Wakil Bupati Saek : Pemkab Rote Miliki Perbup Pencegahan Stunting

Wakil Bupati Saek : Pemkab Rote Miliki Perbup Pencegahan Stunting

JUMAT, (6/9/2019) bertempat di Gedung Auditorium dinas kesehatan Kabupaten Rote Ndao gelar sosialisasi program survelens dan mencegah Stunting dihadiri sejumlah Stakhoder diwilayah Kabupaten Rote Ndao, Kegiatan itu dibuka wakil Bupati Rote Ndao, Stefanus Saek, M.Si.
Wakil Bupati Rote Ndao mengatakan Pemkab Rote Ndao berkomitmen untuk meningkatkan Imunisasi dan mencegah penyakit malaria dan Stunting.
Dikataknya, Pemerintah Kabupaten Pemkab Rote Ndao mendukung penuh kegiatan sosialisasi program survelens dan mencegah Stunting. Sebagai wujud komitmen pemerintah tersebut maka pemerintah kabupaten Rote Ndao sudah memilih peraturan Bupati Rote Ndao Nomor 19 Tahun 2019 Tentang Percepatan Pencegahan Dan Penanganan Stunting Terintegrasi sehingga diharapkan semua berkomitmen untuk bekerja sama mencegah Stunting.
Menurutnya, Sasaran yang diharapkan semua lintas sektor Para Camat, Lurah kepala Desa sekabupaten Rote Ndao, Tim penggerak PKK kabupaten Rote Ndao, Kepala Puskesmas Se kabupaten Rote dan pengelola Imunisasi dan Malaria di 12 puskesmas lintas Program Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao. Ditempat yang sama, Dinas Kesehatan Propinsi Nusa Tenggara Timur, Dr Dominikus Minggu Mere,M.Kes mengatakan Stunting merupakan suatu kondisi kekurangan gizi yang berlangsung cukup lama. Anak yang Stunting ditandai dengan tinggi badan yang lebih pendek dari teman yang sebayanya, hal ini dikarenakan Anak Stunting mengalami gangguan pertumbuhan.
“Jadi kasus stunting tidak muncul seketika, tetapi berlangsung cukup lama. Namun tidak semua anak yang bertubuh pendek dikategorikan stunting. Ibu hamil yang mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK) jika tidak segera diatasi dapat menyebabkan Bayi yang dilahikan mengalami Berat Bayi lahir Rendah ( BBLR) kata Domingus
Wilayah Nusa Tengara Timur angka Penyakit malaria yang merupakan salah satu penyebab masalah Stunting, presentasenya mencapai 4,1 persen, penyakit malaria di NTT di golongkan di beberapa tahapan yang lebih dari 30 persen termasuk di peta merah, 20 sampai 30 persen itu peta kuning dan 20 persen peta hijau, Kabupaten Rote Ndao sudah mengarah ke peta kuning sedang persen.
Kita ingin mencari solusi-solusi terbaik terutama apa penyebap stunting agar kita segera mengelminasi stunting lebih cepat.
Stunting itu di sebabkan oleh penyebep penyebap yang spesifik dan sensitif, penyebab yang spesifik itu berkaitan dengan kinerja pelayanan kesehatan termasuk didalam nya penanggulangan malaria. ♦ ido

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.