Seminar Best Practice Citynet Digelar di Pemkot Kota Kupang

Seminar Best Practice Citynet Digelar di Pemkot Kota Kupang

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Kupang akan menjadi tuan rumah pelaksanaan seminar dan sharing best practice citynet Indonesia tahun 2019. Dalam rapat persiapan pelaksanaan seminar dan sharing best practice citynet Indonesia di ruang Garuda Kantor Wali Kota Kupang, Selasa 3 September 2019 hadir Presiden Citynet Indonesia, Saifulilah yang juga Bupati Sidoarjo. Selain itu, hadir pula pejabat dari Bogor, Sidoarjo, Sukabumi dan lainnya. Pejabat Pemkot Kupang yang hadir dalam pertemuan ini antara lain, penjabat Sekda, Elvianus Wairata, Asisten I, Yos Rera Beka, Asisten III, Jhon Pelt dan pimpinan OPD.
Dalam sambutannya Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore mengatakan, sebuah kehormatan bagi Pemkot Kupang karena pertemuan ini dihadiri langsung Presiden Citynet dan jajarannya. “Tentunya kebanggan bagi kami di Kota Kupang, hari ini dikunjungi oleh presiden, wakil presiden dan sekretaris presiden citynet Indonesia. Inilah Kota Kupang yang merupakan ibu kota provinsi NTT,” kata Jefri.
Dalam kesempatan ini Jefri menjelaskan kondisi wilayah yang ia pimpinnya bersama Hermanus Man sebagai Wakil Wali Kota. “Kota Kupang memiliki penduduk hampir 550 ribu jiwa, dengan Pendapatan Asli Daerah mencapai Rp150 lebih miliar dan APBD senilai Rp 1,3 triliun,” kata Jefri.
Thema kegiatan yang disiapkan, kata Jefri, strategi pengembangan smart city.
Sedangkan tujuan kegiatan adalah, menyediakan landasan materi dan implementasipraktis rencana pengembangan daerah dengan konsep smart city bagi kota-kota anggota citynet Indonesia. Selain itu, mendorong proses pengembangan smart city yang efektif, efisien, inklusif dan partisipatif.
Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore dalam kesempatan ini mengusulkan agar pelaksanaan seminar dan sharing best practice citynet Indonesia tahun 2019 diundur agar Pemerintah Kota Kupang sebagai tuan rumah dapat melakukan persiapan lebih matang lagi.
“Kalau tanggal 18 atau 23 September waktunya terlalu mepet. Kalau bisa kita usul undur ke akhir Oktober atau November karena kita harus merancang undangannya, menghubungi narasumber dan persiapan lainnya,” kata Jefri. Presiden Citynet Indonesia, H. Saiful Ilah mengatakan, rapat persiapan ini sangat penting, agar semua pihak bisa bekerjasama menjadikan Indonesia dan seluruh kota/kabupaten yang ada sebagai daerah yang smart.
“Semua pengurus diharapkan dapat mengamati dan melihat hal apa saja yang akan dibahas nantinya. Misalnya pelayanan publik, smart city atau kota pintar, dan bagaimana memaksimalkan kerja untuk pelayanan kepada masyarakat. Ada juga masalah aset, misalnya ada aset yang dimiliki pemerintah namun dibiarkan begitu saja tanpa adanya pemanfaatan untuk mendapatkan pendapatan asli daerah. Kita juga harus bekerjasama dengan semua pihak, misalnya dengan pemerintah lain, pemerintah luar negeri dan lembaga lainnya,” kata Saiful.
Selain itu, yang tidak kalah penting adalah penganggarannya, bagaimana dianggarkan agar bisa dilakukan pelatihan di daerah-daerah yang sudah maju, misalnya di luar negeri.
Dikatakan, ke depan Sekretariat Citynet juga sangat membutuhkan staf atau tenaga ahli yang dapat membantu semua tugas kepengurusan citynet. Pasalnya, para pejabat pengurus Citynet memiliki tanggungjawab di pemerintahan.
Dalam pertemuan ini akhirnya disepakati jika tenaga yang akan ditempatkan pada sekretariat Citynet adalah mereka yang non ASN. Sedangkan menyangkut gaji para petugas sekretariat citynet akan ditanggung oleh organisasi citynet dan Pemerintah daerah setempat. ♦ epo

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.