TPID NTT Terbaik Se-Kawasan Nusa Tenggara Maluku dan Papua

TPID NTT Terbaik Se-Kawasan Nusa Tenggara Maluku dan Papua

INI membuktikan bahwa, NTT juga bisa berprestasi, bisa berinovasi di tingkat Nasional. Jika selama ini kita dianggap sebagai daerah terbelakang, lewat penghargaan ini, kita kembali membuktikan kehadiran pemerintah daerah dalam menekan angka inflasi. Demikian kata Pejabat Gubernur NTT, Drs. Robert Simbolon, M.PA sambil mengangkat penghargaan yang diterimanya, ketika memimpin upacara bendera di halaman depan Gedung Sasando, Senin 30 Juli 2018.
Hadir dalam acara tersebut Sekretaris Daerah Provinsi NTT, para asisten dan staf ahli gubernur bersama para pimpinan organsasi perangkat daerah dan seluruh ASN lingkup Pemerintah Provinsi NTT.
Gubernur NTT menyebutkan bahwa pada Hari Kamis yang lalu (26/7), dirinya telah hadir mewakili semua stakeholders, untuk menerima penghargaan sebagai salah satu Provinsi dengan TPID terbaik. TPID NTT menjadi yang terbaik di Kawasan Nusa Tenggara, Maluku dan Papua. Penghargaan yang diserahkan Presiden RI, Joko Widodo itu dihelat dalam forum Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi yang diselengarakan oleh Kementerian Koordinator Perekonomian, Kementerian Dalam Negeri bersama Bank Indonesia di Jakarta.
Lebih lanjut Simbolon menyebutkan tentang pentingnya memperhatikan tingkat inflasi sebagai salah-satu indikator makro. Pada Tahun 2017, TPID berhasil menekan inflasi di level 2,00 % (yoy) dengan capaian inflasi terendah sepanjang 17 tahun terakhir. Capaian ini lebih rendah dibandingkan angka inflasi di kawasan lainnya, bahkan lebih rendah dari angka inflasi nasional yaitu 3,61% (yoy) berkat pengendalian harga bahan makanan.
Meskipun bangga, Simbolon mengingatkan beberapa instansi terkait untuk tidak lengah menjaga ketersediaan (produksi) dan distribusi barang, sehingga harga dapat terus dijaga sepanjang tahun. Tak lupa beliau mengingatkan pentingnya meningkatkan daya beli masyarakat untuk menopang pertumbuhan ekonomi di daerah.
Pada bagian lain arahannya, Gubernur NTT menyebutkan pentingnya upacara bendera sebagai sebuah ritus kebangsaan. Berkali-kali beliau menekankan pentingnya menjaga keberagaman, tidak jenuh untuk memelihara NTT sebagai Nusa dengan Tolerasi Terindahnya dan NTT sebagai tempat lahirnya pancasila. Sempat disinggung, jika dirinya sudah bertemu dengan Yang Mulia Uskup Agung Kupang Mgr.Petrus Turang dan Ketua MUI, H. Abdul Makarim. Minggu ini, beliau berencana untuk kembali menemui Ketua Sinode GMIT, Pdt. Dr. Mery Kolimon.
“Terima kasih kepada Bapak Sekda yang telah begitu cepat merespon keinginan kita untuk bersama-sama berkumpul dalam upacara Hari Senin ini. Menurut saya, upacara bendera seperti ini harus dapat dimaknai sebagai sebuah ritus kebangsaaan, ritus kenegaraan yang harus terus dirawat,” pungkas Simbolon seraya mengoreksi beberapa kekurangan dalam pelaksanaan upacara pagi tadi. ♦ humas setda ntt

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.