“Tidak Jujur”

“Tidak Jujur”

SAYA manusia yang hidup dan pijak bumi ini, tidak jujur dalam melakoni hidup yang hanya sementara ini. Rakyat Indonesia terkena dampaknya karena pejabat Negara, Aparatur Sipil Negara tidak jujur dalam mengelolah keuangan Negara. Contoh terkini, anggota DPR RI yang baru di lantik tidak menghadiri rapat paripurna pada hari kedua setelah dilantik. Jumlahnya 335 orang, bukan tiga orang. Ini namanya manusia jahat, yang tidak tau bersyukur kepada Sang Pencipta ini yang telah memberi anugerah kepada para anggota. Saya bilang manusia seperti ini tidak tau diri karena, ada sekian ratus juta orang Indonesia yang susah sengsara karena kelaparan, yang hidupnya kurang beruntung.
Perilaku Aparatur Sipil Negara atau ASN di Indonesia pun sangat parah. Moral kaum ASN sudah tak dapat dipertanggungjawabkan kepada diri sendiri dan kepada Tuhan. Dalam bekerja sesuai tugas pokok sebagai pelayan masyarakat dan pelayan tidak jujur. Yang dipikirkan dalam benanya adalah uang, yang dipikirkan dari pagi sampai petang usia berdinas adalah uang dan uang.Bagaimana supaya setiap bertugas secara administrasi atau tugas lapangan mesti ada uangnya.
Padahal ASN sudah diberi gaji oleh Negara, diberi tunjangan sesuai aturan, tetapi masih koruspsi atau curi yang Negara. Sudah digaji oleh Negara tetapi masih mencuri. Yang ada dalam benak ASN ialah mendapatkan keuntungan selain gaji pokok. ASN yang diberi jabatan mengelolah keuangan Negara, tidak menyadari bahwa uang dikelolah untuk kepentingan dinas atau kepentingan masyarakat adalah uang dari hasil rakyat yang membayar pajak,bukan uang dari saku pribadi atau gaji.
Ini fakta yang sudah dan sedang terjadi. Saya termasuk manusia yang tidak jujur kepada diri saya selaku jurnalis. Menulis atau mengkritik pejabat yang tidak jujur dalam hal pengelolaan keuangan tidak menyebut nama lengkap si pejabat. Ada perasaan nanti si pejabat dan keluarganya tersinggung. Ya, ini fakta, dan saya mau tantang siapa pejabat yang jujur.
Saya harus jujur bahwa pejabat Negara di Indonesia sangat tidak jujur. Karena tidak jujur dalam berdinas dan cenderung korup, maka Negara Indonesia tidak maju dan rakyatnya tidak sejahtera. Sekiranya para pejabat jujur, seperti contoh di Finladia seperti yang say abaca di google, maka rakyat Indonesia pasi maju dan sejahtera dalam segala hal. Infrastrukturnya maju, rakyatnya pun sejahtera. Di dunia ada beberapa Negara yang bisa melakukan perubahan sehingga negaranya maju dalam tempo singkat. Silahkan buka di google Negara yang pejabatnya jujur dan negaranya maju.
Jujur adalah sebuah kata yang indah didengar, tetapi tidak seindah mengaplikasikan dalam keseharian manusiaa. Kata jujur adalah kata yang digunakan untuk menyatakan sikap seseorang.
Mengapa Negara Denmark bisa menjadi paling makmur didunia. Dugaan awal adalah bahwa hal itu disebabkan oleh tingkat pendidikan yang sangat baik, namun ternyata dugaan itu keliru, karena orang Denmark justru percaya yang menjadi penyebab dari negaranya menjadi termakmur, ternyaman dan teraman adalah karena masyarakatnya jujur. Orang Denmark percaya bahwa kejujuran bisa melahirkan segalanya, setiap manusia itu pintar, dengan kejujuran maka setiap kepintaran manusia akan menjadi manfaat bagi sesama dan seluruh negeri. Mereka yakin jika setiap aparat pemerintah jujur dan rakyatnya jujur, maka sebuah Negara bisa menjadi makmur tanpa perlu kampanye dikoarmenjadi yang paling pintar di bidang pendidikan.
Hal ini terbukti benar, karena Denmark masuk dalam salah satu Negara dengan tingkat korupsi nyaris nol, seperti juga di Finlandia dan New Zealand. Karena kejujuran itu pula akhirnya pendidikan di Negara ini menjadi lebih baik dan sangat maju. Jadi tidak salah jika dikatakan bahwa ketidak jujuran (mental korup), akan melahirkan bencana berantai dalam sebuah Negara. ♦

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.