Ratusan ASN Pemprov NTT dihukum dengan Rompi Orange

Ratusan ASN Pemprov NTT dihukum dengan Rompi Orange

RATUSAN aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dikenakan hukuman disiplin dengan mengenakan rompi orange bertuliskan “Saya Tidak Disipilin” pada apel perdana awal 2019 di Kupang, Senin 7 Januari 2019.
Pengenaan rompi orange kepada ASN itu dilakukan oleh pimpinan Satuan Kerjan Perangkat Daerah (SKPD) masing-masing. Para ASN yang mengenakan rompi orange ini, menempati barisan khusus yang disiapkan protokol.
Mereka yang mengenakan rompi “Saya Tidak Disiplin” ini karena tidak disipilin dengan memenuhi salah satu kriteria selama tiga bulan (Oktober-Desember 2018).
Salah satu kritria adalah alpa atau tidak hadir tanpa berita minimal dua kali selama tiga bulan, alpa atau tidak hadir tanpa berita satu kali ditambah terlambat apel dan atau pulang awal satu kali.
Sanksi disiplin ASN itu sesuai dengan surat Sekretaris Daerah NTT nomor: Upx 012.1/03/2019, yang ditandatangani Benediktus Polo Maing, tertanggal 4 Januari 2019.
Dalam surat Sekda NTT itu menyebutkan berdasarkan evaluasi atas rekapitulasi daftar hadir ASN selama Oktober-Desember 2018, ditemukan ASN yang kurang disiplin dalam bentuk terlambat masuk kantor, pulang lebih awal dan tidak masuk kantor tanpa berita.
Sehubungan dengan itu, ASN yang kurang disiplin diberikan sanksi berupa pengenaan rompi “Saya Tidak Displin”. Sanksi ini, sebagai upaya meningkatkan kualitas dan kinerja sumber daya aparatur sipil.
Aparatur sipil negara (ASN) yang tidak disiplin masuk kantor tetap dikenakan hukuman dengan mengenakan rompi orange.
Pelaksana tugas Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Nusa Tenggara Timur Mulu Blasius mengatakan aparatur sipil negara (ASN) yang tidak disiplin masuk kantor tetap dikenakan hukuman dengan mengenakan rompi orange.

ASN berselfie ria dengan mengenakan rompi orange di halaman gedung Sasando Kantor Gubernur NTT, Senin 7 Januari 2019.
Sebanyak 145 ASN di lingkungan Setda Nusa Tenggara Timur, mengenakan rompi orange bertulis “Saya Tidak Disiplin” pada apel perdana awal tahun 2019 di Kupang, Senin, (7/1). ASN yang mengenakan rompi orange ini karena tidak disiplin masuk kantor. 

“Hari ini ada 145 ASN yang diberikan sanksi dengan mengenakan rompi orange bertuliskan “Saya Tidak Disiplin”. Jumlah ASN ini sesuai dengan hasil evaluasi selama tiga bulan terakhir,” kata Mulu kepada Antara di Kupang, Senin 7 Januari 2019 terkait hukuman bagi ASN yang tidak disiplin.
Ke depan, kata dia, hukuman disiplin ini bisa dilakukan setiap bulan, dua bulan atau tetap tiga bulan sekali, tergantung gubernur sebagai pejabat pembina kepegawaian.
“Data ASN yang tidak disiplin masuk kerja selalu siap setiap bulan. Soal eksekusi tergantung pejabat pembina kepegawaian. Jadi bisa setiap awal bulan atau dua bulan sekali,” katanya.
Dia mengatakan, kriteria ASN yang tidak disiplin adalah memenuhi salah satu kriteria yang telah ditetapkan, yakni alpa atau tidak hadir tanpa berita minimal dua kali, alpa atau tidak hadir tanpa berita satu kali ditambah terlambat apel dan atau pulang awal satu kali.
Menurut dia, hukuman disiplin ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi NTT dalam meningkatkan kualitas dan kinerja sumber daya ASN.
Dia berharap, dengan adanya pengenaaan rompi orange pada apel perdana awal 2019 ini, maka para ASN sebagai pelayanan masyarakat lebih disiplin dalam melaksanakan tugas-tugas. ♦ ANTARANEWS NTT.com

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.