Di Usia 78 Tahun, Herman Musakabe Menerbitkan buku Ziarah Kehidupan

Di Usia 78 Tahun, Herman Musakabe Menerbitkan buku Ziarah Kehidupan

Herman Musakabe, nama yang dikenal dan sangat dikenal sebagai tokoh karismatik, jasmani dan rohani. Mantan Gubernur NTT, mantan Jenderal TNI kaya arti dalam kehidipan ini. Sudah mengalami ziarah kehidupan ini jasmani dan rohani. Sudah menjalani pernikahan dengan Agnes selama lebih dari 50 tahun dan telah merayakan penikahan emas ini secara gereja Katolik yang dipimpin Romo JB. Sahid PR di Hotel Aston Bandung pada 3 Februari 2018.
Gubernur NTT 1993-1998 ini melengkapi refrensi kehidupan ini dengan mempersembah sebuah buku berjudul Ziarah Kehidupan mengkisahkan,” Napak tilas perjalanan hidup dalam penyertaan Tuhan.” Seorang Herman Musakabe bukan masih muda, menurut usia harapan hidup rata-rata orang Indonesia. Usia yang terbilang tua 78 tahun, namun bisa menulis buku setebal 194 halaman.Membaca buku, berarti mendapat pelajaran tentang arti hehidupan ini yang sebenarnya.
Dalam buku ini, tidak hanya soal keberhasilan dan prestasi yang telah dicapai dieberbagai bidang tetang kisah tentang kerohanian mengantar manusia untuk merefleksikan secara mendalam tentang kehidupan ini. Buku yang dicetak Desember 2018 ini mengantar pembaca agar menjalani ziarah kehidupan yang hanya sementara ini dengan berdoa dan bekerja.
Dalam pengantar buku ini, Herman Musakabe mengemukakan tigas alasan mengapa menulis buku ini. Pertama, Herman Musakabe menyampaikan rasa syukur atas anugerah Tuhan berupa usia, kesehatan, kehidupan berkeluarga dan talenta dalam mengarungi kehidupan.
Kedua, ingin berbagi pengalaman hidup dan pengalaman iman supaya bermanfaat bagi sesama. Komunikasi secara horizontal kepada sesama lewat buku agar melengkapi sebuah komunikasi secara vertikal kepada Tuhan.
Ketiga, menyampaikan hasil pembangununan yang dicapai Bangsa Indonesia yang sedang membangun. Di sini Herman Musakabe menulis hasil-hasil pembangunan sampai saat terakhir ketika Indonesia diawah kepemimpinan Presiden Jokowi. Dengan anugerah Tuhan berupa bonus usia lanjut, sisa kemampuan yang masih ada, kata Herman Musakabe dalam buku ini, bersyukur atas usia pernikahanya dengan Agens yang pada 3 Februari 2018 genap 50 tahun, serta mengenang akan kepergian puteranya yang meninggal dunia.
Sub judul pada halaman 5,” Kekuatan Berpikir Positif.” Isinya dari sub judul ini, sangat berguna bagi mereka yang membaca apa lagi meresepkan dan melaksanakanya. Pada sub judul ini, Herman Musakabe juga menulis metode hidup dari Kaizan, orang Jepang pasca Perang Dunia II. Adalah pula kisah tentang Perusahaan Terbaik Dunia Versi Majalah Forbes, Hukum Pareto dan Karma Baik, tenang Matematika Kehidupan, Pamrih, Membangun Kekuatan Individu, Bersyukur Masih Bisa Bernafas, Bersyukur Bisa Makan Dengan Garam, Bijak Mengelola Waktu, Waktu Menurut Jay Shetty, Bekerja Mulai di Ujung Senja, Kuliah Terakhir, dan Bersyukur Manjadikan Hidup Penting. Di bab ini, enak dibaca dan dinikmati sambil merenung akan hidup yang sudah dan sedang kita jalani.
Di sub judul,” Tentang Manusia Kaya Arti.” Ini kisah yang ditulis Herman Musakabe dalam praktek nyata. Di sini ada kisah tentang Pengertian Kaya Arti, Beberapa Potret Manusia Kaya Arti, Om John Dari Tana Papua, Guru Nahum Pencipta Lagu Batak Modern, Beltrame Polisi yang Pahlawan, Bunda Teresa dari Calcuta, Miskin Arti dan Berlawanan Arti, Teroris Yang Melibatkan Keluarga, Penyelundup Narkoba, Kaya Harta Tidak Selalu Kaya Arti, Kisah Inspiratif Penemu WhatsApp, dan jadilah Selalu Manusia Kaya Arti.
Buku ini juga tentang Sang Merah Putih, Kemerdekaan dan Tantangan Bangsa Indonesia, serta dalam sub judul buku ini Herman Musakabe juga menulis tentang Presiden Jokowi Membangun Optimisme dan Tahun 2020, Prediksi Krisis Ekonomi Dunia. Dikisahkan pula soal Panglima Dengan Para Presiden, mulai dari Soeharto, Megawati, Habibie, Gus Dur, Megawati Presiden Perempuan Pertama dan Kisah Tentang SBY Teknokrat Militer sampai Jokowi. Kisanya sangat lengkap, enak dibaca dan perlu dibaca.

Perkawinan Emas
Herman Musakabe mengkisahkan Perjalanan Hidup Perkawainan, Kiat Saling Mendukung dalam Tugas, Tentang Pelaksanaan Pernikahan Emas, Tuhan Gembala Yang Baik dan Kisah Perkawinan di Kana. Perlu dibaca pasangan muda yang merencakanakan perkawinan dan para pasangan yang sedang menjalanin kehidupan berkeluarga. Sub judul yang juga jangan dilewatkan untuk dibaca, tentang Tanatafobia yang terdiri dari kisah Sudut Pandang Psikologi, Kebahagiaan Semu berujung Kematian Bunuh Diri, Kematian Menurut Ajaran Agama Kematian Kekal Karena Tujuh Dosa Pokok, Firasat Kematian dan Lolos Dari Kematian dan Penglaman Dekat Dengan Maut dan kisah tentang Kematian Anak Bungsu.
Kisahnya sangat menggetarkan dari sub judul ke sub judul yang menggiring pembaca membaca terus buku ini sampai selesai. Simak pula judul dalam buku ini tentang Kerahiman Allah Dalam Kehidupanku, mulai dari masa kecil dan Muda Yang Penuh Kesulitan, Bekerja di Ladang Tuhan di Long Nawang Kalimantan dan Bertugas di NTT. Di kisah Penutup juga perlu disimak secara lengkap, sehingga hidup ini menjadi sempurna dan lengkap. Di akhir buku, juga Herman Musakabe menulis lengkap profil diri. ♦

 

Riwayat Hidup Herman Musakabe

Herman Musakabe, adalah seorang purnawirawan TNI-AD dengan pangkat terakhir Mayor Jenderal, lahir di Padalarang, Jawa Barat tanggal 18 Juli 1940. Masa kecilnya bersekolah di Lagere School dan Sekolah Rayat (SD) kemudian pindah ke SR Tanalodu, Bajawa, Flores, mengikuti orang tua yang pulang kampung karena pensiun dari militer. Melanjutkan ke SMPK Ndao, Ende, kemudian pindah ke SMPK Frater, Kupang. Kemudian melanjutkan ke SMAK Santo Aloysius, Bandung (1956-1959).
Setelah itu kuliah di ITB Jurusan Farmasi tetapi kemudian masuk Akademi Militer Nasional (AMN) di Magelang (1960-1963).
Dilantik sebagai Letnan Dua Infanteri 20 Desember 1963 dan memulai karier militer sebagai Dan Ton di Kodam VI Diponegoro, bertugas di Operasi Kilat di Majene, Sulsel, kemudian melanjutkan Kursus Lanjutan Perwira Satu (Kupaltu) di Bandung, dan menjadi Komandan Kompi di Kodam IX Mulawarman. Bertugas di Operasi Dwikora sebagai Danki 3 Yonif 612 di Long Nawang, perbatasan Kaltim dengan Serawak, Malaysia. Di Long Nawang, daerah Apau Kayan, ia sempat bekerja di “Ladang Tuhan” di tengah masyarakat Dayak Kenyah yang meninggalkan kepercayaan lokal Bungan Malan dan menjadi pemeluk Kristen (Katolik dan Protestan).
Berbagai jabatan dan penugasan militer dilaluinya mulai dari instruktur di Rindam \X Balikpapan, Komandan Latihan Tempur, Komandan Batalyon Infanteri 611/ Awang Long, Samarinda, Komandan Kodim 0901 Samarinda, dan masuk pendidikan Seskoad tahun 1976. Menjabat Kepala Biro Staf Teritorial di Mabes TNI-AD, Asisten Teritorial Kopur Linud Kostrad, dan Dirdiklat Pusbangter. Kemudian menjadi Asisten Teritorial Kodam IX Udayana, Komandan Korem 161/WS Bali, dan dipromosikan menjadi Kasdam Udayana dengan pangkat Brigjen. Mengikuti pendidikan Lemhannas KRA XXII dan menjadi Wadan Seskoad. Kemudian dlpromoiikan menjadí Komandan Pusat Pembinaan Pendidikan (Pusblndik) INI AD dengan pangkat Mayjen. Tahun 1992 menjadi Komandan Sekoad dan tahun 1993 menjadi Gubernur NTT sampai tahun 1998.
Semasa menjadi Gubernur menjalankan 7 Program Strategis NTT yaitu Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), Penanggulangan Kemiskinan, Pembangunan Ekonomi, Pengembangan llmu Pengetahuan dan Teknologi, Tata Ruang, Perhubungan, dan Pariwisata. Beberapa karya selama menjadi Gubernur NTT antara lain: memprakarsai wajib memakai baju tenun ikat NTT bagi PNS setiap hari Kamis (sekarang Rabu dan Kamis), dan mewajibkan PNS berdoa sebelum dan sesudah kerja. Bersama istrinya Agnes, menyelenggarakan nikah massal bagi para pasutri yang belum nikah secara gereja dan catatan sipil serta menghidupkan pasar-pasar tradisional dan para pedagang kecil.
Selama tahun 1995 sampai 1998 telah dinikahmassalkan 13 ribu pasutri di kabupaten dan kota se NTT. Membangun GOR Flobamora, Arena Pameran Industri dan Kerajinan Rakyat, Fatululi, dan Aula El Tari.
Setelah memasuki masa puma tugas ¡a bergabung dalam Yayasan Sekar Mawar Keuskupan Bandung selama dua tahun yang bergiat dalam penanggulangan bahaya Narkoba bersama teman-teman alumnus SMA St. Aloysius, Bandung, la juga bergabung dalam di Marian Centre Indonesia (MCI) Jakarta bersama pastor moderator Romo Yosef Tarong, Pr (alm) untuk pelayanan Devosi Maria ke daerah-daerah dan penyebaran doa Rosario Hidup. la juga menjadi anggota tim khusus/narasumber membantu tugas Dirjen Bimas Katolik, Drs. Stef Agus, bersama Prof. JB. Sumarlin, DR. Cosmas Batubara, DR. Jan Riberu, Drs. Frans Parera dan beberapa tokoh lain. Tim ini sempat berkeliling ke daerah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua dan NTT. Selain ¡tu sempat menjadi Widyaiswara tamu Lemhannas untuk masalah kepemimpinan dan Widyaiswara di Badan Diklat (BP4D) Prov NTT.
Kegiatan lain, menulis di beberapa media massa nasional dan lokal (Kompas, Suara Pembaruan, Pikiran Rakyat, Pos Kupang), Majalah Komunikasi dan Majalah Karya Vira Jati, Seskoad, serta menulis buku. Buku-buku yang sudah dipublikasikan antara lain: Tantangan Pembangunan, Dinamika Pemikiran Seskoad 1992-1993, Nuansa Kehidupan I dan II (1996, 1997), Pemimpin dan/Crisis Multidimensi (2001), Berkarya Dalam Kasih dan Iman (2003), Roh Kepemimpinan Sejati (2004), Mencari Kepemimpinan Sejati (2004), Bunda Maria Pengantara Rahmat Allah (2005), Mengembangkan Talenta Untuk Sesama (2007), Menuju Hidup Yang Lebih Ekaristis (2008) Bunda Maria Pengantara, Penolong dan Pembe/a Kita (2009), Menjadi Manusia Kaya Arti (2010) Hidup Adalah Anugerah (2013), Membangun Karakter Unggul (2016) dan Ziarah Kehidupan (2018).
Menikah dengan Agnes Yeanette Samuel, telah menjalani kehidupan perkawinan selama 50 tahun (1968-2018). Perkawinan Emas dirayakan tanggal 3 Febuari 2018 di Bandung. Dikaruniai 4 anak yaitu Hendrik, Alexander, Anastasia dan Maria Dwisanti (alm), 3 menantu Magdalena, Vanya, dan Alfie S. Riupassa, serta 5 cucu Frans, Maria, Johanes’ (Jo), Michael (Mike) dan Gaby. Moto hidup: Ora et Labora, Berdoa dan Bekerja. Selama masih bisa, ia tetap berkarya melalui tulisan dan semua itu untuk kemuliaan nama Tuhan. Ad Maiorem Dei Gloriam. ♦

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.