Raker Dengan Menpora, Hilda Manafe Minta Perhatikan Infrastruktur Olah Raga Di NTT

Raker Dengan Menpora, Hilda Manafe Minta Perhatikan Infrastruktur Olah Raga Di NTT

Hilda Riwu Kore-Manafe minta Kementerian Pemuda dan Olah Raga Republik Indonesia agar memperhatikan infrastruktur olah raga di daerah terutama di Nusa Tenggara Timur. Hal tersebut diungkapkan oleh istri Walikota Kupang pada saat Rapat Kerja (Raker) antara Komite III Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia dengan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) tentang Hasil Pengawasan Sistem Keolahragaan Nasional (SKN), Selasa 21 Januari 2020 di ruang rapat Komite III Dewan Perwakilan Daerah di Kompleks Senayan Jakarta.
Pada media ini, senator asal NTT ini mengatakan bahwa ada beberapa informasi yang disampaikan pada saat Raker bersama MENPORA. terutama terkait Keterbatasan Sapras (Sarana dan prasarana) Olah raga yang sering menjadi alasan klasik pengembangan olah raga di Indonesia.
“selama ini yang menjadi alasan adalah karena keterbatasan anggaran, terutama ketersediaan anggaran di APBD maupun APBN. Oleh karena itu, tadi sudah diminta agar KEMENPORA perlu membuat Grand Design Olahraga untuk prioritas dalam rangka pembinaan Atlet, seperti di NTT”, kata Hilda
DI NTT kata Hilda, terdapat banyak Atletik, Tinju, Pencak Silat, dan Kempo merupakan olah raga berprestasi yang perlu diperhatikan. Tetapi terdapat banyak kendala sehingga aspek pembangunan di bidang olah raga dikesampingkan.
“Tadi telah ditanyakan terkait apa kendala sehingga pengerjaan gelanggang olahraga remaja dan fasilitas pendukungnya untuk propinsi NTT dari bantuan APBN tahun 2013 sampai saat ini masih mangkrak”
Karena Secara existing, Pemprov NTT sedang mempersiapkan diri menjadi Calon Tuan Rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) Ke-XXII pada Tahun 2028. Sehingga Dirinya sangat berharap adanya intervensi khusus melalui kebijakan bidang keolahragaan dalam penyiapan standarisasi penyelenggaraan bidang keolahragaan. Demikian juga SAPRAS OLAHRAGA BERSTANDART INTERNASIONAL terutama di Kota Kupang karena NTT berbatasan dengan Negara Republik Demokrasi Timor Leste dan Australia.
Selain itu, ada juga hal yang telah disampaikan terkait Program WMP (Wirausaha Muda Pemula) dari Kemenpora. “Program ini sangat baik karena beberapa konstituen saya berkembang usahanya seperti Perbengkelan dan Peternakan. Seharusnya Menpora perlu mendampingi dan kontinuitas pengembangan wirausaha muda di NTT”, katanya
Dirinya juga berharap agar memperharikan alokasi beasiswa Kepemudaan dan atlet untuk NTT. “NTT tidak harus sama dengan daerah lain, dan sekiranya NTT lebih diprioritaskan”
Sehingga dirinya berharap agar ada perhatian serius dari Pemerintah pusat untuk pengembangan Olahraga berbasis gerak sesuai potensi sosial budaya dan geografi/topografi wilayah dalam pengembangan atlet berbakat. Contoh NTT : Sumba : Pasola u/Lembar Lembing dan berkuda; Pajurra u/ Tinju; Sabu/Rote : Kebiasaan kaum perempuan menimba air dan jualan tuak manis pake selimut adalah ootensi u/ Cabor Jalan Cepat (atlet wanita). Sabu : Peluru/Banting Sabu Potensi Gulat, dll. NTT atlet Paralimpic (Disabilitas) perlu diperhatikan dalam keterpenuhan Saprasnya. ♦ ayananews.net

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.