Sarlin Jones, Miss Grand Indonesia 2019 Asal NTT

Sarlin Jones, Miss Grand Indonesia 2019 Asal NTT

Kata hati terdalam Sarlin Jones,”Terimakasih banyak kepada kedua orang tua saya, pemerintah NTT, dan basodara semua yang sudah mendukung saya,” ungkap Sarlin Jones.

 

GELAR Miss Grand Indonesia 2019 kini disandang Sarlin Jones, dara cantik yang menjadi perwakilan dari Nusa Tenggara Timur (NTT).
Mahkota yang sebelumnya dikenakan oleh Nadia Purwoko, Miss Grand Indonesia 2018, akhirnya disematkan ke kepalanya oleh Miss Grand Internasional 2018 Clara Sosa.
Sarlin Jones dinobatkan sebagai Miss Grand Indonesia 2019 setelah menyisihkan 33 finalis lain di ajang Miss Grand Indonesia (MGI) 2019.
Di malam penganugerahan gelar MGI 2019 pada 29 Agustus lalu, gadis berusia 18 tahun itu mengaku begitu bangga dan terharu dinobatkan menjadi juara satu Miss Grand Indonesia.
“Terimakasih banyak kepada kedua orang tua saya, pemerintah NTT, dan basodara semua yang sudah mendukung saya. Sahabat-sahabat saya di NTT dan seluruh Indonesia, terimakasih banyak. Tentunya saya bisa berdiri di sini sebagai pemenang MGI 2019 karena dukungan dari teman-teman semua,” ungkap Sarlin.

Siapakah Sarlin Jones?
Sarlin Jones lahir di Kupang, ibu kota Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 8 Mei 2001. Ia merupakan putri pertama dari pasangan David Jones dan Adriana Lede (Alm).
Gadis berzodiak Taurus ini berdarah blasteran Indonesia-Amerika. Ayahnya berasal dari Amerika, sementara almarhum ibunya berasal dari Sabu Raijua – NTT. Mereka menetap di Sikumana, Kota Kupang.
Sarlin memiliki seorang saudari perempuan yang tak kalah cantik, Daleta Jones. Saat ini, sang adik tengah menempuh pendidikan di SMA Gloria, Sikumana, Kota Kupang.
Sarlin Jones sendiri merupakan lulusan sekolah SMA Negeri III Kupang. Sebelum mengikuti ajang MGI 2019, ia sempat berkerja sebagai freelance model di Kupang.
Saat ditanya alasannya mengikuti ajang MGI 2019, selain ingin mencari pengalaman baru, pemilik akun @sarlinjones ini mengaku ingin mengharumkan nama NTT.
“Untuk mencari pengalaman. Saya juga ingin membanggakan nama Nusa Tenggara Timur. Sehingga saya nanti bisa menjadi panutan untuk generasi-generasi selanjutnya agar bisa mengikuti ajang seperti ini,” jelasnya pada masa karantina MGI 2019.
Sementara itu, dalam sesi tanya-jawab di malam puncak MGI 2019, ia ditanya tentang siapa tokoh yang menjadi inspirasi dalam hidupnya.
“Sosok yang menjadi inspirasi saya adalah ayah saya. Ia selalu memberikan yang terbaik buat saya. Ia selalu mendukung saya dalam setiap keadaan. Ia adalah sahabat terbaik saya. Selain ayah, bagi saya, ia juga ibu bagi saya,” jawab Sarlin Delee Jones di hadapan para juri.

Di Mata Sang Ayah

Adriana Lede (almarhumah) & David Jones

Diketahui, ibu Sarlin, Adriana Lede meninggal pada 8 Maret 2017. Sejak saat itu, Sarlin dan Daleta dibesarkan oleh sang ayah, David Jones.
Menurut penuturan sang ayah, ada perbedaan mencolok antara kedua putrinya, Sarlin dan Daleta.
“Sarlin itu pendiam, bahkan pemalu atau mungkin kita bisa sebut malu-malu kucing. Beda dengan Daleta yang lebih aktif dan cerewet,” ungkapnya seperti dilansir Pos Kupang, Rabu 30 Agustus 2019.
Menurut David, semasa di bangku TK, SMP dan SMA Sarlin bertumbuh dengan baik. Selain mendapat pelajaran di sekolah, ia juga membekali Sarlin dengan banyak pengetahuan umum.
“Saya sudah banyak pengalaman, sudah keliling dunia, saya ceritakan kepada dia, apa saja yang saya ketahui dan selalu mendorongnya agar rajin belajar bukan hanya materi yang diberikan guru tapi apapun harus kita pelajari,” jelasnya.
David menuturkan, putri sulungnya itu sempat berkonsultasi dengannya sebelum memutuskan ikut seleksi Miss Grand Indonesia 2019.
Ia mengaku kaget sekaligus senang dengan keberanian Sarlin, mengingat Sarlin merupakan seorang yang pemalu dan pendiam.
Jelang malam puncak MGI 2019, David meminta putri bungsunya, Daleta mendampingi Sarlin.
“Yah, saya bukan seorang yang banyak uang. Jadi, kami tidak bisa jalan semuanya. Saya dan keluarga di Kupang, kami nonton bareng dan bahagia melihat Sarlin,” terangnya.
David menuturkan, beberapa jam setelah dinobatkan menjadi Miss Grand Indonesia, Sarlin menghubunginya melalui telepon. Putrinya itu mengucap terima kasih untuk dukungan dan doa dari semua keluarga.

 

Sarlin di mata Edwin Lerrick

Belum banyak yang mengetahui jika Sarlin Jones, wanita cantik ternyata bagian dari kehidupan Edwin Lerrick Pemilik Lavalon Kupang pegiat pariwisata NTT. Ibunda Sarlin adalah Adriana Lede (Almarhum) sebelum menikah dengan suaminya David Jones adalah pemandu wisata atau guide di Lavalon Turism atau Biro Perjalanan Lavalon sekalin home stay atau pondok wisata yang terletak di Pantai Tode Kiser Kupang.
“Dulu, mamanya Sarlin Jones bekerja dengan saya sebagai pemandu wisata atau guide. Ibu Adriana Lede adalah wanita pintar bahasa Inggeris. Karena masih lajang, saya sarankan Adriana supaya menikah dengan orang bule. Maka berkenalanla dengan David Jones dan mempunyai anak yang kini sangat dikenal ke manca Negara sebagai Miss Grand. Sangat luar biasa. Sekarang ayahnya dari Sarlin menetap di Sikumana. Saya merasa, Sarlin, ayah dan ibundanya bagian dari hidup saya karena dulu sering bersama di Home Stay saya,” kenang Edwin Lerrick menjawab EXPO NTT.

Tentang Miss Grand Indonesia
MGI adalah kontes kecantikan yang diselenggarakan pada tahun 2018 oleh Yayasan Dharma Gantari dengan Dikna Faradiba sebagai Direktur Nasional.
Pemenang kontes ini akan mewakili Indonesia di ajang Miss Grand International, kontes kecantikan dunia yang telah dimulai sejak 2013 dengan moto Stop War And Violence.
Pada tahun 2018, Miss Grand Internasional memberikan kepercayaan kepada Yayasan Dharma Ganitra Indonesia untuk menggelar kontes kecantikan secara nasional dengan judul “Miss Grand Indonesia” (MGI).
Miss Grand Indonesia 2019 – Instagram/@officialmissgrandindonesia
Trending: Soal Danau Kelimutu, Clarita Mawarni Salem Meminta Maaf Pada NTT
Mengangkat tema Beauty in Diversity, MGI dimaksudkan untuk mengungkapkan kecantikan wanita Indonesia dari keragaman suku bangsa dan budaya.
Sosok Miss Grand Indonesia akan mewakili wanita Indonesia yang modern, mandiri, memiliki jiwa sosial serta dapat berkontribusi diberbagai bidang baik sosial, pemberdayaan, pariwisata dan ekonomi.
Karenanya, selain mengungkap bakat-bakat terpendam wanita Indonesia, MGI diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para generasi muda menghadapi tantangan di abad 21. ♦ wjr/kliktrend.com

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.