SMPN 1 Nangapanda menuju sekolah masa depan bermartabat

SMPN 1 Nangapanda menuju sekolah masa depan bermartabat

NANGAPANDA, kota kecamatan, kota kecil di Kabupaten Ende. Di kota kecil ini, ada sekolah, SMP Negeri 1 Nangapanda, sekolah berprestas menuju sekolah yang bermartabat dan punya misi mulia mencetak generasi muda masa depan yang berkualitas sesuai tuntutan zaman.
“Pada USB dan UN SMP Negeri 1 Nangapanda menerima sekolah- sekolah di Kecamatan Nangapaanda seperti SMP Negeri 7 dan 8 untuk melaksanakan ujian berbasis. Model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang digunakan sebagai pedoman dalam melakukan pembelajaran yang disusun secara sistemas, untuk mencapai tujuan belajar yang menyangkut sintaksis, sistem sosial, prinsip reaksi dan sistem pendukung,” jelas kepala sekolahnya Drs. Pius Wiku.
Menurutnya, prinsip-prinsip pembelajaran meliputi, peserta didik difasilitasi untuk mencari tahu, peserta didik, belajar dari berbagai sumber belajar, proses pembelajaraan menggunakan pendekatan ilmiah, pembelajaran berbasis kompetensi, pembelajaran yang menekankan pada jawaban divergen yang memiliki kebenaran multi dimensi, pembelajaran berbasis keterampilan aplikatif, peningkatan keseimbangan, kesinambungan, dan keterkaitan antara hard-skills danskills, pembelajaran yang mengutamakan pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik sebagai pembelajar sepanjang hayat dan pembelajaran yang menerapkan nilai-nilai dengan memberi keteladanan (ingngarso sung tulodo), membangun kemauan (ingmadyomangunkarso), dan mengembangkan krea?vitas pesertadidik dalam proses pembelajaran (tut wurihandayani), Pembelajaran diawali dengan doa dan dilanjutkan penyampaian KD, tujuan pemnelajaran, KKM diakiri dengan evaluasi pembelajaran.
Hasil evaluasi pembelajaran ditindaklanju dengan kegiatan kokurikuler yang dilaksanakan dalam bentuk remedial dan pengayaan yang dilaksanakan setelah selesai pembelajaran yang dijadwalkan pukul 14.00 sampai 15.30 yang dilakukan pada hari Senin sampai Rabu, dilanjutkan pemenuhan beban kerja guru sampai jam 16.30 Wita.
Tolok ukur, masih menurut Pius Wiku, yaitu Bahasa Indonesia 72 Baik, Bahasa Inggris 72 Baik, IPA 75 Baik, Matematika 75 Baik,Pendidikan Agama 75 Baik, PPKn 74 Baik, IPS 70 Baik, Pend. Seni Budaya 79 Baik, Pendidikan Jasmani dan Olahraga 79 Baik dan Prakarya 79 Baik. “ Kami di sekolah bertekad melayani yang terbaik untuk siswa sehingga memenuhi syarat dan dapat diterima di semua sekolah,” jelas Pius Wiku.

Ektrakurikuler Wajib
Kegiatan pramuka dijadwalkan setiap hari jumat pada pukul 13.00 sampai 14.20 yang diatur secara bergilir dengan ekstrakurikuler lainya (drumband, pembinaan karakter religius). Kegiatan pramuka dimulai dari penanaman sikap 5S sampai perkemahan yang dilaksanakan pada
setiap akir tahun pelajaran. Peserta didik SMPN 1 Nangapanda mengirimkan peserta (siswa) mengikuti JAMDA dan JAMNAS seperti tahun 2016.
“Selain ekstrakurikuler wajib ada juga kurikuler pilihan. Ini sesuai dengan minat dan bakat peserta didik dikelompokan dalam jenis kegiatan seperti bola kaki, bola voli, badminton, tenis meja yang didampingi oleh masing-masing pembina yang dilaksanakan pada hari Kamis sore pada pukul 14.00 sampai 15.00.Hasil kegiatan bakat dan minat mengikuti Lomba O2SN tngkat kecamatan sampai kabupaten serta momentum lainnya seperti 17 Agustus dan 2 Mei,” kata Pius Wiku.
Sekolah ini juga punya program eksrakurikuler pilihan. Dijelaskan Pius Wiku, program ini sesuai dengan minat dan bakat peserta didik dikelompokan dalam jenis kegiatan seperti seni suara, seni musik (modern dan tradisional), seni tari, kasida, drumband) yang didampingi oleh masing-masing pembina yang dilaksanakan pada hari kamis sore pada pukul 14.00 sampai 15.00.
Hasil kegiatan bakat dan minat dipentaskan saat momentum HUT RI, HUT Sekolah dan berbagai acara kenegaraan maupun swasta.” Sekolah ini,hamper setiap tahun ujian akhir dinyatakan lulus 100 persen. Nilai UN tertnggi yang dicapai SMPN 1 Nangapanda pada mata pelajaran Bahasa
Indonesia tahun 2016 dengan nilai 90.00 urutan ke-4 tngkat kabupaten.
Tahun 2017 nilai UNBK Bahasa Indonesia 96,0 urutan ke-3 kabupaten dan 2017/2018 bernilai 100 persen.”
Semuua kegiatan di sekolah ini berjalan baik, kegiatan di sekolah berjalan dengan baik jika kedisiplin warga sekolah.Ini menjadi kata kunci, kata Pius Wiku.” Penggunaan waktu, menyiapkan dokumen administrasi pembelajaran, disiplin berangkat dan tutur kata dengan menjunjung tnggi norma – norma di satuan pendidikan,” jelas Pius Wiku.
Sasaran akhir, tambahnya, yaitu pengembangan sekolah model dalam rangka peningkatan mutu pendidikan pada satuan pendidik d\Dapat tercapai jika kepala sekolah, para pendidik dan tenaga kependidik, orangtua, komite dan siswa satu kata, satu tekat dan satu dalam pelaksanaan. Itulah moto para pendidik di sekolah ini. ♦ wjr

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.