Siapakah Cagub NTT dari PDIP?

Siapakah Cagub NTT dari PDIP?

♦ Ketua DPD PDIP NTT: Adinda punya hak politik

 

MASYARAKAT NTT sampai kini masih menanti dengan harap-harap cemas, Calon Gubernur NTT dari PDIP. Ada dua nama yang dipridiksi banyak kalangan akan keluar dari PDIP. Siapakah kedua nama itu? Ibu Adinda Lucya Lebu Rayakah, atau Kristo Blasin? Atau, apakah PDIP bakal mencalon yang bukan dari kader PDIP. Sementara Ibu Lucia Adinda Lebu Raya tidak pernah melamar dan tidak mengikuti semua tahapan seleksi sesuai aturan baku di PDIP terkait penjaringan calon kepala daerah.
Ketua DPD PDIP NTT Frans Lebu Raya, Rabu 24 Oktober 2017 kepada EXPONTT menegaskan,” Ya,, kan ada kader hebat dari PDIP. Ada Kristo Blasin, dan ada Ibu Adinda Lucia Lebu Raya. Pak Kristo sudah mengikuti semua tahapan. Tapi ada juga Ibu Adinda Lucia Lebu Raya. Memang tidak melamar sebagai bakal calon gubernur atau wakil gubernur, tetapi Adinda juga punya hak politik maju sebagai bakal calon gubernur atau bakal wakil gubernur. Ibu Lucia punya aksesbilitas yang sangat kuat sesui jabatan yang diembannya. Berpendidikan sarjana, magister, tetapi yang terpenting, Adinda adalah Ketua PKK NTT selama hampir 9 tahun. Adinda sering keliling NTT, menemui masyarakat bahkan tidur di desa-desa. Saya kira namanya sudah melekat di hati masyarakat NTT. Kedua Adinda juga Ketua Pramuka NTT. Juga sering keliling NTT dari desa ke desa untuk memajukan pramuka. Jadi sudah dikenal. Mengapa orang bilang Adinda tidak memenuhi syarat? Benar, Adinda tidak melamar, tetapi ada aturan khusus yang menjadi kebijakan DPP PDIP. Kalau Pak Kristo Blasin memang sudah sosialisasi sejak Februari 2017. Tinggal saja menanti keputusan dari DPP.”
Seperti diwartakan portal nttterkini.com, Ketua DPD PDIP Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya mengatakan PDIP belum menentukan siapa calon gubernur yang diusung pada Pilkada Gubernur 2018 mendatang.
“Kami masih berproses. Tunggu saja,” kata Frans Lebu Raya di sela- sela acara panen perdana pari SRI di Kelurahan Tarus, Kupang, Sabtu, 21 Oktober 2017. Terkait dengan peluang bakal calon gubernur yang telah mengikuti fit and propertest di DPP PDIP, seperti Kristo Blasin, Ibrahim Medah, Marianus Sae dan lainnya, Frans enggan berkomentar banyak, dan meminta untuk menunggu, karena masih dalam tahap proses di PDIP.
Setelah melakukan fit and propertes bagi 15 bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) yang telah mendaftar ke DPD PDIP NTT maupun dan DPP PDIP. Selanjutnya, PDIP akan menggunakan lembaga survey untuk melakukan survey bakal calon yang diusung PDIP. “Tahapan selanjutnya adalah survey bagi bakal calon gubernur yang maju bertarung di Pilkada Gubernur NTT,” kata Ketua Desk Pilkada DPD PDIP NTT, Yunus Takadewa.
Sebelumnya sebanyak 12 balon Gubernur NTt dan tiga balon cawagub NTT mengikuti fit and propertes di DPP PDIP. Hasil fit and propertes itu akan dievaluasi oleh DPP PDIP yang akan dipadukan dengan hasil survey untuk menentukan calon yang akan diusung. “Setelah survey batu kami menetapkan calon gubernur,” tegasnya. ♦ wjr

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.