Pro-tambang Pendosa dan Mati Sebagai Martir

Pro-tambang Pendosa dan Mati Sebagai Martir

 

Oleh *Primus Dorimulu*

 

(1) Saya sama sekali tidak menolak peran Gereja dalam hal ajaran iman dan moral.
Saya juga tidak menolak peran aktif Gereja dalam memberikan pengaruh kepada kehidupan manusia di berbagai aspek, termasuk ekonomi, politik, dan sosial.
Gereja memberikan pengaruh sebagai garam, ragi, dan terang.
(2) Yang saya kritisi adalah campur tangan Gereja Flores yang terlalu jauh pada ranah sains dan politik. Juga sikap *pastor yang terlalu mudah “mendosakan” pihak yang pro-tambang di Flores.*
a. Campur tangan pada sains: *Flores tenggelam kalau ada penambangan di Flores* . Ini dasar apa
b. Campur tangan tata kelola politik negara: masuk ke masyarakat terdampak untuk “menghasut” tolak tambang.
Sikap ini akan berbentur langsung dengan masyarakat yang setuju melepaskan lainnya untuk tambang dan pemerintah yang membuat kebijakan untuk memajukan kesejahteraan rakyatnya.
c. Menafsirkan semena-mena ajaran Gereja dengan mengatakan: *pro tambang itu pendosa* . Dasarnya apa?
Ini namanya *arogansi iman.*
Meski bukan imam, *ajaran Katolik* bisa dengan *mudah dipelajari.* *Tidak perlu sekolah terlalu tinggi untuk menangkap inti ajaran Jesus* dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
*(3) Peran Gereja dalam iman dan moral kami dukung 100%.*
a. Para pejabat pengambil keputusan politik di Flores umumnya orang Katolik.
Di manakah ajaran iman dan moral buat mereka? Faktanya, *banyak pejabat negara di Flores korup.*
Korupsi adalah extra ordinary crime. Kejahatan luar biasa karena perbuatan mereka merugikan rakyat banyak.
Melihat begitu banyak *koruptor di Flores* , layak dipertanyakan: *di mana peran Gereja?*
b. Lihatlah anak-anak muda Flores yang sudah banyak mengonsumsi narkotika. Di mana peran Geraja Katolik?
c. Calon pekerja migran Indonesia (PMI) –dahulu Tenaga Kerja Indonesia (TKI)– merekrut ilegal orang Flores. Orang Flores juga terlibat perdagangan manusia.
Di mana peran Gereja? Di mana suara Gereja?
d. Jika kita *lupa dompet* dan *HP* di pasar atau *tempat umum* di Flores, kemungkinan besar hilang, dicuri. *Pencuri kemungkinan besar Katolik.*
Kita lupa dompet di pasar di Jepang, barang kembali utuh. Mereka bukan Katolik.
e. Di setiap rumah tangga dan kelompok umat basis (KUB) perlu ditanamkan *sikap iman* dan *moral* umat agar minimal memiliki kejujuran, keadilan, dan solidaritas. Jika ketiga hal ini saja tidak bisa, bagaimana bisa mereka bisa berbuat kasih.
Sudah lebih dari satu abad Gereja Katolik hadir di Flores. Pada masa Jepang, Kapten Angkatan
Laut Jepang, Tasuku Sato, kagum pada Christianity values yang ditunjukkan para imam Barat dan umat waktu itu.
Bagaimana sekarang?
(4) Karakteristik *tambang adalah wilayah ilmu geologi.*
Para geolog yang paling paham jenis tanah, bebatuan, gunung, dan lembah di Flores. Merekalah yang punya otoritas keilmuan bicara tambang di Flores dan dampaknya bagi lingkungan dan kehidupan manusia di Flores.
Bisa saja ada pastor yang geolog. Tapi, dalam melakukan kegiatan penelitian, satu geolog saja tidak cukup. Penelitian adalah kerja tim dan butuh peralatan. Itu semua memerlukan biaya.
Lalu di mana *tugas pokok pastor?* Di mana *tugas pokok Gereja?* Oh, Gereja bisa menyewa ahli geologi. Pertanyannya, apakah Gereja punya cukup dana?
(5) Lebih dari itu, apakah penelitian tambang di Flores adalah urusan Gereja?
Kalau memang itu urusan Gereja, apakah itu prioritas?
(6) Gereja berperan dalam mempengaruhi kehidupan manusia di seluruh aspek.
Tapi, perannya seperti garam dan ragi. *Gereja memberikan pengaruh yang tidak kelihatan, tapi benar-benar dirasakan.*
Gereja berperan seperti terang. Gereja mengajari dan memberikan contoh.
(7) Gereja memurnikan sains?
Ingat Galileo Galilei. Ia adalah ahli astronomi dan pendukung Copernicus yang menyatakan bahwa bumi bukan pusat tata surya.
Bahwa pusat tata surya adalah matahari. Bukan matahari yang mengitari bumi, melainkan bumi yang mengitari matahari. Pandangan Galileo Galilei dinilai pengadilan Gereja Italia tanggal 22 Juni 1633 sebagai sesat dan membahayakan iman Katolik.
Ia dihukum dengan pengucilan dari Gereja. Baru pada tahun 1992 Paus Yohanes Paulus II menyatakan secara resmi bahwa keputusan penghukuman itu adalah salah, dan dalam pidato 21 Desember 2008 Paus Benediktus XVI menyatakan bahwa Gereja Katolik Roma merehabilitasi namanya sebagai ilmuwan.
Fakta sejarah ini menunjukkan bahwa *Gereja bisa salah.* Oleh karena itu, yang benar, *Gereja dan sains* saling *memurnikan* dan saling *menunjang* untuk kehidupan manusia yang lebih baik.
Pernyataan *Albert Einstein* selalu menjadi best qoets: *iman tanpa ilmu buta, ilmu tanpa iman lumpuh.*
(8) Para pastor mau mati menjadi martir demi menolak tambang di Matim?
Silakan saja. Masyarakat akan tertawa karena *memilih martir di jalan yang salah.*
Tinggal *9 orang* di bakal lokasi tambang dan pabrik semen yang *menolak tambang.* *Mayoritas sudah setuju.*
*Pemda Matim* dan *Pemprov NTT* akan *jalan terus.* Mereka punya pertimbangan dan tanggung jawab.
Saat rakyat kelaparan, pemerintah wajib turun tangan. Ketika Covid-19 merebak ke seluruh Indonesia, pemerintah turun tangan membiayai rumah sakit, memberikan bansos bagi yang tak punya pekerjaan dan jatuh miskin.
(9) Pendukung tambang adalah pendosa?
Ini perlu penjelasan: apa *dasar teologis* dan *dasar biblis* agar *pastor tidak terjebak pada aksi teror.*
*Meneror dengan cap “dosa”* untuk sesuatu yang *tak jelas dasarnya* hanya membuat *masyarakat imun* dan *tak peduli.*
Gereja jangan terlalu *mengobral teror* dengan mengatakan para *pro-tambang adalah pendosa* , sementara *dekadensi moral* sedang terjadi di umat Katolik Flores dan itu *luput dari pengamatan Gereja* .
Terimakasih. ♦

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.