Ruang Operasi RSUD Ba’a, Kembali beroperasi setelah 11 Tahun Vakum

Ruang Operasi RSUD Ba'a, Kembali beroperasi setelah 11 Tahun Vakum

BUPATI Rote Ndao Drs. Leonard Haning, MM., meresmikan ruang operasi di RSUD Ba’a, Lekioen, kecamatan Lobalain, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Sabtu 18 Agustus 2018.
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ba’a sudah 11 tahun tidak melayani operasi di kerenakan kurangnya sumber daya seperti dokter spesialis, tetapi di bulan Agustus tahun 2018 ini sudah bisa melayani operasi di Rote Ndao tanpa harus di rujuk ke Kupang.
Dengan adanya beberapa dokter spesialis sudah memberikan harapan baru bagi masyarakat bahwa terbuka jalan untuk bisa melakukan operasi di Rote Ndao.
Dalam sambutannya ia mengatakan bahwa salah satu pelayanan medis yang sangat dibutuhkan masyarakat adalah ruang operasi. Oleh karena itu,pemerintah Rote Ndao berusaha menjawab kebutuhan ini dengan memperhatikan sumber daya yang tersedia, katanya.
“oleh karena itu,3 tahun terakhir ini pemerintah membangun 8 gedung baru di RSUD Ba’a melalui APBD Rote Ndao. Hal ini menjadi bukti keseriusan pemerintah untuk menyediakan sarana prasarana di bidang kesehatan, dengan diselenggarakan ruang operasi ini diharapkan angka rujukan dan angka kematian ibu bersalin dan bayi baru lahir akan menurun, terimakasih untuk Kementrian Kesehatan yang sudah menugaskan 4 dokter spesialis” tutupnya.
Dokter spesialis ini adalah dr.inge kurniawati, SpB, dr.Putu Andina Pramitasari, Sp.A, dr. I Gede Hary Eka Adyana SpOG, dr, Ida Bagus Ketut Swastika, SpAn.
Pantauan EXPO NTT, dalam kesempatan itu pula, para Tenaga Medis dan para medis di RSU Ba’a Bupati, wakil Bupati, Sekda, Ketua PKK Rote Ndao. Ny. Paulina Haning-Bullu, SE dan Wakil Bupati Rote Ndao terpilih Stefanus Saek, SE.M.Si. dan sejumlah komponen yang ada di wilayah Rote Ndao.
Dikatakan Direktur RSU Ba’a Dr. Ardi mengatakan “Tiga syarat baru itu di antaranya tiap-tiap RS harus memiliki layanan Geriatri untuk pasien lanjut usia (lansia), Pola Penggunaan Rasional Antibiotik (PPRA) dan terakhir RS terintegrasi pendidikan dan pelayanan, ini khususnya RS pemerintah,” ujar Dr Ardi
Ia melanjutkan, tiga syarat tersebut juga berlaku untuk RS yang sebelumnya telah mendapatkan akreditasi. Sambungnya, RS wajib memenuhi syarat tersebut saat tiga tahun setelah mengikuti akreditasi lanjutan.
Menurutnya, penambahan ketiga syarat ini sebagai langkah agar RS Ba’a lebih baik dalam hal pelayanan dan kualitas mutu layanan. ♦ ido

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.