SMS ke 1708

SMS ke 1708

ORANG NTT jangan takut melapor jika ada persoalan pelayanan aparatur atau siapa saja yang melakukan perbuatan melawan hukum, atau aparatur yang melalaikan tugas. Rahasia di jamin. Pemerintahan Jokowi sudah menyiapkan aplikasi lapor.go.id.
Sampaikan aspirasi dan pengaduan melalui SMS Gubernur Viktor Laiskodat meminta masyarakat NTT melapor semua persoalan yang dialami masyarakat NTT melalui SMS atau pesan singkat ke 1708 dengan format NTT (spasi) isi aduan atau langsung ke web site www.lapor.go.id.Yang dilaporkan berupa permintaan, aspirasi dan persoalan seperti listrik yang mati terus-terus, air PDAM, infrastruktur yang rusak, korupsi dana desa, BPJS, pelayanan RS pemerinth, perilaku aparatur, program prioritas pemerintah dan berbagai persoalan.
Ini namanya laporan berbasis online rakyat. Lapor singkatan dari Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat merupakan sarana yang dijalani dengan prinsip mudah, murah serta dikelolah Kementerian Pendaya Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi bersama Kementerian Dalam Negeri, Kantor Staf Presiden dan Ombudsman Republik Indonesia sebagai saluran partisipasi masyarakat untuk pembangunan dan pelayanan publik Indonesia.
Jangan segan, atau takut karena dilindungi. Gubernur NTT menekankan,” Saudaraku di NTT jangan takut dan jika ada yang ditakuti lapor saja.”
Saya dan Anda memulaila memantau sikap dan aparatur mulai dari tingkat RT, RW sampai ditingkat desa, kabupaten/kota dan semua yang ditemui dan dialami.
Sejak membaca tulisanku ini, mulaila membuka HP dan buka aplikasi lalu melapor. Jika kurang paham, bertanyala kepada mereka yang memiliki HP Android. Informasi yang saya dapat, laporan masyarakat akan langsung ditanggi petugas secara berangkai mulai dari Kementeraian Dalam Negeri, Kementerian Aparatus Nagara dan Birokrasi serta Ombudsman.
Ketiga lembaga ini, segera menyampaikan kepada petugas keamanan seperti kepolian, kejaksaan dan aparat lain yang berwenang sampai ketingkat bawah.
Tetapi, kasus korupsi, kolusi dan nepotism atau KKN kian merajalela dan terus berkembang sejalan sikap dan perilaku aparat termasuk mereka yang membutuhkan pelayan.
Persoalan ini sangat terstruktur, rapi dan massif. Bergantung pada pentingnya masalah. Ini sudah menjadi tradisi di lingkungan kerja Aparatur Sipil Negara atau ASN. Masyarakat yang lemah dan tidak berani hanya pasrah pada nasib. Ya mungkin termasuk Saya dan Anda. Kasus seperti ini, sudah lama dipraktekan dan sudah mewabah.
Adakah obat yang bisa melenyapkan penyakit ini? Pasti ada, karena setiap penyakit-penyakit ada obatnya. Pertema ketegasan pimpinan paling atas. Presiden Jokowi sangat berani karena terus bertindak melalui KPK yang saban hari memprososes, menangkap atau OTT, operasi tangkap tangan. Ini obat paling manjur tetapi mengapa terus ada pencuri yang melakukan? Ada kepolisian dan kejaksaan, lembaga ini dari pusat sampai ke daerah.
Obat kedua yang juga manjur adalah perasaan malu. Jika pencuri merasa malu membiayai rumah tangganya, anaknya sekolah ke luar negera, atau foya-foya dan bisa dihentikan dan bersia menerima hukuman berat. Obat lain yang sangat manjur adalah iman yang kepada Tuhan. Jika orang beruman dan takut akan Tuhan, malu kepada isteri dan anak-anak jika ketahuan mencuri uang Negara dan di umumkan dipublik, pasti praktek KKN tidak akan terjadi.
Jika ASN bekerja dengan jujur, konsisten dan konsekwen, tidak KKN pasti tidak banyak ASN atau masyarakat sipil yang masuk bui. Jadi tumbuhkan rasa malu, rasa berdosa jika berfoya-foya dengan uang atau barang hasil curian atau barang yang tidak halal.
Mendapatkan kekayaan harus dengan kerja keras dan jeripaya sendiri, sehingga bathin nyaman selama Tuhan memberi kesempatan untuk menjalani kehidupan ini. ♦

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.