Ulta Ordo Karmel Masuk Flores ke 50, Warga Wolowio Dapat Pengobatan Gratis

Ulta Ordo Karmel Masuk Flores ke 50, Warga Wolowio Dapat Pengobatan Gratis

50 tahun sudah Ordo Karmel beroperasi di Pulau Flores. Ordo Saudara-Saudara Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel atau Karmelit ini pertama kali masuk Flores pada tanggal 4 Oktober 1969.
Itu sebabnya 4 Oktober 2019 kemarin, ordo keagamaan Katolik yang didirikan pada abad ke 12 oleh para rohaniwan di Gunung Karmel itu genap berusia 50 tahun di Pulau Flores. Untuk mengenang para pendahulu, sekaligus ungkapan rasa syukur, maka para rohaniwan Ordo Karmel bekerjasama dengan PT Sentosa Prima Mandiri mengadakan Bakti Sosial (Baksos), diantaranya pengobatan gratis, di lima Paroki Keuskupan Maumere.
Namun hari ini, Senin 7 Oktober 2019, pengobatan gratis juga dilakukan di wilayah Keuskupan Agung Ende, tepatnya di Paroki Santo Longinus Wolowio di Desa Wawowae, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada.
Pengobatan gratis di Wolowio ini merupakan hadiah bagi umat dan Pastor Paroki Santo Longginus Wolowio RD Kletus Djo Pr yang baru saja merayakan pesta perak 25 tahun menjadi Imam Katolik, serta syukuran Ulang Tahun (Ulta) PT Sentosa Prima Mandiri ke 25.
Romo Pascal O.Carm selaku fasilitator Baksos, mengatakan, Baksos tersebut disponsori oleh Simon, pemilik PT Sentosa Prima Mandiri. “Pak Simon membawa 4 orang partnernya dari Jakarta, yakni Pak Amin selaku ahli kacamata, Ibu Hanna selaku apoteker, 1 orang dokter akupuntur dan 1 orang dokter umum,” ucap Romo Pascal kepada SERGAP disela-sela kegiatan pengobatan gratis bagi umat Paroki Santo Longginus Wolowio dan sekitarnya, Senin (7/10/19).
Menurut Romo Pascal, kegiatan Baksos ini bukan saja sarana berbagi kasih dengan masyarakat atau umat yang kurang mampu, tapi juga pengobatan lintas agama yang membawa semangat toleransi. “Pak Simon yang beragama Budha mau berbagi kasih dengan umat Katolik di Flores merupakan implementasi dari semangat Bhineka Tunggal Ika. Kegiatan pengobatan gratis yang disponsori oleh Pak Simon ini telah dilakukan hampir di seluruh wilayah Indonesia,” katanya.
Di Wolowio, pengobatan gratis dilakukan di aula Pastoran Paroki Santo Longginus, diantaranya pengecekan gula darah dan asam urat, akupuntur, pemberian obat – obatan dan pembagian kacamata baca secara gratis untuk warga usia 40 tahun ke atas. Kegiatan ini disambut gembira oleh masyarakat setempat. Warga rela mengantri dari pagi hingga kegiatan pengobatan gratis berakhir pada pukul 14.00 wita.
Salah satu warga Wolowio mengaku senang mendapat kaca mata baca gratis dan mendapat pelayanan kesehatan gratis dari tim dokter yang disiapkan oleh PTSentosa Prima Mandiri.
Ia juga tak lupa mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim, termasuk kepada Romor Pascal O.Carm dan Pastor Paroki Santo Longginus Wolowio, RD Kletus Djo, Pr. “Semoga mereka selalu dilindungi oleh Tuhan Yang Maha Kuasa,” ucapnya, singkat. ♦ sergap.id

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.