Thomas Fangidae Buktikan Ancamannya Di Arena Pacuan Kuda Babau

Thomas Fangidae Buktikan Ancamannya Di Arena Pacuan Kuda Babau

SUHU sengketa di Arena Pacuan Kuda di Babau semakin panas, tidak tanggung tanggung Thomas Fangidae memblokir salah satu pintu masuk pacuan kuda di bagian sebelah barat dengan menaruh satu truk tanah putih yang bertujuan menghalangi kegiatan perlombaan pacuan kuda yang sebentar lagi digelar.
Kepada wartawan radarntt via seluler ia mengatakan, pada pagi hari pukul 07.00 WITA waktu setempat dirinya sengaja menaruh tanah putih itu dengan tujuan sebagai tembakan peringatan atas kejahatan yang dilakukan Pemkab Kupang yang telah mencaplok tanah miliknya selama 24 tahun Senin, 7 Mei 2018.
Berlarut larutnya penyelesaian permintaan ganti rugi dirinya atas lahan tersebut membuat Thomas Fangidae merasa kesal. Bila pada hari ini tidak ada penyelesaikan maka saya akan melakukan aksi lanjutan yang lebih dahsyat, tegasnya.
Kemudian ia menambahkan, mestinya Pemerintah Kabupaten Kupang dalam hal ini Kepala Bidang Aset John Sula merespon dan bersikap segera atas semua ini. Tempo 1×24 jam permintaan saya diabaikan maka saya bertindak lebih seru lagi, semua pintu arena akan saya tutup total, ancam Thomas. Selanjutnya dikatakan, Saya tidak main main, soal hari ini ada perlombaan pacuan kuda saya tidak ada urusan.
Siang ini dirinya berencana pergi ke Mapolda NTT untuk segera membuat surat guna memproses pelepasan hak tanah seluas 5 hektar yang berada di kompleks arena pacuan kuda Babau karena menurutnya tanah tersebut sudah diserahkan pada tahun 2004 kepada Brimob untuk keperluan pembangunan asrama personil Brimob Kompi A. Thomas Fangidae menyesalkan tindakan Pemkab Kupang yang tidak menanggapi permintaannya secara serius untuk penyelesaian lahan ini. Mestinya arif dalam penyelesaian sengketa tanah pacuan, bukan mendiamkan begini, katanya.
Ia menyambung, Sudah 24 tahun tanah saya dipakai Pemerintah Kabupaten Kupang tanpa sebuah kejelasan, saya punya banyak saksi kunci atas lahan yang saya perjuangkan kembali. Ketika ditanya apakah dirinya tidak takut atas tindakan memblokir pintu masuk arena, secara tegas ia jawab, Saya tahu konsekuensinya, tindakan saya banyak yang mendukung termasuk seorang kepala dinas dan seorang kepala desa.
Untuk diketahui lahan sengketa di arena pacuan kuda ini sudah didirikan tembok keliling, dibangun tribun penonton dan lintasan pacuan yang nilai secara total milyaran rupiah.
Sementara itu seperti yang pernah diberitakan media ini Sius Kopong Kepala Bidang Destinasi Dinas Pariwisata pernah mengumumkan bahwa pada tanggal 7 Mei 2018 akan diselenggarakan lomba pacuan kuda yang diikuti Pordasi yang berasal dari Flores, Sumba, Alor, Timor, lembata.
Dengan kejadian pemblokiran banyak pihak mengharapkan segera ada upaya penyelesaian yang jelas agar perlombaan pacuan kuda yang berhadiah total 252 Juta bisa berjalan dengan lancar dan sukses. Menurut informasi siang ini aparat kepolisian menuju lokasi pacuan kuda. ♦ radarntt.co

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.