Radikalisme memiskin rakyat miskin

Radikalisme memiskin rakyat miskin
TINDAKAN radikalisme, anarkis dan tindakan kekerasan yang didalangi kaum elit dan rakus sangat tidak manusia. Biadab, pongah dan sombong egoisme, sangat tidak mementingkan kepentingan dan kesejahteraan rakyat Indonesia, walau belum merata keseluruh pelosok tanah air. Demo yang dilakukan dengan cara sangat biadab menjadi saksi langsung yang ditontonkan kepada seluruh rakyat Indonesia secara langsung melalui televisi dan siaran non profesionalisme.
Akibat tindakan anarkis, merugikan masyarakat. Kerusakan mobil dan materi lainnya tetapi yang paling merugikan adalah masyarakat Indonesia. Hanya karena pasangan calon, ada warga yang harus korban diri, dipenjara hanya karena perbuatan tidak terpuji, tidak bermoral hanya karena emosi sesaat.
Contoh kasus sangat nyata yang dilakukan Hermawan Susanto Pemuda dari Palmerah Jakarta Selatan harus membayar dosanya dengan ancaman penjara 20 tahun di usianya yang masih 24 tahun. Hermawan pada demo ke Bawaslu 20 Mei 2019 mengancam akan penggal Kepala Presiden Jokowi. Akibat perbuatan kejinya Hermawan ditangkap polisi di Parung Bogor tanpa perlawanan 12 Mei 2019. Dua wanita yang kala demo bersama Hermawan ikut menanggung dosa dan harus ditangkap polisi. Perbuatan yang memalukan dan meresahkan masyarakat.
Para pendalang demo termasuk yang mengajak dan membiayai demo harus dihukum berat. Sebab, tindakan biadab para pendalang demo menyebabkan rakyat susah bertamba menderita dalam segala biadang. Aksi demo daei 10 Mei, 21 Mei dan 22 Mei 2019 sudah kita saksikan bersama. Masyarakat tidak hanya mengalami kerugian materil, asrama polisi dibakar dan ratus mobil dibakar. Ini kerugian tak seberapa dibanding kerugian akibat demo yang digelar kaum radikalisme yang juga membawa islam dan ulama.
Kerugian yang dialami langsung oleh rakyat yaitu pembiayaan dari Anggaran Belanja Negara yang disisihkan tak terduga.
Anggaran tiba-tiba itu adalah yang dialokasikan Negara untuk membiayai aparat kepolisian atau TNI dalam rangka mengamankan demo. Totalnya tidak sedikit, mencapai ratusan milir. Dana ratusan miliar itu seharusnya dialokasikan untuk membangun sekolah dipedesaan, atau membangun Puskesma atau membantu orang miskin. Namun dana ini dialokasikan untuk membiayai kesombongan dan kerakusan kaum elit yang ingin memimpin negeri dengan cara memaksakan kehendak. Sudah sekian kali maju ingin jadi presiden tetapi tidak di pilih rakyat, tetapi tidak tau diri dan tidak tau malu.
Ketika seorang Jokowi dengan hati yang tulus dan iklas ingin membangun Indonesia agar lebih maju dan menolong rakyat dipedesaan yang masih miskin, justeru dibenci. Ini terjadi karena kesombongan elit di Jakarta yang memposisi diri sebagai orang elit, dari kalangan atas dibanding dengan seorang Jokowi yang hanya berasal dari pedesaan di pedalaman Solo sana. Jokowi mampu menjadi Walikota Solo dua periode, Gubernur DKI, dan terpilih rakyat sebagai Presiden RI.
Pada Pilpres 17 April 2019, Jokowi terpilih lagi, tetapi pasangan Prabowo-Sandy masih juga memperlihatkan perilaku buruk dengan memprovokasi rakyat dengan dalih curang tanpa diserta bukti konkrit. Bawaslu menolak secara keseluruhan aduan karena tanpa bukti, masyarakat bodoh di provokasi sampai demo yang meresahkan dan merusakan. Ini akibat kesombongan Prabowo. Aparat keamaman dan aparat hukum harus bertindak tegas agar jangan terjadi kerusakan meluas dan merugikan rakyat.
Mari kita kritisi bersama, coba ditanyakan kepada para pelaku terorisme dan radikalis di Indonesia. Kenapa mereka bisa begitu?. Jika alasan mereka adalah tingkat kesejahteraan? Beritahukan untuk melihat saudara-saudara dibagian lain negeri ini seperti Papua, Maluku, NTT dan daerah terpencil lainnya yang masih miskin. Saksikan sesama yang tidak beruntung dalam kehidupan mereka. Siapa yang dapat menolong? Jika kaum radikalis bilang karena ideologi?. Ya teriak  saja ganti ideologi ke ideologi yang tidak akan membuat mereka menjadi teroris ataupun radikal. Se tidak-tidaknya tidak berpotensi membuat mereka menjadi teroris maupun kriminal. ♦

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.