Sekda Kabupaten Kupang segera mengundurkan diri

Sekda Kabupaten Kupang segera mengundurkan diri

Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur Hendrik Paut menyatakan akan segera mengundurkan diri dari jabatannya, sebagai konsekuensi dari pencalonannya sebagai bakal calon Bupati Kupang periode 2018-2023 pada ajang Pilkada serentak 2018 di kabupaten itu.
“Saya akan segera mengundurkan diri. Tidak perlu ada yang mendesak-desak saya, karena semua ada aturan mainnya,” katanya kepada wartawan di pusat pemerintahan Kabupaten Kupang di Oelamasi, Kamis, terkait adanya dorongan dari sejumlah pihak yang mendesaknya untuk segera meninggalkan jabatan Sekda.
Dalam ajang Pilkada 2018 di Kabupaten Kupang, Hendrik Paut bergandengan dengan Jeri Monas akan bertarung dalam arena politik lima tahunan itu, setelah mendapat kekuatan politik dari Partai Demokrat, PKPI serta Partai Perindo. Putra asal Takari, Kabupaten Kupang itu mengatakan, sekali pun maju dalam pilkada Kabupaten Kupang, namun tidak memanfaatakan jabatannya sebagai sekda untuk memobilisasi dukungan.
Ia mengatakan, dirinya akan mengundurkan diri dari jabatan Sekda Kabupaten Kupang setelah KPU setempat menetapkan mereka sebagai calon bupati dan wakil bupati Kupang periode 2018-2023.
“Saya tahu diri. Ketika sudah ditetapkan sebagai calon kepala daerah oleh KPU baru saya akan mengundurkan diri. Tidak perlu dipaksa-paksa karena ada aturan yang mengaturnya,” katanya menegaskan.
Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Kupang Hans Christian Louk menegaskan, bagi calon yang masih berstatus sebagai PNS harus mengundurkan diri dari jabatannya di pemerintahan.
“Surat pernyataan pengunduran diri itu harus dimasukan dalam berkas administrasi ketika mendaftar ke KPU pada 8-10 Januari 2018, sedang penetapan pemberhentiannya harus diterima KPU satu bulan sebelum pemungutan suara berlangsung,” kata Hans.
Ia juga menambahkan, khusus untuk Wakil Bupati Kupang Korinus Masneno yang juga ikut maju dalam pilkada Kabupaten Kupang tahun 2018 harus mengajukan cuti paling lambat setelah tiga hari KPU menetapkanya sebagai bakal calon Bupati Kupang. “Selama cuti yang bersangkutan harus melepas semua jabatan di pemerintahan Kabupaten Kupang. Beliau tidak boleh menggunakan semua fasilitas negara seperti kendaraan dinas maupun menempati rumah dinas. Selama cuti beliau harus menjadi orang bebas,” demikian Hans Louk. ♦ antarantt.com

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.