Walikota Kupang pacu pembangunan Kota Kupang Layak Huni

Walikota Kupang pacu pembangunan Kota Kupang Layak Huni

♦ Dari Program tanam pohon dan air serta kesejahteraan warga

WALIKOTA Kota Kupang memastikan Kota Kupang pada 2020 akan menjadi kota modern, kota yang bersih dan apik sesuai thema yang sudah di luncurkan kepada masyarakat,” Ayo Berubah, Gerakan menuju Kota Kupang Smart City.” Saat ini, tekad dan rencana sedang berjalan di seantero Kota Kupang dan pada Desember 2019 ini, wajah Kota Kupang diharapkan berubah total, indah pada siang hari dan menawan pada malam hari.
Pada kopi pagi bersama seluruh jajaran dan para jurnalis Kamis 26 September 2019, Walikota Kupang Jefri Riwu Kore memaparkan semua impian dan rencana sesuai program awal sejak dilantik sebagai Walikota Kupang bersama wakilnya Hermanus Man. Tekad Walikota Kupang Jefri Riwu Kore dan wakilnya Hermanus Man ialah terwujudnya Kota Kupang yang layak huni, cerdas, mandiri dan sejahtera dengan tata kelola bebas KKN.
Misi yang diemban Walikota yaitu, Mempersiapkan Kota Kupang menuju yang berwawasan Lingkungan atau Kupang hijau. Karena itu, Jefri Riwu Kore menegaskan tekadnya harus dilaksanakan bersama seluruh staf dan masyarakat yaitu program,” Tanam Pohon, Tanam Air atau Kupang Hijau, penanganan kriss air bagi warga dengan mempersiapkan lebih dari 250 mobil tangky di musim kemarau ini untuk didistribusikan kepada warga Kota Kupang yang krang mampu.” Kita melayani selama 24 jam. Semua pemilik mobil tangky yang menjual air sudah kita surati dan mengimbau agar mendistribuskan air bersih kepada warga yang membutuhkan. Kita Pemkot yang bayar. Jadi warga tak usa kuatir, telepon saja,” tegas Jefri Riwu Kore memastikan media dan semua pejabat dalam kopi pagi.
Sementara penataan taman di 18 titik sedang dikerjakan serius dan pada Desember 2019 harus selesai dan diresmikan.” Saat itu, Kota Kupang akan berubah wajah, malam gemerlap dan indah di siang hari serta rapi, apik. Itu pasti. Untuk penataan taman termasuk ruang terbuka hijau di Kota Kupang menjadi prioritas. Walau fokus kita pada program penataan taman, kebersihan kota dan sarana lain, tetapi program kesejahteran warga kurng mampu sudah menjadi bagian yang wajib dengan menyediakan beras untuk orang miskin, halnya pengobatan dan program kesejahteraan lainnya,” ini tekad Jefri.
Di tahun 2019 ini, jelas Jefri, program tanam pohon dan tanam air meliputi 5 lokasi di Kelurahan Naioni RT 14,1`5 dan 15, Kelurahan Fatukoa sepanjang bolulevard Jalur 40, Kelurahan Belo, Kelurahan Sikumana pada 10 titik, dan Kelurahan Kolhua sepanjang Kali Petuk. Kelima lokasi ini menjdi prioritas karena berada pada ketinggian sehingga bisa menampung air yang dapat dialirkan ke daerah yang lebih rendah.
Untuk antisipasi kekeringan dan krisis air di musim kemarau panjang, jelas Jefri Riwu Kore akan member 9 lokasi sumur bor di Kelurahan Batuplat, di Gereja Marturia Kelurahan Oesapa Selatan, Politeknik Kesehatan Kelurahan Liliba, SMA Negeri 4 Kupang Kelurahan Oesapa, Kantor Sinode GMIT Kelurahan Kelapa Lima, sekitar SMAN 10 Kelurahan Lasiana, Sekitar Kantor Satker Air Tanah dan Air Baku Kelurahan Kelapa Lima, di dekat lokasi TPA ALak dan sekitar Kantor Kelurahan BPKP di Kelurahan Oebobo.

Becana Kekeringan
Untuk antisipasi bencana kekeringan, Pemkot melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Kupang, telah menyiapkan 250 tangki air untuk masyarakat kurang mampu di beberapa lokasi Kecamatan Maulafa, Alak sampai Manulai II serta Oesapa, Kecamatan Oebobo, Kota Lama, dan Kelapa Lima, dan sejumlah lokasi sumur bor milik Satker Air Tanah dan Air Baku dibawah koordinasi PDAM.
Penataan Taman Sonbait di Jalan Urip Sumohardjo, jelas Jefri saat ini sedang di tata dengan nilai dana Rp 2.477.760.000 yang dikerjakan sejak Juli sampai dengan November 2019. Warga Kota akan menyaksikan perubahan di siang dan malam hari.” Pasti akan beda dan indah,” tegas Jefri Riwu Kore.
Halnya Taman Ina Boi yang memakan biaya Rp 4.994.792.000 juga akan diperindah dan bangun total dengan konsep budaya Rote, Taman Sam Ratulangi Kecamatan Kelapa Lima, bernilai kontrak Rp 2.229.405.000,- Ruang Taman Terbuka Hijau Tagepe dengan bentuk melingkar dan terdapat poros tengah patung, RTH Alun-alun Kota yang bernilai kontrak Rp 1.970.000.000,- juga selesai akhir November 2019, Tugu Adipura dan Taman Patung Kasih bernilai kontrak Rp 1.165.000.000 juga selesai November 2019.
Kosep taman Kasih mempresentasikan masyarakat NTT Timor, Rote, Sabu, dan Alor dengan tulisan Tuhan Memberkati yang ditempatkan arah Bandara El Tari. Sementara pasangan lampu taman menelan dana Rp 548.888.000 yang dikerjakan CV John Agung dan selesai juga 22 November 2019. Semua konsep dan program kemajuan dan keindahan Kota Kupang harus rampung di November 2019.” Termasuk patung Tirosa yang sampai saat ini belum rampung juga da air mancur diakui belum selesai dan belum serahkan ke Pemkot sehingga taman itu terkesan kurang apik, tanaman juga kering. Kita tidak menyiram atau merawat karena masih menjadi tangungjawab Kontraktor,” jelas Jefri Riwu Kore.
Saat ini, kata Jefri Riwu Kore, sedang melakukan pendekatan dengan berbagai kementerian untuk membangun taman di depan Hotel Aston termasuk memperindah jalan bernilai puluhan miliar mulai dari Penfui sampai ke Patung Tirosa. ♦ wjr

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.