Walikota Kupang Jefri Riwu Kore belum tempati Rujab

Walikota Kupang Jefri Riwu Kore belum tempati Rujab

WALIKOTA Kupang Jefri Riwu Kore belum menempati rumah jabatan (Rujab) karena,” Belum dilakukan serah terima, dan sedang dalam proses pemeriksaan Inspektorat.” Demikian dijelaskan Walikota Kupang melalui WA kepada EXPO NTT. Walikota mengaku,” Aman-aman saja tinggal di rumah kontrakan.Kita hidup yang sederhana saja,” katanya.
Meskipun rujab tersebut sudah di rehab menggunakan Dana APBD sebesar Rp 1,7 Miliar namun Walikota enggan segera menempatiny. Diwartakan moralpolitik.com. alasan dirinya belum mau menempati rujab tersebut karena merasa ragu dengan kontruksi atap pasca di rehab.
“Dari awal pekerjaan rehab saya sudah ngotot agar rehab atap seharusnya dengan satu konstruksi saja. Kalau mau pake konstruksi kayu, semuanya harus kayu. Sedangkan kalau mau menggunakan konstruksi baja ringan, maka semuanya juga harus menggunakan material yang sama. Namun yang terjadi berbeda sehingga saya belum mau menempati rujab tersebut,” katanya kepada wartawan di Kota Kupang, Jumat 27 April 2018.
Walikota Jefri mengaku ragu dengan hasil pekerjaan itu karena tidak sesuai dengan Rancangan Belanja Anggaran (RAB).
Menurutnya, untuk proyek renovasi rumah tentu sudah dilakukan analisis perbaikan yang dilakukan Dinas PUPR, dan RAB yang ditetapkan tentu berdasarkan analisis yang dilakukan. Tetapi dalam perjalanan ada permintaan change contrak order (CCO) oleh dinas. Padahal setau dirinya, CCO tidak bisa dilakukan untuk proyek renovasi.

Jefri Riwu Kore

“RAB menggunakan baja ringan, akan tetapi diganti dengan kayu sehingga di atap rujab ada konstruksi dengan baja ringan dan kayu sehingga menjadi tanda tanya besar. Saya tidak ambil resiko menempati rumah jabatan dengan konstruksi seperti itu. Apalagi ada CCO dalam proses renovasi. Memang saya bukan orang teknik tapi sepengetahuan saya untuk proyek renovasi tidak demikian,” kata Walikota.
Untuk itu Walikota telah meminta Bagian Umum Setda Kota Kupang berkorodinasi dengan dinas terkait yaitu Dinas PUPR untuk melakukan folow up terhadap hasil renovasi yang dilakukan, apakah konstruksi tersebut tidak berpengaruh pada kekuatan atap? ♦ wjr

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.