Presiden Tetapkan Labuan Bajo Destinasi Wisata Super Premium di Dunia

Presiden Tetapkan Labuan Bajo Destinasi Wisata Super Premium di Dunia

PRESIDEN Republik Indonesia dalam rapat terbatas cabinet Januari 2020 telah menetapkan Labuan Bajo Flores Indonesia sebagai Destinasi Wisata Super Premium Dunia.Pada kunjungan 9 September 2020 yang diwakili Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Panjaita mempertegaskan komitmen Presiden Jokowi. Pada kesempatan itu, Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat menegaskan,”. “Kami pastikan NTT tetap loyal terhadap Pemerintah Pusat serta mengapresiasi Bapak Presiden RI, Joko Widodo yang telah menetapkan Labuanbajo sebagai salah satu Destinasi Wisata Super Premium di Indonesia bahkan dunia.”
Seruan ini dihadiri Wakil Gubernur, Josef Nae Soi dan Bupati Manggarai Barat, Gusti C. H, saat mendampingi Menteri Koordinator Bidang Kamaritiman dan Investasi RI, Luhut B. Pandjaitan (Marves) dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono melakukan Kunjungan kerja di Labuan Bajo-Manggarai Barat, Kamis 10 September 2020. Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas untuk mempersiapkan Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk dapat menjadi destinasi wisata super premium pada 21 Januari 2020 di Labuan Bajo.
Menurut Prersiden Jokodi, “Pengembangan destinasi super premium Labuan Bajo akan mulai dibenahi pada awal 2020 ini dan ada beberapa hal yang ingin saya tekankan di sini berkaitan dengan Labuhan Bajo.” Rapat yang berlangsung di pantai tepi Laut Flores itu dihadiri oleh Menteri Pariwisata Wishnutama, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Gubernur NTT Viktor Laiskodat, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Doni Monardo, Kepala Basarnas Marsdya Bagus Puruhito dan para pejabat terkait lainnya.

Wisatawan Miskin
Seperti diwartakan kompas.com, Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat sempat menyebutkan bahwa Labuan Bajo dirancang untuk menjadi destinasi wisata kelas premium.
Artinya, wisatawan atau turis asing yang berkantong tebal saja yang disarankan mengunjungi Labuan Bajo. Sementara yang berkantong tipis tidak dianjurkan datang dan berkunjung ke NTT. Menanggapi hal tersebut, Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan NTT, Lydia Kurniawati Christyana, mengatakan, ungkapan Gubernur NTT itu sebetulnya untuk menarik wisatawan asing datang ke NTT, utamanya yang berkantong tebal sehingga mampu menggerakkan ekonomi sekitar.
“Pak Gubernur memang statement-nya selalu menohok. Mungkin itu salah satu jawaban dia bahwa banyak lho potensi wisata di Labuan Bajo. Oleh karena itu, pemerintah sangat memikirkan bagaimana sarana prasarana diperbaiki terlebih dahulu,” kata Lydia Kurniawati Christyana di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Jumat 15 November /2019. Terkait rancangan menjadi kelas premium, Kepala Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BPOLBF) Shana Fatina Sukarsono membenarkan hal itu.
Dia bilang, dalam beberapa tahun terakhir, setidaknya sejak tahun 2017 pemerintah memang menggenjot pembangunan destinasi wisata tersebut.
Berbagai pembangunan sarana dan prasarana, seperti dermaga, bandara internasional, dan perbaikan jalan, hingga tahun 2019 pun mulai terlihat hasilnya. “NTT memang disasar untuk market. Potensi wisatanya luar biasa sehingga memang yang bisa datang ke lokasi-lokasi tadi adalah market premium. Dan kita perlu lihat (pernyataan), Gubernur itu maksudnya untuk menambah wisatawan yang datang,” ujar dia dalam kesempatan yang sama.
Terlebih lagi, Pulau Komodo yang menjadi salah satu daya tarik Labuan Bajo masuk kategori World Heritage Site dari UNESCO.
Dengan demikian, kata dia, penting rasanya untuk memanfaatkan wilayah timur Indonesia menjadi destinasi wisata dan memicu pertumbuhan ekonomi.
Sebelumnya diberitakan, Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat menyebutkan bahwa pariwisata di NTT dirancang untuk menjadi destinasi kelas premium. Oleh karena itu, kata Viktor, wisatawan asing yang berkantong tipis atau miskin tidak boleh datang dan berkunjung ke NTT. Penobatan itu, lanjut Viktor, menunjukkan bahwa di setiap tempat di NTT ada atraksi keindahan alam dan budaya yang akan dipenuhi wisatawan asing dari berbagai negara. “Karena itu, wisatawan yang datang itu harus kaya. Kalau yang miskin tidak boleh datang,” tegas Viktor. “Saya sampaikan ke presiden, kalau wisatawan yang miskin, kami di NTT paling banyak begitu (miskin). Jadi kalau wisatawan miskin yang datang, kami sudah tidak mau lihat lagi,” pungkasnya.

Dikelola Singapura?
Pemerintah Indonesia akan bekerja sama dengan Singapura di sektor transportasi.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, inisiatif Indonesia untuk melakukan kerja sama pendanaan proyek infrastruktur transportasi dengan Singapura seperti proyek Kereta Api (KA) Makassar-Parepare dan Bandara Labuan Bajo.
Nantinya, kerja sama itu melalui skema Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU).
“Berkaitan dengan Bandara Labuan Bajo, memang sedang dilakukan finalisasi kerja sama dengan Changi Singapura. Jika ini berhasil, maka ini menjadi satu hal yang baik dan diharapkan semakin meningkatkan pelayanan bandara di daerah yang menjadi destinasi wisata prioritas yang tengah dikembangkan pemerintah,” ujar Budi dalam keterangan tertulisnya, Rabu (9/10/2019).
Budi menambahkan, terkait KA Makassar-Parepare, akan dilakukan inisiatif kerja sama penyediaan sarananya dengan pihak Swasta. Kemudian terkait Bandara Labuan Bajo, ada inisiatif kerja sama Pengembangan Pelabuhan Kendal oleh Perusahaan asal Singapura, PSA International Pte Ltd.
Kerja sama tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan Kawasan Industri Kendal. Dia mengungkapkan bakal mendorong sektor Swasta kedua Negara untuk melakukan pertemuan Business To Business (B to B) untuk melakukan inisiatif-inisiatif kerja sama proyek-proyek unsolicited (Proyek yang diprakarasi Badan Usaha).
“Kami terus berdiskusi dengan Menteri Perhubungan Singapura terkait dengan inisiatif-inisiatif kerja sama di sektor transportasi,” kata Budi. ♦ wjr/kompas.com

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.