Wagub : Jadilah Duta NTT di Luar Negeri

Wagub : Jadilah Duta NTT di Luar Negeri

Wagub NTT Hadiri Perayaan Tahbisan Imam Soverdi TTU

 

WAKIL Gubernur Josef A.Nae Soi menghadiri tabisan 10 orang diakon yang menjadi jadi imam oleh Monsinyur Dominikus Saku, Uskup Atambua. Delapan orang dari Konggregasi Societas Verbi Divini (SVD) atau Serikat Sabda Allah dan dua orang dari Congregatio Sacrorum Cordium Jesu et Mariae (SSCC) atau Konggregasi Hati Kudus Yesus dan Maria Kamis 1 Oktober 2020.
Menurut Wagub JNS, peristiwa tahbisan imam merupakan suatu kebanggaan bagi masyarakat dan pemerintah NTT. Para imam baru ini akan diutus ke luar negeri.
” Dari rahim Nusa Tenggara Timur, kita akan kirim 10 putra kita ke seluruh dunia. Saat jadi anggota DPR dan bertugas sebagai Ketua Forum Kerjasama Parlemen Indonesia dengan negara-negara Amerika Latin. Saya sering ketemu pastor-pastor kita yang kerja di sana. Mereka sangat luar biasa karena bisa jadi duta NTT dan Indonesia di sana,” kata Wagub JNS saat menyampaikan sambutan pada acara tahbisan tersebut.
Lebih lanjut, pria asal Ngada tersebut mengungkapkan, para imam yang akan diutus ke luar negeri mematahkan anggapan NTT sebagai daerah yang bodoh dan miskin.
“Dari rahim Nusa Tenggara Timur yang selalu dijuluki termiskin dan terbodoh, kita mampu kirimkan putera-putera terbaik ke seluruh dunia. Sebagai imam, anda tidak hanya menggerakan orang tetapi juga harus bisa menarik manusia jadi lebih baik. Itu merupakan kelebihan dari seorang imam. Perkenalkan NTT ke seluruh dunia sebagai Nikmat Tiada Tara dan Nusa Terindah Toleransi,” kata Wagub JNS.
Kedatangan dirinya dan Gubernur Viktor ke NTT, lanjut Wagub, adalah untuk membawa JALA yakni jalan, listrik dan air.
“Ada ungkapan, waktu berubah dan kita harus berubah di dalamnya. Saya ajak kita semua (gereja) agar sama-sama bergandengan tangan untuk bangun dan rubah provinsi ini,” kata Wagub JNS.
Sementara itu, Uskup Dominikus Saku mengatakan para diakon yang ditahbiskan telah dipersiapkan dalam lingkungan keluarga yang baik. “Bapa dan ibu dalam keluarga dalam arti tertentu adalah imam untuk keluarga. Para diakon bisa ditahbiskan imam, berawal dari kelurga,” jelas Mgr. Domi Saku.
Mgr Domi Saku berpesan kepada para imam yang akan berkarya di luar negeri untuk hadirkan Allah yang menyelamatkan.
“Sauadara akan bertemu dengan orang-orang dari negara lain dengan berbagai perbedaan-perbedaan.Bersaudara dan bersahabatlah dengan banyak orang dan budayanya,” pungkas Domi Saku.
Tampak hadir pada kesempatan tersbut Bupati TTU, Unsur Forkopimda Kabupaten TTU, PimpinA DPRD, para imam/biarawan-biarawati, keluarga dari para imam yang ditahbiskan, insan pers dan undangan ainnya. ♦ humas setdantt

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.