UPP Ba’a Terus Mengawasi Protokol Kesehatan Dalam Pelayaran

UPP Ba'a Terus Mengawasi Protokol Kesehatan Dalam Pelayaran

 

DALAM masa New Normal yang diberlakukan Pemerintah Provinsi NTT dan masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) se-Indonesia saat ini, Kantor Unit Pengelola Pelabuhan (UPP) Ba’a, tetap mengedepankan penerapan protokol kesehatan pada seluruh moda transportasi laut dari dan ke Kabupaten Rote Ndao.
Pantauan media ini, di Pelabuhan Ba’a, Rabu 17 Juni 2020, Kepala UPP Ba’a Kondrard Siahaan bersama jajaran melakukan monitoring sekaligus sosialisasi bagi para penumpang KM Express Bahari 1F, saat debarkasi dan embarkasi, guna memastikan protokol kesehatan tetap konsisten dilaksanakan pada moda transportasi laut.
Kondrard menjelaskan, kegiatan monitoring dan pengawasan tersebut, menindaklanjuti Surat Edaran (SE) Menteri Perhubungan Nomor 12 Tahun 2020 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang dengan Transportasi Laut dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru menuju Masyarakat Produktif dan Aman Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).
Menurutnya, dalam Surat Edaran tersebut memang tidak lagi mengatur siapa yang pergi atau membatasi siapa yang naik, tetapi siapapun boleh berpergian dengan kapal laut, namun harus tetap memenuhi prinsip protokol kesehatan termasuk phisical distancing.
Jumlah penumpang yang dibolehkan, kata dia, juga dibatasi di mana pada masa pandemi Covid-19 lalu hanya boleh 50 persen dari kapasitas maksimum, dan pada New Normal ini 70 persen, di mana jarak duduk penumpang di atur 1,5 meter.
Kepala UPP Ba’a Kondrard Siahaan membagi masker kepada salah seorang penumpang di Salasar termila penumpang Pelabuhan Ba’a sebelum menuju KM Express Bahari 1F. Gambar diabadikan Rabu “Tadi dalam monitoring, kami juga melakukan sosialisasi jaga jarak satu setengah meter saat antre di loket tiket dan tempat duduk di atas kapal, cuci tangan sebelum naik ke kapal, dan selalu menggunakan masker selama pelayaran,” katanya.
Menurutnya, dalam monitoring tersebut pihaknya juga membagikan masker bagi penumpang KM Express Bahari 1F, baik yang datang maupun yang berangkat, yang dimaksudkan untuk mengingatkan kepada penumpang atau pelaku perjalanan laut, agar selalu menggunakan masker untuk menjaga kesehatan. “Kami akan lakukan terus monitoring dan pengawasan, sekaligus mengimbau kepada para pelaku perjalanan untuk taat pada protokol kesehatan dalam pelayaran,” katanya.
Terpisah, Nahkoda KM Express Bahari 1F Yafet Parera yang dikonfirmasi mengatakan, dalam setiap pelayaran pihaknya tetap berpedoman pada SE Menteri Perhubungan dengan hanya mengangkut maksimal penumpang 70 persen dari kapasitas muat 400-an kursi.
Menurutnya, pihaknya juga menempatkan peralatan cuci tangan di depan tangga naik ke kapal, dan mengharuskan setiap penumpang cuci tangan dan tangannya disemprot dengan hand sanitizer oleh petugas, sebelum naik ke kapal. Selain itu, jarak antar penumpang di dalam kapal, diatur duduknya berjarak satu kursi. “Jadi intinya kita sudah terapkan protokol kesehatan dalam setiap pelayaran. Untuk sementara KM Express Bahari 1F beroperasi tiga kali dalam seminggu, yakni Senin, Rabu, dan Jumat,” pungkasnya.
Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu yang saat itu menjadi salah satu penumpang tujuan Kupang, memberikan apresiasi perhadap pihak Syahbandar Ba’a, yang mendukung kebijakan Pemerintah Pusat, Provinsi NTT, dan Kabupaten Rote Ndao, dengan menjalankan dan mengawasi protokol kesehatan dalam pelayaran.
“Saya sendiri diharuskan cuci tangan dan disemprot disinfektan sebelum naik kapal. Bahkan, saya juga dibagikan masker oleh petugas Syahbandar. Saya berharap monitor dan pengawasan terus dilakukan oleh Syahbandar, saya juga mengimbau seluruh penumpang dan masyarakat umumnya tetap mematuhi protokol kesehatan dalam era New Normal ini,” imbuh Bupati Paulina. ♦ ido

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.