Tujuh Desa di Ende Belum Ada Jaringan Telephon

Tujuh Desa di Ende Belum Ada Jaringan Telephon

 

SEBANYAK tujuh desa di wilayah Kabupaten Ende belum mendapat pelayanan jaringan telkomsel. Akibatnya lalulintas komunikasi antarmasyarakat dan akses internent untuk kebutuhan pendidikan anak sekolah tidak terkover dengan baik. Karena itu warga setempat meminta pemerintah daerah memperhatikan hal itu sehingga kebutuhan mereka bisa terpenuhi.
Demikian disampaikan Kepala Desa Jejaraja, Firmus Sawa, kepada Floreseditorial.com. Kamis 11 Juni 2020. Ia menyampaikan hal itu agar manejement telkomsel bersama pemerintah daerah bisa menemukan solusinya.
Ia menjelaskan, jaringan telephon dan internet merupakan kebutuhan primer guna melancarkan akses komunikasi dan informasi baik antara sesama warga mapun dengan dunia luar. Tetapi tujuh desa di wilayah Kabupaten Ende yakni Desa Jejeraja, Desa Woropapa, Desa Mbotutenda, Desa Nuaja, Desa Jamokeasa, Desa Rano rama, dan Desa Wologai, Kecamatan Ende belum mendapat jatingan telepon. Hal serupa juga menjadi kesulitan bagi siswa sekolah yang menggunakan sistem pendidik online. Karena itu fasilitas jejaringan telephon sangat urgen untuk dicukupi.
Firmus mengatakan, tujuh desa belum mendapatkan akses jaringan telkom dan internet. Yakni, Desa Jejeraja, Desa Woropapa, Desa Mbotutenda, Desa Nuaja, Desa Jamokeasa, Desa Rano rama, dan Desa Wologai, Kecamatan Ende. “Sejak berlakunya work from home, kami kesulitan mengurus administrasi desa jika menggunakan jaringan internet. Lebih prihatin lagi anak-anak sekolah. Mereka kesulitasn mengerjakan tugas karena tidak jaringan internet,” kata Firmus.
Kader Muda Partai Demokrat Ende, Blasius Ausgarius Rinda menambahkan keluhan masyarakat terkait kebutuhan jaringan internet harus ditanggapi secepatnya oleh pemerintah daerah setempat. Dengan melihat realitas ini, pinta Blasius A Rinda Pemerintah Daerah Kabupaten Ende segera berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia agar sesegera mungkin menyikapi persoalan yang dialami warga tujuh desa itu. ♦ floreseditorial.com

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.