Walikota Kupang “Mendoakan Agar ada 20 Warga Kota Meninggal”

Walikota Kupang “Mendoakan Agar ada 20 Warga Kota Meninggal”

KETUA Komisi I dan Ketua Fraksi Nasdem Yuvensius Tukung menyesalkan kebijakan Walikota Kupang Jefri Riwu Kore yang pada 15 Mei 2020 lalu menggali sedikitnya 20 liang kubur di Pekuburan Umum Damai Fatukoa jika ada yang meninggal akibat Covid-19 atau virus corona. Katanya, sebagai Pemerintah, harus punya komitmen dan harus mempertimbangkan segi kemanusiaan. Menurutnya, dengan menggali kubur sebanyak itu, menambah masyarakat panik secara psikologis.

“Sebagai pemerintah harus memberi kenyamanan bagi warganya. Agar warga kota tidak panik, pemerintah seharus memberi motivasi, mempersiapkan ruang isolasi yang memadai, dan menyiapkan dana yang cukup agar masyarakat bisa membeli bahan makanan yang bergizi.

Menggali kubur dan belum jelas orang mati kita sebagai umat beriman apalagi Kristen pemali. Mati “Diatas” yang atur bukan seorang walikota. Pemerintah harus lebih berperikemanusiaan. Jika ada yang meninggal dunia akibat Covid-19, itu sudah ada tatacara penguburan dan tenggat waktu itu empat jam. Dan saya kira Pemkot tidak bermaslah karena memiliki peralatan dan manusia yang cukup, baik tenaga teknis maupun tenaga kesehatan.

Saat ini, warga Kota Kupang dalam situasi yang sangat kritis, banyak warga yang belum dapat bantuan, ada bantuan APBD, ABD I dan APBD Kota Kupang, tetapi walikota malah mendoakan agar ada warga Kota Kupang yang meninggal akibat virus corona,” kritik Yuvensius Tukung kepada EXPONTT, Minggu 23 Mei 2020.

Kepada wartawan gatra.com 17 Mei 2020, Walikota Kupang Jefri Riwu Kore menjelaskan,” Pemerintah Kota Kupang menyiapkan 20 liang lahat lokasi pemakaman jika ada pasien positif Covid-19 meninggal dunia. Sebagai bentuk ansisipasi, kami akan menyiapkan 20 liang lahat dari total 50 buah untuk menguburkan para pasien Covid -19 yang meninggal. Saat ini 18 lubang sudah selesai digali. Sisanya akan terus digali.”

Lebih lanjut Walikota Jefry Riwu Kore menegaskan bahwa persiapan lubang kubur ini bukan untuk menakuti masyarakat Kota Kupang. Namun sesuai dengan protap Covid-19, setiap daerah diharuskan melakukan berbagai persiapan.

“Persiapan lubang kubur ini bukan untuk sumpahi warga supaya mati. Tetapi yang kami lakukan ini sesuai protap Covid-19. Dimana kalau ada pasien Covid-19 itu yang meninggal harus segera dikubur. Tidak boleh lewat dari 4 jam,” tegas Jefry Riwu Kore seraya menambahkan jika mendadak tentu dalam waktu seperti itu untuk menggali kabur dengan kondisi tanah yang banyak bebatuan tentu sangat tidak mungkin, sehingga harus disiapkan secara dini.

Dia menyebutkan hingga saat ini telah selesai digali 18 lubang kubur. Petugas akan terus menggali hingga genap 50 lubang. Penggalian ini dipimpin langsung ketua koordinator penggalian makam TPU Damai Fatukoa, Anton Saijo. “Saya sudah memantau penggalian kubur tersebut. Ada 18 lubang sudah selesai digali. Petugas akan terus melakukan penggalian hingga 50 lubang,” jelas Jefry Riwu Kore.

Viral video di media sosial nampak Wali Kota Kupang mengenakan baju berwarna putih, didampingi Kepala Bagian Humas,  Protokol Dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Kupang, Ernest Ludji.

Saat turun dari kendaraan, Jefry, langsung berjalan menuju salah satu titik dan menanyakan posisi lubang-lubang kubur yang akan digali.

Wali Kota Kupang berpesan agar lubang-lubang kubur yang digali nanti ditata posisinya menjadi rapi.
Selain itu terlihat dalam gambar, walikota juga terlihat mengobrol bersama para operator alat berat menanyakan kesiapan mereka. Dari tayangan video tersebut, terlihat Wali Kota Kupang ingin memastikan kesiapan tim dalam menggali lubang kubur yang dipersiapkan untuk pemakaman para korban virus Corona.

Sebuah excavator terlihat terus melakukan penggalian lubang kubur saat Wali Kota memantau lokasi itu.Pada menit ke 92, Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore, mengahap kamera dan melambaikan tangan.Dia mengatakan, “Bapak mama semua selamat malam, saat ini kami ada di lokasi tempat penguburan Fatukoa, untuk persiapan pekerjaan penyiapan lubang-lubang untuk jenasah. Kita harus siapakan dulu, persiapan-persiapan secara matang, dan kita kontrol langsung pengerjaan penyiapan liang lahat.” ♦ berbagai sumber medsos/wjr

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.