Siswi Smater dan Frateran Ndao Lolos Seleksi ke Amerika

Siswi Smater dan Frateran Ndao Lolos Seleksi ke Amerika

DUA orang siswi asal SMAK Frateran Maumere (Smater) dan SMAK Frateran Ndao (Frando) lolos seleksi dan terpilih dalam beasiswa penuh dari Youth Exchange and Study (YES) untuk menempuh pendidikan selama setahun ke Amerika, sejak tahun 2019 sampai 2020 mendatang.
“Kedua siswi tersebut yakni Petrasia Depe Gani dari Smater Maumere dan Olga Sandrina Ndungga Wangge dari Frado Ndao Ende. Kedua sekolah ini berada di bawah naungan yayasan Mardi Wiyata,” sebut Fr. M. Polikarpus, BHK, Kamis 28 Februari 2019.
Dikatakan Frater Poli, sapaannya, siswa Sandrina akan berada di bawah naungan Placement Organization ACIE sementara Petrasia di bawah naungan ACES. Keduanya akan berangkat ke Amerika Serikat pada 5 Agustus 2019.
Ketua Yayasan Mardi Wiyata Fr. M. Polikarpus, BHK. Foto: Ebed de Rosary
“Kedua siswi ini harus mengikuti tahap seleksi yang sangat ketat antara lain dinamika kelompok, wawancara dalam bahasa Inggris dan Indonesia, tes psikologi, esai dalam bahasa Inggris serta English Test to International Student,” jelasnya.
Seleksinya memang sangat ketat, kata Frater Poli, dimana kedua siswi ini harus bersaing dengan siswa-siswi lainnya dari seluruh sekolah di Indonesia. Namun berkat ketekunan dan bekal pendidikan yang didapat di sekolah membuat keduanya berhasil lolos.
“Selama kurun waktu 4 tahun terakhir, Smater Maumere selalu mengirimkan wakilnya dan lolos seleksi dalam program YES. Prestasi ini patut kita syukuri dan berharap agar terus dipertahankan,” tegasnya.
Ditambahkan Frater Poli, selain program YES, pihaknya pun selalu mengikutsertakan siswa-siswi di sekolah yang berada di bawah naungan yayasan Mardi Wiyata untuk mengikuti beasiswa ke luar negeri dari lembaga apa pun. Saat ini ada dua orang siswa Smater yang sedang menempuh pendidikan di Jepang.
“Kita bersyukur sebab orang tua wali murid selalu mendukung langkah yang diambil pihak sekolah. Para siswa pun diperbolehkan untuk mengikuti kegiatan ekstra kurikuler terkait dengan minat dan bakat,” terangnya.
Sementara itu, Agusto da Costa, salah seorang wali murid kepada Cendana News mengaku puas dengan menyekolahkan ketiga anaknya di SMPK Frater dan SMAK Frateran Maumere. Anak sulungnya pun bisa lulus tes UMPTN dan saat ini kuliah di IPDN Sumedang Jawa Barat.
“Meskipun biayanya mahal namun kualitas lulusannya terjamin. Anak-anak pun dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan. Hampir tidak ada waktu istirahat sebab sore hari selalu ada les dan latihan keterampilan,” terangnya.
Yang terpenting, kata Agus, siswa-siswi dididik dengan disiplin yang tinggi. Sekolah pun selalu mencari beasiswa baik di dalam negeri maupun ke luar negeri dan para siswa diminta untuk mengikuti seleksi. ♦ cendananews.com

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.