Sonsong 2020 dan kenaikan

Sonsong 2020 dan kenaikan

MENYAMBUT tahun baru 2020, kita berharap cemas akan mengalami berbagai persoalan kehidupan ini. Orang tidak ingin di tahun 2020 kelak, sama saja capaiannya dengan apa yang telah dilaluinya di tahun 2019. Saya berpesan, jangan kuatirkan tahun 2020 dan hari esok, karena Sang Pencipta Kehidupan Ini sudah mengatur dan merias kehidupan kita sangat indah.
Lakukan yang terbaik dalam kehidupan ini, jangan pernah ada beban utang kepada pihak lain. Memasuki tahun 2020, masyarakat tak hanya siap menyambut pergantian tahun. Dari sisi finansial, harus bersiap pula merogoh kocek lebih dalam dibandingkan 2019. Mengapa? Secara nasional kita sudah sama tahu kebijakan baru. Rencananya, akan ada kenaikan tarif, harga, dan iuran untuk sejumlah kebutuhan.
Apa saja? Iuran BPJS Kesehatan Salah satu kenaikan yang harus dihadapi masyarakat pada 2020 mendatang adalah iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Kenaikan iuran BPJS Kesehatan sudah diputuskan melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75/2019 tentang Perubahan atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. Aturan ini menyebutkan adanya kenaikan iuran BPJS Kesehatan. Iuran kepesertaan untuk kelas Mandiri I naik dua kali lipat dari Rp 80.000 menjadi Rp 160.000 per peserta per bulan. Iuran kelas Mandiri II naik 115 persen dari Rp 51.000 menjadi Rp 110.000. Iuran Mandiri III naik 64,7 persen dari Rp 25.500 menjadi Rp 42.000 per peserta per bulan. Adapun peserta BPJS Kesehatan yang menerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan dan peserta pekerja penerima upah (PPU) pejabat negara, pimpinan dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), PNS, prajurit, anggota Polri, kepala desa, dan perangkat desa sudah naik sejak Agustus 2019.
Rokok salah satu harga yang diprediksi akan naik pada 2020. Kenaikan harga rokok sejalan dengan aturan pemerintah menaikkan tarif cukai hasil tembakau yang akan berlaku pada 1 Januari 2020. Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 152/PMK.010/2019 tentang Perubahan Kedua atas PMK Nomor 136/PMK.010/2017 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau. Rata-rata kenaikan tarif CHT tahun 2020 sebesar 21,55 persen. Tarif CHT Sigaret Kretek Mesin (SKM) naik sebesar 23,29 persen, Sigaret Putih Mesin (SPM) naik 29,95 persen, dan Sigaret Kretek Tangan (SKT) atau Sigaret Putih Tangan naik 12,84 persen.
Rokok elektrik atau vape Selain menaikkan cukai rokok konvensional, Kementerian Keuangan berencana menaikkan harga jual eceran rokok elektrik atau vape mulai tahun 2020.
Pemerintah juga berencana untuk menaikkan tarif sejumlah ruas tol pada 2020 mendatang. Tetapi kita di NTT tidak perlu cemas karena belum memilik jalan tol. Kenaikan tarif itu menyesuaikan inflasi yang terjadi. Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit mengatakan, kenaikan tarif tersebut berdasarkan perjanjian pengusahaan jalan tol.
Skala NTT, rakyat pasti mengeluh. Masih banyak rakyat NTT yang miskin tinggal di pedesaan.
Mereka yang tinggal di pedalaman pasti keluhkan transporatasi, biaya pengobatan ke Puskesmas dan berbagai biaya kehidupan ini seperti biaya pendidikan. Kita masih miskin, kita masih malas, kita masih tidak kreatif. Maka, menjawab tantangan yang semakin berat di tahun 2020, harus rajin berinisiatif, bekerja keras agar mendapatkan apa yang kita ingin dan kita cita-citakan. Sambutlah tahun 2020 dengan inovasi baru dan semangat baru. ♦

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.