Rp250 miliar untuk buka isolasi wilayah Amfoang

Rp250 miliar untuk buka isolasi wilayah Amfoang

GUBERNUR Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat mengatakan pemerintahannya menyiapkan anggaran sebesar Rp250 miliar untuk pembangunan ruas jalan menuju Amfoang untuk membuka keterisolasian wilayah di Pulau Timor yang berbatasan dengan Oecusse, Timor Leste itu. “Tahun ini kami siapkan Rp250 miliar untuk membuka jalan di wilayah Kabupaten Kupang, terutama di daerah Amfoang yang selama ini benar-benar terisolasi, karena topografis wilayahnya yang tidak bersahabat,” kata Gubernur Laiskodat di Kupang, Sabtu 15 September 2018.
Ia mengatakan, pemeritahannya tidak akan membangun jalan dengan alokasi dana hanya untuk satu hingga dua kilometer setiap tahun untuk 22 kabupaten/kota di provinsi setempat. “Saya mau bangun jalan sampai tuntas, jadi tidak separuh-separuh,” katanya menegaskan.
Sebelumnya, Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi menjelaskan pembangunan jalan di Kabupaten Kupang diprioritaskan untuk membuka keterisolasian wilayah Amfoang yang berbatasan langsung dengan Distrik Oecusse, Timor Leste itu. “Yang pasti tahun depan (2019) kami bangun 50 kilometer sekaligus untuk membuka isolasi wilayah Amfoang. Ini jadi bagian prioritas kami,” katanya menambahkan.
Ia mengatakan, akses jalan menuju wilayah Amfoang masih dalam kondisi rusak parah dan sangat menyulitkan masyarakat untuk melintasinya dengan kendaraan roda dua maupun roda empat, sejak Indonesia merdeka 73 tahun lalu. Untuk itu, kata Nae Soi, alokasi pembangunan jalan harus bisa menjangkau hingga puluhan kilometer sehingga segera membuka keterisolasian wilayah bagi masyarakat Amfoang yang berbatasan langsung dengan wilayah kantung (enclave) Timor Leste, Oecusse, itu.
“Dari pada kita bangun dua kilometer lalu jeda, nanti di tahun berikutnya rusak lagi, sehingga untuk Amfoang kami akan bangun 50 kilometer sekaligus,” katanya.
Ia menambahkan, pihaknya belum menentukan target ruas jalan provinsi yang akan dibangun di wilayah provinsi berbasiskan kepulauan itu untuk tahun 2019, karena angaran masih bersifat normatif.
Target pembangunan jalan, lanjutnya, akan ditetapkan setelah pemerintah provinsi mengupayakan dukungan dana alokasi khusus (DAK) yang memadai dari pemerintah pusat. “Dalam waktu dekat ini kami segera mengusahakan dukungan DAK dari pusat, baru menetapkan target-target pembangunan jalan provinsi di Nusa Tenggara Timur,” demikian Josef Nae Soi.
lan menuju Amfoang harus melintasi 188 anak sungai dengan medan jalan yang sangat buruk. ♦ antaranewsntt.com

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.