Vicktory-Jos Pimpin NTT2018-2013

Vicktory-Jos Pimpin NTT2018-2013

♦ Gubernur NTT: Jangan euforia berlebihan

 

PROPINSI NTT sudah punya pemimpin baru, setelah Frans Lebu Raya memimpin NTT selama sepuluh tahun. Pilkada 27 Juni 2018, rakyat NTT dari nurani terdalam memilih pasangan ini. Keduanya tokoh nasional yang moderat dan berpengalaman, memiliki akses yang luas dari istana dan seluruh pejabat penting negeri. Rakyat NTT menanti program Victory – Jos sesuai janji dan slogan yang dikampanyekan selama masa kampanye. Kemenangan ini, jelas Gubernur NTT Frans Lebu jangan disambut dengan cara berlebihan. “Jangan terlalu berlebihan merayakan kemenangan. Jika memang menang, tenang-tenang saja di posko dan syukuri kemenangan itu sambil menunggu hasil resmi yang diumumkan KPU NTT,” kata Gubernur Frans Lebu Raya.
Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya mengimbau massa pendukung pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur NTT periode 2018-2023 agar jangan euforia berlebihan sebelum ada pengumuman resmi dari KPU sebagai penyelenggara pilkada.
“Jangan terlalu berlebihan merayakan kemenangan. Jika memang menang, tenang-tenang saja di posko dan syukuri kemenangan itu sambil menunggu hasil resmi yang diumumkan KPU NTT,” katanya kepada wartawan di Kupang, Rabu 27 Juni 2018.
Hal ini disampaikannya saat bersama Forum Pimpinan Kepala Daerah (Forkompinda) di NTT meninjau sejumlah tempat pemungutan suara (TPS) di Kota Kupang. Ia mengatakan setiap massa pendukung harus menunggu keputusan atau hasil hitung resmi yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umim (KPU).
Gubernur dua periode itu mengharapkan agar warga harus tetap menjaga suasana yang aman, tenteram dan tertib yang saat ini sedang berlangsung sehingga tak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.
Pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur NTT periode 2018-2023 Viktor Bungtilu Laiskodat-Josep Nae Soi (Viktor-Joss) untuk sementara unggul dalam Pilgub NTT yang berlangsung, Rabu (27/6). “Jika dalam proses perhitungan suara ada paslon yang sudah lebih unggul dibandingkan paslon lain, hendaknya jangan memastikan dahulu kemenangannya karena harus sabar sampai perhitungan suara selesai,” katanya.
Sementara itu Kapolda NTT Irjen Pol Raja Erizman juga mengharapkan untuk tidak terlalu beregu merayakan kemenangan karena bisa menimbulkan kecelakaan di jalanan. “Kita tak ingin nanti ada yang mengalami kecelakaan karena euforia berlebihan, seperti pawai dan sebagainya,” kata jenderal bintang dua itu menegaskan.
Terkait keamanan selama proses pencoblosan sampai perhitungan sementara, dia pun mengatakan sampai saat ini masih dalam suasana kondusif dan tak ada hal-hal yang mencurigakan yang dapat menimbulkan konflik. “Kita berharap semuanya berjalan aman dan damai sampai seterusnya,” kata Kapolda Erizman. Sementara itu, massa pendukung pasangan Viktor Laiskodat-Joseph Nae Soi, mulai menyemut di posko pemenangan Viktory-Joss di Jalan Raya El Tari Kupang, beberapa saat setelah pemungutan suara.
Hingga Pukul 16.50 WITA, massa pendukung yang datang dengan berjalan kaki maupun berkendaraan sepeda motor, membanjiri halaman posko kemenangan atau sekretariat pasangan Viktor-Joss. Nuansa euforia mulai tampak dengan berbagai ungkapan kemenangan diiringi suara kendaraan dari para pendukung sambil menunggu pasangan calon Viktory-Joss yang masih berada di dalam gedung posko pemenangan. Dari hasil perhitungan cepat lembaga survei Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) yang ditayangkan melalui stasiun Metro TV hingga Pukul 17.22 WITA, Viktory-Joss nomor urut 4 masih unggul dengan perolehan suara 35,94 persen.
Sementara pasangan Esthon L Foenay-Christian Rotok nomor urut 1 meraih 19,48 persen suara. Pasangan Marianus Sae-Emmilia Nomleni nomor urut 2 meraih 26,96 persen suara dan pasangan Benny K Harman-Benny A Litelnoni nomor urut 3 meraih 17,62 persen suara. Jumlah suara yang sudah masuk mencapai 84,33 persen.

Viktory-Joss unggul
Pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur NTT periode 2018-2023 Viktor B Laiskodat-Josef Nae Soi untuk sementara unggul 37,04 persen dari tiga pasangan lainnya menurut hasil perhitungan cepat Indo Survey dan Strategy. Pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur NTT periode 2018-2023 Viktor B Laiskodat-Josef Nae Soi untuk sementara unggul 37,04 persen dari tiga pasangan lainnya menurut hasil perhitungan cepat Indo Survey dan Strategy. “Data ini merupakan data sementara yang masuk pada pukul 18.00 WITA,” kata Direktur Eksekutif Indo Survey dan Strategy Hendrasmo kepada wartawan saat merilis hasil perhitungan cepat di Kupang, Rabu 27 Juni 2018. Ia mengatakan di posisi kedua pasangan Marianus Sae dan Emelia Julia Nomleni dengan jumlah suara sementara mencapai 25,61 persen. Sementara posisi ketiga ditempati pasangan Benny K Harman dan Benny Litelnoni dengan jumlah suara mencapai 18,79 persen. Sementara posisi keempat ditempati oleh pasangan Esthon-Chris dengan jumlah suara yang dimiliki mencapai 18,55 persen. Dia mengatakan jumlah suara tersebut hasil dari 86,45 persen suara yang diterima oleh pihak Indo Survey and Strategy.
Massa pendukung pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur NTT periode 2018-2023 Viktor Bungtilu Laiskodat-Josep Nae Soi (Viktory-Joss) mulai menyemut di halaman Posko Kemenangan Viktory-Joss di Jalan Raya El Tari Kupang, Rabu (27/6) sore, setelah mengetahui bahwa pasangan tersebut unggul sementara dalam ajang Pilgub NTT. Dari hasil perhitungan cepat itu juga pihaknya mencatat bahwa pasangan Viktory-Joss menang telak di seluruh daratan pulau Sumba dengan jumlah suara berada di atas 40an persen.
Viktory-Joss menang unggul telak di Pulau Timor dengan prosentase suara terbanyak di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) mencapai 65 persen suara. Sementara pasangan Marianus-Emelia dan pasangan Benny K Harman-Benny Litelnoni jumlah suara pemilih mendominasi di pulau Flores dengan jumlahnya prosentasenya tak jauh berbeda yakni berada pada angka 30-40 persen. Sementara pasangan Esthon-Chris lanjutnya untuk perhitungan cepat sementara jumlah suara di sejumlah kabupaten masih? berada jauh di bawah dari tiga pasangan calon tersebut.

Hasil survei SMRC
“Survei itu benar adanya. Dan sudah dilakukan mulai 19 Mei hingga 26 Mei bulan lalu,” Sirojuddin Abbas.
Pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur NTT periode 2018-2023 atas nama Viktor B Laiskodat-Josef Nae Soi (Viktori-Joss) dinyatakan berada diurutan teratas dalam survei yang dilakukan oleh Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). “Survei itu benar adanya. Dan sudah dilakukan mulai 19 Mei hingga 26 Mei bulan lalu,” kata Direktur Program SMRC Sirojuddin Abbas saat dikonfirmasi Antara Kupang, Sabtu 23 Juni 2018, terkait hasil survei yang diumumkan tersebut.
Sirojuddin menyatakan bahwa dari hasil survei yang sudah dilakukan selama periode tersebut pihaknya membagikan dalam tiga tahap yakni pilihan kepada empat calon gubernur, pilihan kepada empat pasangan calon gubernur dan pilihan kepada pasangan calon gubernur sesuai simulasi kertas suara.
Berdasarkan tahap pertama yakni tahap pilihan kepada empat calon gubernur, Viktor Laiskodat menempati urutan teratas dengan jumlah suara 36.5 persen, posisi kedua ditempati Marianus Sae dengan jumlah suara 19,6 persen, posisi ketiga Benny K Harman dengan jumlah suara 17,6 persen dan posisi keempat adalah Esthon Foenay dengan jumlah suara 16,7 persen. Tahap kedua adalah pilihan kepada keempat pasangan calon, pada tahap ini pasangan Viktor B Laiskodat-Josef Naesoi menempati urutan teratas dengan jumlah suara 36,4 persen. Urutan kedua ditempati oleh Marianus Sae-Emmelia Nomleni dengan jumlah suara 20,2 persen, sementara itu posisi ketiga ditempati oleh Benny K Harman-Benny A Litelnoni dengan jumlah suara 18,2 persen, disusul pasangan Esthon-Chris dengan jumlah 17,7 persen. Sementara itu pada tahap terakhir dengan menggunakan simulasi kertas suara kembali Viktor-Joss menempati urutan pertama dengan jumlah suara mencapai 37,4 persen, posisi kedua tetap ditempati oleh paket Marhaen dengan jumlah suara mencapai 21,4 persen, posisi ketiga ditempati oleh Esthon-Chris dengan jumlah suara mencapai 18,8 persen dan terakhir adalah Benny-Benny dengan jumlah suara mencapai 18,4 persen.
Sirojuddin menambahkan sebenarnya pihaknya tak ingin merilis hasil survei tersebut, namun karena ada pemberitaan yang miring tentang SMRC yang miring soal survei tersebut maka dirinya terpaksa menyampaikan hasilnya. “Ada yang mempelintir pernyataan saya, sehingga saya juga terpaksa buka-bukaan tentang hasil survei ini,” tambahnya. Lebih lanjut Sirojuddin menambahkan bahwa hasil survei yang diperoleh itu merupakan hasil potret dukungan pada saat survei. “Hasil ini tidak memprediksi hasil akhir. Tentu masih terbuka kemungkinan pergeseran dukungan dalam beberapa minggu terakhir setelah survei,” tambahnya.
Disamping itu ia mengatakan pada saat survei dilakukan, masih ada sekitar 18 persen pemilih lemah. Sejumlah pemilih itu lanjutnya sudah mendukung salah satu pasangan calon, tapi masih besar kemungkinan akan mengubah pilihan dalam beberapa waktu ke depan.

KPU pastikan perolehan suara tidak akan berubah
“Kami pastikan perolehan suara tidak berubah, baik mulai dari TPS, PPK, sampai ke KPU kabupaten hingga provinsi,” kata Maryanti Luturmas Adoe.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Nusa Tenggara Timur Maryanti Luturmas Adoe memastikan perolehan suara hasil Pilkada 2018 tidak akan berubah mulai dari TPS sampai ke KPU provinsi. “Kami pastikan perolehan suara tidak berubah, baik mulai dari TPS, PPK, sampai ke KPU kabupaten hingga provinsi,” kata Maryanti Luturmas Adoe di Kupang, Rabu 27 Juni 2018..
Menurut dia, perolehan suara hasil pemilihan tidak boleh diganggu dan pihaknya sudah membuktikannya seperti pada Pilkada sebelumnya di tahun 2015 dan 2017. Ia mengatakan, proses rekapitulasi suara secara berjenjang tetap dilakukan dan hasil resmi yang nantinya?digunakan yaitu rekapitulasi tingkat paling akhir di provinsi. Menurutnya, hasil pleno rekapitulasi suara di tingkat panitia pemilihan kecamatan (PPK) bisa saja mengalami perbaikan di tingkat KPU kabupaten/kota,
“Perbaikan ini bukan terkait perolehan suara melainkan seperti kesalahan yang penjumlahan jumlah pemilih yang menggunakan hak pilih atau tidak menggunakan, berkaitan dengan penggunaan surat suara yang rusak atau tidak digunakan,” katanya.
Ia menjelaskan, KPU tidak melakukan perhitungan cepat dalam Pilkada ini dan tidak merilis hasil perolehan sementara, namun hasil perolehan suara dapat diakses melalui website KPU. “Masyarakat silahkan mengikuti update hasil perolehan suara melalui website KPU, kami perkirakan tanggal 28 Juni malam semua suara sudah 100 persen masuk website,” katanya. Secara keseluruhan, terdapat sebanyak 3.186.506 pemilih, Rabu mulai pukul 07.00-13.00 WITA akan menggunakan hak suara dalam pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur NTT periode 2018-2023. Para pemilih yang tersebar di 22 kabupaten dan kota ini akan memberikan suara pada 9.672 TPS yang tersebar di 3.323 desa dan 307 kecamatan. ♦ antaranews.com

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.