SD GMIT Ende tampung mayoritas Murid Islam, Satu-Satunya di Indonesia

SD GMIT Ende tampung mayoritas Murid Islam, Satu-Satunya di Indonesia

TIDAK banyak orang tahu bahwa satu-satunya sekolah Kristen di Indonesia yang mayoritas siswanya beragama Islam ada di Kota Ende-Flores, tempat Bung Karno merumuskan Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia.
Sekolah tersebut bernama SD GMIT 04 Ende 1948. Sesuai namanya sekolah milik Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) ini berdiri pada tahun 1948. Segudang prestasi telah diukir sekolah ini sudah sejak lama. Ini terbukti dari ratusan piala yang tersimpan rapi di salah satu sudut ruangan.
Terpilih sebagai sekolah model dengan nilai akreditasi A selama sekian tahun sekolah ini mendapat kepercayaan yang luar biasa dari warga sekitar yang kebanyakan beragama Islam. Dengan siswa sebanyak 503 orang saat ini, jumlah siswa beragama Islam sebanyak 268 (53%), Protestan 195 orang (38%) Katolik 28 orang (5%) dan Hindu 12 orang (2%). Nur Faida, salah satu orang tua murid yang beragama Muslim mengaku sengaja memilih sekolah ini karena memiliki prestasi dan reputasi yang bagus.
“Saya sengaja sekolahkan anak saya di sini karena reputasi dan prestasi sekolah ini sejak dulu bagus. Suami saya juga dulu alumni sekolah ini,” ujar Nur.
Selain prestasi, Nur menyebut sekolah ini menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi beragama. “Kami senang, sekolah ini tidak membeda-bedakan agama. Untuk anak-anak Muslim disiapkan guru Muslim dan mereka belajar agama setiap hari Senin,” katanya.
Sebagai salah satu alumni, Chairul Rasyid (52) juga bangga menyekolahkan anaknya di SD GMIT 04 Ende 1948. “SD GMIT ini boleh dikatakan sekolahnya orang Ende. Bukan hanya saya, kakek saya juga sekolah di sini. Anak saya adalah generasi ketiga di sini. Ini salah satu sekolah terbaik di Ende,” jelas Chairul kepada Berita GMIT pekan lalu.
Lantaran antusias para orang tua murid menyekolahkan anak-anak mereka di sekolah ini, Siwa Mandaro, kepala sekolah setempat mengaku kewalahan menerima pendaftaran murid baru setiap tahun ajaran. Terpaksa mereka hanya membuka pendaftaran selama 2,5 jam saja. “Sekolah lain buka pendaftaran berminggu-minggu, SD GMIT 04 Ende hanya buka pendaftaran dua setengah jam. Orang tua yang datang daftar baik Kristen maupun Islam perlakuannya sama. Semuanya dibagikan formulir dan dua setengah jam kemudian pendaftaran ditutup,” kata Siwa.
Sungguh berkesan dan unik menyaksikan suasana keberagaman yang terlihat setiap pagi saat para orang tua Muslim mengantar anak-anak mereka ke sekolah ini. Meski tidak ada larangan menggunakan busana Muslim, namun tidak ada satu pun siswa Muslim mengenakan jilbab. “Sekolah ini tidak ada aturan atau larangan memakai busana Muslim. Tapi mungkin karena orang tua di sini tahu ini sekolah Kristen maka secara alamiah mereka mengerti itu,” ujar Siwa. ♦ sinodegmit.or.id

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.