“Rumah dan Listrik”

“Rumah dan Listrik”

RUMAH dan listrik, itu yang dijanjikan pejabat bagi rakyat di NTT. Acap kali dijanjikan, tetapi sulit direalisasikan. Janji terkini diucapkan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa NTT Sinun Petrus Manuk yang target akan bangun rumah untuk masyarakat miskin sebanyak 620.520 unit rumah. Enak didengar, apakah akan terwujud.
Omong soal rumah dan listrik sudah lama didengar,sejak empat atau lima tahun lalu. Di kampungku, demikian halnya. Janji rakyat sekampung akan menikmati penerangan listrik sejak empat tahun lalu, namun belum juga direalisasikan sampai saat ini. Entah mengapa, pejabat pengambil kebijkan tak menjelaskan secara terbuka kepada rakyat. Padahal rakyat sudah dengan susahpaya kumpul rencehan. Hanya mengurut dada sambil harap cemas.
Badan Pusat Staistik NTT pada Maret 2019 menegaskan bahwa jumlah penduduk miskinan secara nasional konon menurun, tetapi di NTT malah naik menjadi 12,21 ribu orang miskin. Seharus dengan janji pejabat, kemiskinan di NTT bisa diretas.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT, Maritje Pattiwaellapia, menyebutkan, pada Maret 2019 presentase penduduk miskin di NTT sebesar 21,09 persen, atau sedikit mengalami peningkatan sebesar 0,06 persen poin terhadap September 2018. Namun bila dibandingkan dengan keadaan Maret 2019, terdapat penurunan sebesar 0,26 persen poin.
Mengurangi angka kemiskinan di NTT perlu kerja keras pejabat mulai dari propinsi, kabupaten, kota sampai ke tingkat desa. Sebab, Presiden Jokowi sudah sejak lama gelotorkan dana disetiap desa Rp 1 miliar. Tetapi mengapa masih miskin. Mengapa kepala desa korupsi dana desa dan sudah banyak kepala desa masuk jeruji besi?
Sudah saatnya pemerintah intervensi persoalan ini. Bukan persoalan korupsi dialihkan dari pejabat pusat atau para koruptor dari Jakarta turun ke desa. Jika benar apa yang dijanjikan Petrus Manuk bangun rumah sebanyak 620 ribu unit lebih seharus angka kemiskinan di NTT dipastikan menurun.
Halnya janji menerangi desa dengan program “pasang listrik” belum terwujud perlu mendapat penjelasan instansi terkait.
Dengan adanya program Presiden Joko Widodo terkait dengan Indonesia terang yang geliatnya sudah mulai terasa oleh rakyat di semua pelosok termasuk NTT segera terwujud, bukan sekadar rakyat menyaksikan jaringan tiang dan kabel listrik.
Juga program rumah layak huni bagi keluarga miskin diharapkan jangan sekadar janji, tetapi harus segera diwujudkan sehingga hati orang miskin senang dan sukacita.
Konon, ditahun 2020 Pemerintah Provinsi NTT bersama DPRD akan membangun rumah layak huni 10 unit rumah setiap Desa. Apakah pejabat dibawahnya sudah siap menerima program ini? Ataukan para camat, kepala desa ikut aktif membangun secara gotoroyong bersama rakyat. Agar tidak terjadi kecemburuan sosial.
Ya, rumah dan listrik sedang direnacakan pemerintah dan rakyat miskin sedang menanti dengan harap-harap cemas. Kita harapkan antara janji tak sekadar janji, tetapi menjadi kenyataan. Pemerintah baik, rakyat senang. ♦

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.