Uskup Agung Ende Pimpin Pemakaman Jenazah Rm. Dominikus Balo, Pr

Uskup Agung Ende Pimpin Pemakaman Jenazah Rm. Dominikus Balo, Pr

USKUP Agung Ende, Mgr. Vincentius Sensi Poto Kota memimpin langsung jalannya misa pelepasan terakhir dan pemakaman Jenazah Romo Dominikus Balo, Pr bertempat di Gereja Seminari Santo Yohanes Brekhmans Mataloko, Kabupaten Ngada, Flores, Nusa Tenggara Timur 7 Februari 2019.
Selain itu Romo Vikep Bajawa, Romo Yoseph Daslan bersama seluruh Pastor Paroki dan para Pastor dalam lingkup Kevikepan Bajawa mendampingi langsung proses pelepasan jenazah menuju tempat peristirahatan terakhir .
Ratusan Biarawan Biarawati, siswa Seminari dan umat dari berbagai daerah hadir menghantar kepergian Romo Domi Balo, Pr ke tempat peristirahatan terakhir di Pemakaman Imam Projo Seminari Santo Brekhmans Mataloko.
Sementara dari pihak keluarga duka asal Kampung Detunio, Kanganara, Nuapu, Detukeli, Unggu, Kecamatan Detukeli Kabupaten Ende, hadir ratusan keluarga dan sesepuh adat mengikuti jalannya pelepasan kepergian sang tokoh yang mencatat sejarah sebagai Imam kedua setelah Pastor Yohanes Mbenu dari generasi Paroki Roh Kudus Detukeli, Lio Utara, Kabupaten Ende, Flores.
Dua Imam Gereja Katolik yang berkarya di Paroki Detukeli bersama Paroki Pemekaran Watunggere, P. Charles Beraf, SVD dan Romo Servas, Pr hadir bersama mendampingi umat Paroki Detukeli dan Watunggere-Nida, juga Romo Thadeus Depa, Pr sebagai keponakan dari almarhum Romo Dominikus Balo, Pr.
“Romo Dominikus Balo, Pr adalah Imam yang telah sukses menjadi sahabat Yesus melalui segala pengabdiannya bagi Gereja, Umat, Masyarakat, Bangsa dan Negar ini. Kepergiannya meninggalkan pesan dan catatan karya bhakti positif untuk diketahui, diingat dan diikuti dalam misi cinta kasih perutusan hidup umat manusia”, ungkap . Uskup Agung Ende, Mgr. Vincentius Sensi Poto Kota.
Sementara dalam sambutan pelepasan terakhir, perwakilan keluarga duka menyampaikan ungkapan terimakasih berlimpah kepada semua pihak dan Gereja serta para Pastor, kepada Paroki Roh Kudus Mataloko, para Suster dan Siswa Seminari Mataloko, para Guru Seminari serta masyarakat Ngada dan Pemerintah Daerah yang telah memberikan segala-galanya dalam berntuk perhatian kepada Romo Dominikus Balo, Pr semasa hidup dan juga untuk segala urusan kedukaan kepergian Romo Dominikus Balo, Pr menghadap Sang Khalik. Sambutan duka juga disampaikan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Ngada, mengucapkan turut berduka dan kehilangan mendalam atas kepergian sosok pelayan Gereja dan masyarakat dalam karya Romo Dominikus Balo, Pr.
Meski saat procesi upacara pemakaman, cuaca di wilayah Mataloko dan sekitarnya diguyur hujan lebat, namun jalannya pelaksanaan pelepasan terakhir jenazah berjalan sangat takjub dan aman sesuai agenda yang telah dijadwalkan. Selamat jalan Romo Dominikus Balo, Pr.

Selamat Jalan, Ini Riwayat Romo Dominikus Balo, Pr
Perjalanan kasih dalam misi pewartaan cinta dan totalitas pelayanan Romo Dominikus Balo, Pr menoreh jejak dan keteladanan untuk diteruskan. Usai dipastikan menghembuskan nafas terakhir pada Hari Selasa tanggal 5 Februari 2019, sekitar pukul 06.00 di Rumah Sakit Umum Bajawa, Kabupaten Ngada, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, jenazah dibawa ke Seminari St. Yohanes Berkhmans, Mataloko dan selanjutnya disemayamkan di Gereja Seminari. Seiring usia tua, Rm. Dominikus Balo, Pr menderita sakit komplikasi dan beberapa kali menjalani proses perawatan serta pengobatan medis dan terakhir menghembuskan nafas di Rumah Sakit Umum Bajawa dalam usia 79 Tahun, 36 Hari.
Sosok pelayan Gereja dan juga pendidik di Sekolah Seminari ini merupakan figur pekerja nilai dalam banyak keteladanan untuk diguguh.
Dikutip redaksi 6 Februari 2019 salah satu Siswa Seminari St. Yohanes Berkhmans Mataloko, Luis Sodho melalui sebuah tulisan pendeknya pada kolom Majalah Dinding Seminari menulis, Romo Penyayang. Disebutkan, tidak hanya pada manusia, keseimbangan kasih sayang Romo Dominikus Balo, Pr semasa hidup juga tercurah melalui deretan perhatiannya kepada hewan ternak peliharaan, diantaranya anjing kecil berwarna putih yang diberi nama Puella dan juga ikan yang ada di depan Kapela SMP Seminari St. Yohanes Berkhmans Mataloko-Ngada.
Dikutip redaksi media ini, berikut riwayat hidup Romo Dominikus Balo, Pr. Lahir di Detunio, 17 Oktober 1939 (Kecamatan Detukeli, Kabupaten Ende, Flores). Orangtua : J. Panggo dan E. Nde Boe. Riwayat Pendidikan Semiari : SMP Seminari Todabelu Mataloko 1955 – 1958, SMA Seminari Todabelu Mataloko 1958 – 1962, Seminari Tinggi Ritapiret 1962, TOP St Ndona 1963-1964.
Ordines / Tahbisan : Sub Diakon : Ledalero, 7 Maret 1970, Diakon : Ledalero 14 Maret 1970, Imam : Detukeli 26 Juli 1970 oleh Mgr Donatus Djagom, SVD. Studi Teologi Pastoral di Roma 1974 – 1977.
Riwayat Karya : Direktur Seminari St. Yohanes XXIII Lela, 29 Oktober 1970 – 18 Oktober 1974, Anggota Pusta Pastoral KAE dan tinggal di Paroki Roworeke sebagai Pastor Kapelan, 19 Januari 1978 – 31 Januari 1979, Direktur PusPas KAE, 16 Mei 1980 – 1 Maret 1987, Preases Seminari Tinggi Ritapiret, 1 Maret 1978 – 1 Maret 1990, Pastor Paroki Watubala- Halehebing, 1 Juli 1990 – 1 Juli 1991, Ketua Yesukel 1 Juli 1991-3 September 2001, Staf Pengajar dan Pendamping di Seminari Todabelu, Mataloko, 2001 – hingga wafat.
Tugas lain yang perna diemban : Direktur KKI KAE dan Ketua Komisi Kerasulan Awam KAE, 23 Februari 1984 – 20 Oktober 1986. Anggota Dewan Pastoral dan Dewan Imam KAE, 1980 – 1990. Pengurus Majelis Pendidikan Katolik (MPK) KAE 1991-1994, Anggota Tribunal Gereja KAE 25 September 1984-2015.
Informasi pemakaman jenazah pada tanggal 7 Februari 2019, tempat Pemakaman Seminari Brekhmans Mataloko, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada, Flores-Nusa Tenggara Timur. Selamat Jalan Romo. Cinta Tuhan menyambut mu. ♦ larantuka.com

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.