Tahun 2019, kebangkitan perempuan NTT

Tahun 2019, kebangkitan perempuan NTT

KETUA DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) periode 2019-2024, Emelia Nomleni mengatakan, tahun 2019 merupakan masa kebangkitan kaum perempuan di provinsi setempat untuk berkiprah dalam dunia politik.
“Sejarah mencatat, tahun 2019 ini adalah tahun kebangkitan perempuan NTT, karena untuk pertama kalinya DPRD NTT dipimpin perempuan pada posisi ketua dan wakil ketua,” katanya saat berpidato dalam sidang paripurna istimewa pengucapan sumpah dan janji pimpinan DPRD Provinsi NTT periode 2019-2024 di Kupang, Jumat (4/10).
Emelia Nomleni sendiri merupakan kader perempuan dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang terpilih sebagai Ketua DPRD Provinsi NTT, sedangkan wakil ketua dari kaum perempuan, yaitu Ince Sayuna dari Partai Golongan Karya (Golkar). Selain itu, posisi anggota DPRD Provinsi NTT selama lima tahun ke depan juga diisi sebanyak 12 orang dari kalangan perempuan.
Emelia mengatakan, keberhasilan ini tidak hanya karena kerja pribadi namun juga upaya gencar gerakan perempuan NTT yang selama ini mengadvokasi masyarakat tentang pentingnya kepemimpinan perempuan di ruang publik.
“Untuk itu kami mengapresiasi gerakan perempuan NTT yang telah mempersembahkan satu perempuan di level ketua, dan satu di level wakil ketua, serta 12 perempuan sebagai anggota,” kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah PDIP Provinsi NTT itu.
Menurutnya, capaian ini merupakan keberhasilan dari sejarah panjang perjuangan perempuan yang tak pernah padam agar setara dengan laki-laki di ruang publik.
Duduk pada jabatan pengambilan keputusan publik dapat merumuskan berbagai kebijakan publik yang pro perempuan dan anak serta kelompok masyarakat rentan lainnya.
Emelia juga mengajak 12 srikandi lainnya di DPRD NTT untuk terus menyuarakan kepentingan kelompok masyarakat yang masih tertindas. Selain itu, dia meminta agar terus bekerja keras menyadarkan publik terkait pentingnya kepemimpinan perempuan di ruang publik sehingga masyarakat menjadi melek politik.
“Juga terus mendorong kepercayaan diri perempuan untuk tidak takut berada di ruang publik dan berpolitik serta tidak melihat politik praktis sebagai hal yang kotor,” katanya.

Emelia Nomleni pimpin DPRD NTT
Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan akhirnya menetapkan Emelia Julia Nomleni, Ketua DPD PDI Perjuangan Nusa Tenggara Timur sebagai pimpinan DPRD NTT masa bakti 2019-2024.
Demikian dikemukakan Sekretaris DPD PDI Perjuangan NTT, Yunus Takandewa kepada wartawan di Kupang, Selasa 17 Septermber 2019, ketika ditanya soal figur yang direkomendasikan partai berlambang kepala banteng moncong putih dalam lingkaran itu, untuk menduduki kursi pimpinan DPRD NTT.
“Sudah ada penetapan dari DPP PDI Perjuangan. Penetapan tersebut dilakukan secara bersamaan dengan pimpinan dewan di kabupaten/kota di NTT,” katanya menambahkan.
Wakil Ketua Badan Kehormatan DPD PDI Perjuangan NTT, Nelson Obet Matara yang dihubungi terpisah mengatakan, surat keputusan DPP tentang penetapan pimpinan DPRD dari PDIP sudah diterima awal pekan ini.
“SK pimpinan dewan untuk NTT sudah diterima. Partai sudah menugaskan pengurus DPD untuk menyerahkan SK tersebut ke daerah-daerah,” kata mantan Wakil Ketua DPRD NTT dari PDI Perjuangan itu.
Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar NTT, Melki Laka Lena yang dihubungi terpisah mengatakan, partai Golkar juga telah menetapkan Ince Sayuna sebagai pimpinan DPRD NTT.
“Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar melalui tim seleksi pimpinan DPRD telah memutuskan Ince Sayuna menjadi Pimpinan DPRD NTT dari Partai Golkar. Ince akan menduduki kursi Wakil Ketua DPRD NTT untuk periode 2019-2024,” kata Lakalena.

Harus berani kritis dan memberikan solusi
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Nusa Tenggara Timur Emelia Nomleni mengatakan, lembaga yang dipimpinannya lima tahun ke depan harus mampu mengkritisi dan memberikan solusi sebagai mitra pemerintah daerah setempat.
“Menjadi mitra sejati tentu DPRD harus siap dan mampu mengingatkan dengan mengkritsi dan turut memberikan solusi untuk berbagai hal yang masih dibenahi,” katanya saat berpidato dalam acara pengucapan sumpa dan janji pimpinan DPRD Provinsi NTT periode 2019-2024 di Kupang, Jumat (4/10).
Dia mengatakan, semua pembangunan yang sudah berjalan baik harus dilanjutkan, namun yang masih perlu dibenahi harus dicarikan solusi bersama.
Masyarakat NTT, lanjutnya, masih membutuhkan pangan yang murah, kesempatan bersekolah, lapangan kerja yang cukup pelayanan kesehatan yang baik, kecukupan air, dan berbagai kebutuhan penting lainnya.
Menurutnya, DPRD juga bukan merupakan lembaga super hero yang bisa menyelesaikan segala persoalan dalam waktu yang sama.
“Meski demikian kita harus tetap berupaya dengan keras dan bertekad untuk mewujudkan lembaga perwakilan yang representatif, harmonis, dan produktif,” kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai PDI Perjuangan Provinsi NTT itu.
Menurutnya, DPRD saat ini menjadi sebuah lembaga politik yang selalu mendapat sorotan tajam masyarakat di tengah terpaan arus media sosial dan era komunikasi digital. “DPRD dibenci namun sangat dirindukan karena itu adalah bagian dari harapan agar apa yang menjadi kebutuhan rakyat dapat terselesaikan,” katanya.
Emelia menambahkan, dalam waktu lima tahun ke depan, pihaknya akan memperkuat tiga fungsi utama DPRD yaitu legislasi, penganggaran, dan pengawasan.
Karena itu, ia meminta agar DPRD tidak dipandang sebagai unsur penekan pemerintah melainkan sebagai mitra yang turut mendorong percepatan pembangunan di provinsi berbasiskan kepulauan itu.
“Rekan-rekan di DPRD juga tentu berasal dari latar belakang partai yang berbeda-beda tetap kita semua punya satu cita-cita bersama untuk NTT yang lebih baik,” katanya. ♦ kupang.antaranews.com

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.