Robert Simbolon Cek Kesiapan Terakhir Imunisasi MR

Robert Simbolon Cek Kesiapan Terakhir Imunisasi MR

PEJABAT Gubernur NTT Robert Simbolon mengecek kesiapan terakhir jelang imunisasi massal Measles Rubella (MR) yang akan mulai 1 Agustus-30 September 2018. Robert bersama Karo Humas NTT Semuel Pakereng tiba di Pokso Imunisasi MR di Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes NTT, Senin 30 Juli 2018 sekitar pukul 16.00 Wita.
Disambut Kepala Dinas Kesehatan NTT drg. Dominikus Minggu Mere, Kepala Perwakilan Unicef NTT Yudisthira Yewangoe, dan pegawai disambut tarian ‘Tortor’ asal Sumatera Utara. Dalam pertemuan di posko imunisasi MR, Simbolon minta pelaksanaan imunisasi ditangani secara baik. “Memang ada banyak kendala teknis saat pelaksanaan imunisasi, tetapi kita punya kompetensi mengatasi kekurangan itu,” katanya.
Robert mengatakan kekurangan yang mungkin ditemui selama pelaksanaan imuniasi antara lain ketersediaan dan distribusi vaksin. Vaksin MR mencegah penyakit campak dan rubella dan aman, serta telah mendapat rekomendasi WHO dan izin edar dari Balai POM. Kadis Kesehatan NTT drg Dominikus Minggu Mere mengatakan sasaran imunisasi MR di NTT sebanyak 1.743.359 anak usia 8 bulan-15 tahun. Saat ini vaksin MR yang sudah tiba di NTT sebanyak 228.816 vial, dan 9.909 pos pelayanan imunisasi.
Kepala Perwakilan Unicef NTT Yudhistira Yewangoe yang ikut dalam pertemuan tersebut mengatakan Kantor Perwakilan Unicef mendukung pelaksanaan kampanye Imunisasi MR di wilayah Nusa Tenggara dan Kalimantan, “Kami bantu dalam bentuk advokasi, informasi dan edukasi serta real time monitoring pada saat pelaksanaan imunisasi,” ujarnya.

Imunisasi MR Dilaksanakan di 9.909 Pos Pelayanan di Seluruh NTT
Penjabat Gubernur NTT, Drs. Robert Simbolon, MPA memantau secara langsung persiapan Posko Imunisasi Measles Rubella (MR) di Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi NTT, Senin (30/07/18). Dalam kunjungan tersebut, Robert menuturkan harapannya agar Kampanye Imunisasi MR yang berlangsung pada Agustus hingga September nanti dapat ditangani secara baik. “Harapan saya, kita tangani (imunisasi MR) dengan sepenuh hati, dengan sepenuh jiwa, dan dengan sepenuh akal budi,” tutur Robert.

Kedatangan Penjabat Gubernur NTT, Drs. Robert Simbolon, MPA di Dinkes Provinsi NTT disambut dengan tarian Tortor

Dirinya menjelaskan bahwa memang akan ada banyak kendala teknis yang akan dihadapi saat pelaksanaan imunisasi tersebut. Misalnya seperti ketersediaan vaksin itu sendiri, pendistribusian vaksin, dan sebagainya. “Kita punya kompetensi untuk mengatasi kekurangan itu dan kita memiliki stakeholders yang dapat membantu mengatasi kekurangan yang ada,” tegasnya. Robert pun berharap agar pelaksanakan Kampanye Imunisasi MR nantinya dapat terlaksana dengan baik, sesuai dengan harapan. Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, drg. Dominikus M. Mere, M.Kes mengungkapkan bahwa target kegiatan Kampanye Imunisasi MR di NTT ialah 95 persen sasaran. Sasaran Kampanye Imunisasi MR ialah bayi 9 bulan sampai dengan anak kurang dari 15 tahun.
Kegiatan Imunisasi MR, lanjutnya, lebih banyak akan dilakukan di sekolah-sekolah. Kegiatan tersebut juga dilaksanakan di Puskesmas, dengan jumlah sebanyak 404 Puskesmas di seluruh NTT. Imunisasi juga dilaksanakan di Posyandu. Sementara jumlah vaksi yang dibutuhkan ialah sebesar 228.816 vial atau botol vaksin dengan pos Imunisasi MR sebanyak 9.909 pos pelayanan imunisasi. “Distribusi vaksin dilakukan melalui Kantor Pos, Pesawat dan juga kapal feri,” terangnya. “Beberapa kendala yang dihadapi ialah bahwa cuaca yang buruk yang menyebabkan pelayaran feri tertunda. Sehingga diambil kebijakan yakni dilakukan pengiriman (vaksin) melalui pesawat,” tambah drg. Dominikus. Kepala Unicef kantor perwakilan NTT/NTB, Yudhistira Yewangoe yang turut hadir pada saat tersebut menuturkan bahwa sejak tahun lalu pihaknya telah terlibat membantu pemerintah Indonesia, khususnya dalam pelaksanaan Kampanye Imunisasi MR. “Kantor perwakilan NTT mendapat tugas untuk ikut mendukung pelaksanaan Kampanye Imunisasi MR untuk wilayah Nusa Tenggara dan Kalimantan,” terang Yudhistira.
Yudhistira yang didampingi oleh dr. Vama Chrisnadarmani, MPh, Kepala Bidang Kesehatan Unicef kantor perwakilan NTT/NTB menambahkan bahwa pihaknya membantu terutama dalam hal advokasi, informasi dan edukasi serta riil time monitoring pada saat pelaksanaan.
Riil time monitoring, lanjut Yudhistira, dimaksudkan agar kendala yang ada di lapangan dapat langsung ditanggapi atau diselesaikan dengan cepat, sehingga tidak ada anak yang tidak mendapatkan imunisasi. Pantauan Medika Star, kedatangan Penjabat Gubernur NTT, Drs. Robert Simbolon, MPA di Dinkes Provinsi NTT disambut dengan tarian Tortor, sebuah tarian yang berasal daerah Sumatera Utara. Semua staf Dinkes Provinsi NTT nampak bersemangat menari, menyabut Penjabat Gubernur NTT yang saat itu didampingi oleh Kepala Biro Humas Setda Provinsi NTT, Semuel Pakereng. ♦ lintasntt.com

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.