Wakil Bupati Buka Rakor TIK Program Inovasi Desa

RAPAT Koordinasi Tim Inovasi Kabupaten (TIK) Program Inovasi Desa II tahun 2019 dibuka Wakil Bupati Rote Ndao Stefanus M Saek, di auditorium Ti’i Langga, kompleks Perkantoran Pemkab Rote Ndao, Rabu 27 November 2019. Rakor TIK tersebut digandeng dengan kegiatan Pengukuhan.
Pegiat Anti Narkoba Desa sebagai Agen Program Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) BBN Kabupaten Rote Ndao.
Dalam sambutannya Wakil Bupati Stefanus Saek mengatakan, momentum pelaksanaan rapat koordinasi TIK PID II ini merupakan rapat koordinasi yang terakhir untuk program inovasi desa, oleh karena itu sangat diharapkan desa didorong untuk terus termotivasi untuk berinovasi meningkatkan kualitas agar dapat meningkatkan produktifitas rakyat dan kemandirian ekonomi serta mempersiapkan pembangunan daya yang memiliki daya saing.
Dengan adanya kegiatan ini, kata Wabup Saek, diharapkan desa mampu menerapkan dan menumbuhkan inovasi dan pertukaran pengetahuan secara partisipatif karena program inovasi desa lahir sebagai salah satu bentuk dukungan kepada desa agar lebih efektif dalam menyusun penggunaan dana desa sebagai investasi dalam peningkatan produktifitas dan kesejahteraan masyarakat. program inovasi desa dirancang untuk mendorong dan memfasilitasi
Menurutnya, peningkatan produktivitas perdesaan harus bertumpu pada beberapa hal: 1) Pengembangan ekonomi kewirausahaan baik lokal pada ranah pengembangan usaha masyarakat, maupun usaha yang diprakarsai desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDes Bersama), serta Produk Unggulan Desa (Prudes) dan Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades) guna menggerakkan dan mengembangkan perekonomian desa. 2) Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Sebagai kaitan antara produktivitas perdesaan dengan kualitas SDM ini diharapkan terjadi dalam jangka pendek maupun dampak signifikan dalam jangka panjang melalui investasi di bidang pendidikan dan kesehatan dasar. 3) Pemenuhan dan peningkatan infrastruktur perdesaan, khususnya yang secara langsung berpengaruh terhadap perkembangan perekonomian desa, dan memiliki dampak menguatrekatkan kohesi sosial masyarakat perdesaan.
Dikatakan Wabup Saek, walaupun Program Inovasi Desa akan berakhir pada tahun 2020, namun semangat dan komitmen novasi yang ada, harus terus di replikasikan di tahun-tahun yang akan datang, sehingga program yang telah berjalan kurang lebih tiga tahun ini tidak sia-sia dan hanya bersifat seremonial belaka.
Masih menurut Saek, sesuai tema rapat koordinasi ke-2 Program Inovasi Desa tahun 2019 ini, yaitu ‘Evaluasi Program Inovasi Desa menuju Desa Mandiri dan Sejahtera’, maka sepatutnya setelah selesai dilakukannya rapat koordinasi ini, dapat melahirkan semangat baru untuk terus berinovasi dan sekaligus mengevaluasi hasil-hasil program ataupun komitmen inovasi yang telah di pilih pada saat penyelenggaran bursa inovasi desa.
Kepala Bidang Bina Pemdes dan Kelurahan pada DPMD Kabupaten Rote Ndao Handryan Bessie dalam laporannya menyampaikan, maksud dan tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah menyatukan kesamaan gerak langkah semua Pihak yang terlibat dalam Program Inovasi Desa dalam mengevaluasi pelaksanaan Bursa Inovasi Desa Tingkat Kabupaten Rote Ndao tahun 2019, melakukan Evaluasi terhadap Kegiatan yang dilaksanakan oleh Penyedia Peningkatan Kapasitas Teknis Desa (P2KTD), evaluasi menyeluruh terkait pclaksanaan kegiatan PID dan Peran serta Tim Pelaksana Inovasi Desa yang pertama tahun 2019, dan penyusunan RKTL PID Tahun 2020.
Peserta yang hadir dalam kegiatan Rakor berjumlah 204 orang, terdiri dari kepala desa 112 orang, Tim Pelaksana Inovasi Desa 22 orang, para carmat se-Kabupaten Rote Ndao 10 orang, Tenaga Pendamping Profesional Desa 60 orang. Materi yang akan dibahas, di antaranya Evaluasi Pemanfaatan Dana Operasional Kegiatan (DOK) Program Inovasi Desa (PID) Tahun 2019, Kebijakan Pengakhiran dan Keberlanjutan Program Inovasi Desa Tahun 2020, Evaluasi dan Pemaparan Progres Tim Inovasi Kabupaten serta Tim Pelaksana Inovasi Desa, Hasil Bursa, Capturing, Replikasi dan LPJ, serta Rencana Kerja Tindakan Lanjut. Rapat Koordinasi TIK dihadiri Kepala BNN Kabupaten Rote Ndao Kompol Muhamad Irfan, Kepala Dinas Pangan Kabupaten Rote Ndao Frans Daud, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Daud Daniel Bessie, Forkopimda, serta tamu undangan lainnya. ♦ ido

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.