SMAN 3 Kupang Pungut Rp 237 Ribu Per Siswa, Ini Penjelasan Kepseknya

SMAN 3 Kupang Pungut Rp 237 Ribu Per Siswa, Ini Penjelasan Kepseknya

TERKAIT pungutan uang pembangunan di Sekolah SMAN 3 Kupang sebesar Rp 237 ribu yang diminta dari setiap orang tua siswa, akhirnya Dra. Selfina S. Dethan selaku Kepala Sekolah angkat bicara.
Saat di temui wartawan faktahukum.co.id di ruang kerjanya, Sabtu 23 Juni 2018, Dra. Selfina S. Dethan menjelaskan bahwa benar ada pungutan sebesar Rp. 237 ribu per siswa.
Namun, menurutnya itu merupakan kesepakatan dari orang tua atau wali murid dalam rapat bersama Komite sekolah beberapa waktu yang lalu. Tidak benar jika pungutan itu dilakukan dirinya tanpa ada kesepakatan bersama.
Menurutnya lagi, di tahun 2018, SMAN 3 Kupang mendapat bantuan renovasi gedung sekolah dari APBN sebesar Rp. 1,5 miliar. Namun kata Selfina, untuk mendapatkan anggaran tersebut salah satu syaratnya sekolah harus mempunyai dana shering Komite, karena anggaran yang tersedia tidak cukup. Untuk seluruh Indonesia hanya 16 sekolah saja yang mendapat anggaran renovasi gedung.
“Saya sebagai kepala sekolah mengundang komite sekolah dan orang tua murid untuk rapat bersama terkait kekurangan dana sebesar Rp. 500 juta. Sementara anggaran yang kita butuhkan sebesar Rp. 2 miliar,” ujarnya.
Selfina menambahkan, ketika rapat pertama kali Komite bersama orang tua murid kelas 12, karena mereka sudah mau tamat, disepakati per siswa sebesar Rp. 100 ribu. Hal itu tidak menutup kemungkinan juga ada orang tua atau wali murid yang mau menyumbangkan lebih itu. Hal itu tidak menjadikan para orang tua murid berkeberatan. Sementara, dana yang berhasil dikumpulkan Rp. 158 juta. Adapun kekurangannya adalah sebesar Rp. 342 juta.
Selanjutnya, menurut Selfina, rapat kedua Komite bersama orang tua murid, jumlah keseluruhan kelas 10 dan 11 adalah sebanyak 1444 siswa (tidak termasuk siswa Adem 15 siswa). Sementara kekurangan anggaran sebesar Rp. 342 juta, akhirnya setelah dihitung, per siswa adalah sebesar Rp. 236,843 yang dibulatkan menjadi Rp. 237 ribu. Semua orang tua murid setuju dan tidak ada yang keberatan.
“Mungkin jika ada orang tua murid yang merasa keberatan, karena pada waktu rapat dengan komite mereka tidak hadir sehingga mereka orang tua murid tidak tahu,” kata Selfina. “Jadi lewat media ini saya sebagi Kepala Sekolah SMAN 3 Kupang memohon maaf kepada orang tua murid yang tidak hadir pada waktu rapat dengan komite. Tidak benar kalau saya melakukan pungutan tanpa sepengetahuan orang tua murid,” ujarnya lebih lanjut.
“Perlu saya tegaskan kepada orang tua atau wali murid SMAN 3 Kupang, bahwa pungutan ini bukan setiap tahun, tapi hanya di Tahun 2018 ini karena ada renovasi gedung sekolah,” imbuhnya.
“Di SMAN 3 Kupang yang dibebankan kepada siswa hanya uang komite per bulan sebesar Rp 100 ribu. Itu pun tidak semua karena ada sekitar 300 siswa dibebaskan 100 persen karena mempertimbangkan faktor ekonomi orang tua,” pungkasnya. ‚ô¶¬†faktahukum.com

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.