SMK Swasta Katolik Syuradikara Pencipta Pahlawan Utama

SMK Swasta Katolik Syuradikara Pencipta Pahlawan Utama

Oleh : Eto Kwuta

 

SMK Swasta Katolik Syuradikara Ende merupakan sekolah yang berada di bawah naungan Yayasan Persekolahan Santo Paulus Ende (YASSPA Ende). Berdasarkan izin operasional Bupati Ende, sekolah ini didirikan pada tanggal 10 April 2013 dengan mengemban visi: Pencipta Pahlawan Utama dan misi: Membina Sumber Daya Manusia yang Trampil, Cerdas dan Berpikir Maju serta Memberikan Pelayanan yang Maksimal untuk Mencapai Prestasi Tertinggi Sebagai Wujud Nyata Pengabdian terhadap Masyarakat.
SMK Swasta Katolik Syuradikara memiliki Kompetensi atau Program Studi Kealihan Pariwisata atau Usaha Perjalanan Wisata (UPW). Ada 6 ruang yang tersedia dan terpakai sebagai ruang kelas dan 1 ruang perpustakaan yang mengoleksi buku-buku pelajaran dan bacaan tentang budaya, pariwisata, dan lain-lain. Buku-buku tersebut ada yang berbahasa Inggris dan Indonesia.
Saat ini, Br. Pius Ledo, SVD menjabat sebagai Kepala Sekolah. Sebagai Kepala Sekolah, beliau mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada semua pihak yang telah berjuang menyukseskan proses pendidikan di SMK Syuradikara. Kepada guru-guru yang hebat, anak-anak didik, orang tua, dan semua masyarakat, Bruder Pius mengungkapkan bahwa SMK Swasta Katolik Syuradikara masih menempati posisi pertama untuk tingkat SMK sekabupaten Ende. Sekolah ini masih muda, belum dikenal oleh masyarakat luas, tetapi sudah berhasil menghasilkan luluasan yang bekerja di Labuan Bajo, Bali, Jakarta, dan beberapa tempat lain di Indonesia.
Selama 6 tahun berjalan, SMK Syuradikara telah meluluskan 3 angkatan yang sudah bekerja di berbagai kota di Indonesia. Pada tahun 2018 lalu, Agustina Ndea, siswi angkatan ketiga SMK Syuradikara berhasil mengharumkan nama sekolah karena menjadi pramugari di Maskapai Penerbangan Garuda Indonesia. Agustina Ndea yang akrab dipanggil Tin mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada lembaga pendidikan SMK Swasta Katolik Syuradikara yang telah mendidiknya selama 3 tahun. Menurutnya, saya memilih SMK Syuradikara karena pada saat lulus, saya siap bekerja sesuai dengan kompetensi yang saya miliki. Ia menambahkan, saya belajar bahasa Inggris dan berbicara menggunakan bahasa Inggris sehingga sekarang saya bisa menjadi pramugari.
SMK Syuradikara juga memiliki program yang biasa dijalankan per semester, misalnya Study Tour pada bulan Februari dan Praktik Kerja Industri (Prakerin) pada awal Juni di Bali. Dalam kegiatan Study Tour dan Prakerin, anak-anak diminta membuat laporan tertulis. Hal ini sudah dijalankan dengan baik sebagai bagian dari kerja tangan (Opus Manuale).

Menciptakan Pahlawan Utama
Dalam semangat St. Arnoldus Jansesn dan St. Josep Freinadametz, SMK Swasta Katolik Syuradikara bekerja keras untuk menjalankan visinya secara baik, yakni menciptakan pahlawan utama. Anak-anak didik dibentuk dengan spiritualitas SVD atau Serikat Sabda Allah. Hal yang menjadi dasar ialah “Sabda itu harus menjadi nyata.”
Dalam usia 6 tahun ini, SMK Swasta Katolik Syuradikara akan terus bekerja keras untuk membuktikan visi dan misinya dengan baik. Menurut ibu Ina Koban, kualitas sebuah lembaga pendidikan bukan terletak pada namanya, tetapi bagaimana proses itu dijalankan setiap hari. Ia menambahkan bahwa ada banyak hal dilakukan di SMK Syuradikara yang berorientasi pada pembentukan karakter anak didik seperti pelatihan menjadi guide, seni teater, study tour, Prakerin, Komunitas Sastra, dan lain-lain.
Inti dari semua kegiatan ini adalah untuk menciptakan pahlawan utama yang siap dipakai di dalam dunia industri di tengah pasar bebas dengan teknologi yang canggih. Bruder Pius Ledo SVD mengharapkan kerja keras guru untuk mencapai visi dan misi ini. Kalau bukan sekarang, kapan lagi, katanya.♦

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.