Tiga Bulan Tanpa Dokter Ahli Obgyn, RSUD Bajawa Siap Tangani Ibu Hamil

Tiga Bulan Tanpa Dokter Ahli Obgyn, RSUD Bajawa Siap Tangani Ibu Hamil

 

SETELAH tiga bulan lamanya ibu hamil yang persalinannya mengalami gangguan tidak bisa ditangani di RSUD Bajawa, sejak Selasa 28 September 2020 persoalan di RSUD Bajawa teratasi. Dokter Giri Chandra,Sp.OG selaku dokter spesialis obgyn resmi mengabdikan diri di RSUD Bajawa sejak, Selasa (29/9/2020.
Ditemui FloresPos.net di Bajawa sebelum melaksanakan tugas mulia membantu persalinan ibu dari Puskesmas Rawangkalo, dr. Giri mengatakan bahwa dirinya baru tiba dari Jakarta dengan melakukan protokol kesehatan yang ketat juga memiliki hasil negatif PCR Covid-19 yang diawali dengan pemeriksaan Rapid tes non reaktif sehingga dalam menjalankan tugas tidak bermasalah.
Dirinya juga menyampaikan terima kasih atas sambutan masyarakat Ngada lewat direktur RSUD Bajawa sehingga dirinya dapat membantu masyarakat Ngada terutama ibu hamil sesuai dengan keahliannya sebagai dokter spesialis obgyn. “Saya memilih RSUD Bajawa lewat relasi yang baik dengan teman saya asal Ngada karena memang RSUD Bajawa membutuhkan spesialis untuk kesehatan ibu dan anak,” katanya. Dokter.Giri juga mengungkapkan dirinya siap bekerja sesuai dengan profesinya secara profesional dan adalah sebuah kepuasan batin bila mampu mereduksi dan menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu dan anak.
Pengabdian sebagai dokter ahli obgyn di Kabupaten Ngada merupakan langkah kedua setelah sebelumnya selama setahun bertugas di Papua sehingga bertugas di Kabupaten Ngada merupakan sebuah kesempatan pengabdian di wilayah Indonesia Timur. Direktur RSUD Bajawa drg Maria Wea Betu pada kesempatan yang sama mengatakan bahwa di media sosial belakangan ini banyak sekali kritikan terkait rujukan pasien ibu hamil dari RSUD Bajawa ke RSUD lainnya. Selama ini RSUD Bajawa ada dokter spesialis obgyn yang saat ini sedang menjalani cuti.
RSUD Bajawa dijelaskan merupakan rumah sakit Tipe C yang minimal ada 4 dokter spesialis. Selama ini tidak ada masalah karena memiliki dokter ahli sendiri juga bekerja sama dengan tenaga dokter spesialis residence dengan Rumah Sakit Sanglah Bali. Namun pandemi covid-19 menjadi persoalan yang sangat kompleks sehingga memang kerjasama dengan Rumah Sakit Sanglah mengalami kendala dan pihaknya memang sangat memakluminya. Dokter Giri Chandra merupakan dokter spesialis obgyn mandiri yang bersedia memberikan keahliannya bagi masyarakat Kabupaten Ngada khususnya ibu dan anak. Semua ini merupakan campur tangan Tuhan karena walaupun di masa pandemi covid-19 dokter Giri terpanggil untuk mengabdikan diri di Ngada.
Dijelaskan juga bahwa sarana dan prasarana untuk dokter ahli di RSUD Bajawa tidak ada masalah yang berarti dan selama ini RSUD Bajawa sendiri selalu menerima pasien rujukan untuk penyakit lain yang di RSUD lainnya belum memiliki dokter spesialis.
Dicontohkan dari RSUD Aeramo atau warga Nagekeo dirujuk ke rumah sakit umum Bajawa bila berurusan dengan dokter Radiologi atau dari RSUD Borong Manggarai Timur untuk dokter spesialis anak, bedah dan penyakit dalam. Saling koordinasi antara rumah sakit satu dan rumah sakit lainnya merupakan hal yang wajar agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang lebih optimal.
RSUD Bajawa saat ini memiliki 8 dokter ahli yakni 1 orang dokter, 2 orang dokter ahli bedah, 2 orang dokter spesialis anak, satu orang. ♦ florespos.net

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.