RI ke-75

RI ke-75

 

PERAYAAN HUT RI ke-75  pada pada 17 Agustus 2020. Di usianya yang ke- 75 tahun 2020 ini, saya dan anda semua orang Indonesia bahkan masyarakat penghuni bumi ini sedang berjuang melawan pandemi COVID-19 atau virus corona. Apakah perayaan memperingayi Hari Ulang Tahun Indonesia yang kita cintai ini dengan perasaan sedih, sakit dan kepedihan hati semua insan Indonesia?
Janganla larut dalam kesedihan ini, tetapi kita harus indat lagi Indonesia Raya, berdiri teguh menghadapi semua tantangan berat ini. Apakah kita sudah merdeka? Merdeka artinya kebebasan hati, sukacita menerima semua keadaan yang menghadang. Siapa yang menghadang kita di tahun penuh tantangan di tahun 2020 ini? Yang menghadang kita ialah pandemic cobid-19 sejak akhir 2019. Yang tidak mau tantangan dipastikan kalah dan menyerah pada musuh yang bernama Covid-19.
Menerima kekalahan berarti mati. Dan kematian yang terjadi, karena manusia tidak mau melakukan perubahan yang dikenal dengan istilah protocol kesehatan. Mati karena stress. Dan ini sedang terjadi. Karena manusia tidak mengikuti protocol kesehatan yang dianjurkan pemerintah, maka maut pun menjemput.
Saran seorang dokter ahli paru yang saya ingat bahwa agar tidak mati karena virus corona pertama harus ceria, olahraga setidaknya 30 menit sehari, makan berbagai jenis buah tiga kali sehari, istirahat minimal tujuh jam sehari. Jangan stress agar tubuh ini tidak lemah. Jika organ tubuh lemah, maka virus ini bersukaria dan dipastikan mati. Ini sekilas arti kemerdekaan yang kita rayakan yang ke-75 tahun ini. Tujuh puluh lima tahun, ibarat seorang manusia yang sudah tua tak berdaya. Saya harus katakana tidak, tetapi usia muda memasuki fase berikutnya.
Maknai dan laksanakan tema HUT RI ke-75 kali ini17 Agustus 2020 ‘Indonesia Maju’. Konon logo perayaan HUT RI ke-75 ini terinspirasi dari simbol perisai yang ada dalam lambang Garuda Pancasila. Di logo ini Indonesia digambarkan sebagai negara yang mampu memperkokoh kedaulatan dan menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia.
Selain itu, logo ini juga menjadi simbol kesetaraan dan pertumbuhan ekonomi untuk rakyat Indonesia dan kerja nyata untuk mempersembahkan hasil terbaik bagi rakyat Indonesia. Pemerintah menghimbau agar masyarakat menghentikan segala aktivitas dan berdiri tegak sempurna selama 3 menit pada 17 Agustus 2020 saat Sang Saka Merah Putih dikibarkan. ♦

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.