Survei UI: Adinda Lebu Raya Paling Tidak Dianjurkan Jadi Cagub NTT

Survei UI: Adinda Lebu Raya Paling Tidak Dianjurkan Jadi Cagub NTT

SALAH mengadakan survei di Sulawesi Selatan, Laboratorium Psikologi Politik Universitas Indonesia melakukan survei pakar pemilihan Gubernur NTT 2018 dengan tema “Mencari Cagub NTT Terbaik” November 2017.
Survei ini bertujuan untuk menjaring pendapat narasumber (pakar) yang dinilai lebih memahami masalah NTT, dimana pakar-pakar tersebut memunculkan figur-figur terbaik yang layak memimpin NTT. Figur-figur cagub tersebut dinilai berdasarkan dimensi kapabilitas dan dimensi karakter personal.
Rilis survei dilakukan di Kupang pada Minggu, 26 November 2017. Temuan dari salah satu survei ialah tokoh yang paling tidak direkomendasikan para pakar adalah Lusia Adinda Lebu Raya. Sebanyak 40% responden tidak merekomendasikan istri Gubernur NTT Frans Leburaya itu. Anggota DPD Ibrahim Medah juga dipilih oleh 14.9% responden sebagai yang tidak direkomendasikan untuk maju pada pilgub NTT 2018.
Kepala Pusat LPP UI Prof Hamdi Muluk mengatakan, survei ini menilai dua dimensi terpenting yang harus dimiliki oleh pemimpin politik. Pertama, dimensi kapabilitas yang terbagi dalam 6 aspek, yaitu visioner, kemampuan memimpin, gaya kepemimpinan, kemampuan menyelesaikan persoalan, kemampuan berpolitik, dan kemampuan komunikasi politik. Kedua, dimensi karakter personal yang terdiri dari integritas moral dan kestabilan emosional.
Dari hasil survei tersebut, Bupati Ngada Marianus Sae paling direkomendasikan untuk memimpin NTT lima tahun ke depannya.
Untuk tokoh yang paling direkomendasikan oleh pakar, pada prioritas pertama Marianus Sae dipilih oleh 22.2% pakar, sisanya adalah nama-nama lain.
Pada prioritas kedua, Esthon Foenay dipilih oleh 16.56% pakar, sisanya adalah nama-nama lain. Sedangkan untuk prioritas ketiga diisi oleh Raymundus Fernandez dengan 12.6% responden, sisanya adalah nama-nama lain.
Sementara itu, dari hasil simulasi terbuka tanpa memberikan nama tokoh, Marianus Sae menjadi Top of Mind para pakar dengan elektabilitas 21.5%, disusul oleh Kristo Basin (16.2%), Esthon Foenay (14.5%), dan Benny Harman (13.2%).
“Dari keseluruhan aspek, hasil survei ini menunjukkan bahwa Marianus Sae, secara konsisten memimpin dari semua tokoh yang dinilai,” ungkap Prof Hamdi.
Nama-nama figur Cagub NTT didapatkan setelah melalui tahapan Focus Group Discussion (FGD) di mana para pakar memunculkan 11 nama figur berdasarkan kriteria rekam jejak dan prestasi, serta beberapa tokoh dipilih karena telah mendeklarasikan diri untuk maju sebagai Cagub NTT. Ke-11 nama tersebut adalah: Marianus Sae, Christian Rotok, Ibrahim Medah, Kristo Blasin, Raymundus Fernandez, Benny K Harman, Daniel Tagu Dedo, Jacky Uly, Melki Laka Lena, dan Lusia Adinda Lebu Raya.
Sebagai catatan, survei opinion leader ini dilaksanakan dari 20 Oktober-11 November 2017 dan melibatkan 302 responden yang terdiri dari akademisi, para pengamat, pers, LSM, profesional, tokoh muda, pengusaha, dan tokoh masyarakat lainnya. ♦ IndonesiaSatu.co

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.