kadis Nakertrans NTT Sisilia Sona akhirnya mengakui Selfina adalah mahasiswi Sekolah Tinggi Teologia (STT) Galilea Yogyakarta.
Sisilia yang diwawancarai usai RDP itu, sampaikan masalah tersebut telah selesai, dan pihaknya membenarkan Selfina sebagai mahasiswa STT Galilea.
Dia juga mengaku pihaknya siap mengganti rugi biaya tiket pesawat Selfina yang hangus, walau tiket yang baru telah dibelikan keluarga korban.
“Kami akan tindak lanjuti rekomendasi bersama DPRD, termasuk ganti biaya tiketnya,” kata Sisilia.
Sosok yang juga Kepala Badan Kesbangpol NTT itu juga meminta agar dengan selesainya masalah itu, laporan terhadap dirinya di Polda NTT dapat dicabut Selfina sebagai pelapor.
Sisilia mengajak Selfina dan keluarganya untuk berdamai. Dia juga berjanji akan mengunjungi Selfina di kampusnya nanti apabila berkesempatan ke Yogyakarta.
Sementara itu, Selfina Etidena juga telah diberangkatkan ke Yogyakarta menggunakan penerbangan Lion Air pukul 15.00.
Pihak keluarga mengantarnya beramai-ramai ke Bandara El Tari Kupang. Dia akhirnya berangkat tanpa surat keterangan dari Dinas Nakertrans NTT. ♦ penatimor.com

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.