Thomas Dagang belum pertanggujawabkan DPA Rp 3,5 M TA 2018

Thomas Dagang belum pertanggujawabkan DPA Rp 3,5 M TA 2018

SATPOL PP Kota Kupang saat ini sedang mengalami kesulitan dalam operasional atau belanja rutin, disebabkan Kasatpol PP sebelum Thomas Dagang belum mempertanggungjawab DPA atau Dokumen Pelaksanaan Anggaran tahun 2018. Hal ini ditegaskan Kasat Pol PP Felisberto Amaral menjawab EXPONTT Selasa 19 Maret 2019.
“Karena dana yang sudah dicantumkan dalam DPA senilai Rp 3,5 Miliar belum dipertanggungjawab seluruhnya, maka DPA kami tahun 2019 belum bisa dicaikan. Mantan Kasat Pol PP sebelum hanya mempertanggungjawabkan DPA sampai dengan April 2018. Jadi kita mengalami kesulitan dalam operasional rutin. Kami sudah konsultasi ke Wakil Walikota dan kita masih menunggu hasil pemeriksaan Inspektorat. Jadi kita harus laporkan agar diproses hukum,” jelas Amaral.
Selain DPA tahun 2018, tegas Amaral, juga dana tunjangan penghasilan bagi anggota Sat Pol PP sebesar Rp110 juta. “Saya tidak tahu menahu terkait uang Tamsil tersebut,” kata Thomas kepada media ini terkait dugaan penggelapan dana itu, Senin, 18 Maret 2018.
Menurut dia, uang itu justru itu digunakan oleh bendahara. Apalagi disebutkan dipakai bersama. Padahal dia mengaku tidak pernah menggunakan uang tersebut. “Bendahara yang gunakan uang itu, dan tidak ada kesepakatan bersama,” katanya.
Dia mengatakan atas dasar kesepakatan dalam perjanjian yang ditandatangani bendahara bahwa akan diganti dalam jangka waktu 1 bulan terhitung sejak surat perjanjian itu dibuat. “Tapi belum dipenuhi itu menjadi tanggung jawab bendahara, karena dia yang mengelola uang tersebut,” katanya.
Sebelumnya, Kasat Pol PP Kota Kupang, Felisberto Amaral mengatakan total dana tamsil sebesar Rp110 juta seharusnya sudah diterima 71 anggota Pol PP sejak 2018, namun uang tersebut telah digunakan bersama untuk kepentingan pribadi. “Mantan kasat dan bendahara sudah di panggil untuk memberi klarifikasi, dan ada pengakuan dari mantan bendahara bahwa uang tersebut dipakai bersama,” kata Felisberto. ♦ wjr/nttterkini.com

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.