Wings Air Kembali Beroperasi Layani Rute Kupang-Rote

Wings Air Kembali Beroperasi Layani Rute Kupang-Rote

SESUAI dengan Surat Nomor 111/1W/RTIKK/X/2019 yang ditanda tangani Manajer Wings Air Esra Madjo ditujukan kepala kepala UPBU DC Saudale Rote dalam isi surat mengatakan Wings Air akan kembali beroperasi melayani Rute Kupang-Rote, 3 Oktober 2019 dan berharap pihak Bandara DC Saudale memfasilitasi Maskapai Wings Air demikian WATS APP yang diterima media ini, Rabu 2 September 2019.
Sebelumnya diberitakan media Pasca dikeluarkannya kebijakan penutupan tujuh rute penerbangan,salah satunya Kupang-Rote-Kupang oleh maskapai Wings Air, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rote Ndao melayangkan surat kepada manajemen Wings Air, agar meninjau kembali kebijakan tersebut.
Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu yang dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya, Senin 30 September 2019 mengatakan, setelah menerima surat manajemen Wings Air bernomor: 13/D2 GM/IX/2019 yang pada intinya manajemen akan memberhentikan penerbangan rute Kupang-Rote-Kupang dengan batas waktu yang tidak ditentukan mulai 3 Oktober 2019, maka Pemkab Rote Ndao telah bersurat kepada pihak Wings Air untuk dapat mempertimbangkan kebijakan tersebut karena Rote Ndao sebagai wilayah paling selatan NKRI, yang merupakan wilayah perbatasan dengan Australia dan RDTL, butuh sentuhan lebih terutama di bidang transportasi udara.
Paulina mengatakan, kerugian yang dialami Wings Air akibat mahalnya harga avtur di Bandara Udara Internasional El Tari Kupang sekitar Rp 9.970 per liter, merupakan kondisi riil di wilayah Indonesia Timur yang perlu dicari solusi pemecahan secara bersama-sama, tanpa mengabaikan kebutuhan transportasi udara bagi warga Rote Ndao.
Untuk itu, kata Paulina, ada solusi lain yang tidak menyalahi aturan, seperti menaikkan harga tiket dari batas bawah Rp 327.000 menjadi Rp 427.000 dan batas atas Rp 427.000 menjadi Rp 527.000, yang penting tidak melampaui ambang batas harga yang ditetapkan dalam Keputusan Menteri Perhubungan Rp 600.000.
“Harga tiket bisa dinaikkan untuk menutupi kerugian harga pembelian avtur di Kupang, asal tidak melampaui SK Menhub. Kami berpikir masyarakat pengguna jasa bisa menerima kenaikkan tersebut karena memang pada saat tertentu pelayaran ke Rote Ndao tertutup akibat cuaca, satu-satunya harapan adalah dengan pesawat,” katanya.
Selain itu, kata Bupati, frekuensi penerbangan yang dua kali sehari, bisa dikurangi menjadi satu kali sehari, tetapi jangan dihentikan sama sekali.
“Rote ini lagi menjadi salah satu destinasi wisata favorit di NTT, sehingga pemerintah dan masyarakat sangat berharap ada solusi lain untuk memberikan akses penerbangan ke sini,” ujar Paulina.
Corporate Communications Strategic of Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro mengatakan, penghentian operasional pada rute Kupang-Rote, Batam-Tanjung Pinang, Palu-Morowali,Palu-Ampana, Manado-Kao, Manado-Naha, dan Manado-Melanguane tersebut dilakukan terpaksa Wings Air lakukan karena dalam penerbangan ke rute-rute tersebut masih mengalami kerugian serta jumlah penumpang yang belum optimal. Dikatakan Danang, penutupan ini terkait dengan tingginya harga avtur yang membuat pengeluaran dari sisi operasional membengkak. “Avtur, terutama di Indonesia Timur, harganya lebih mahal. Ini membuat cost kami tidak sesuai dengan pendapatan,” ujarnya.
Ia merinci, saat ini harga avtur di Nusa Tenggara Timur, misalnya, menyentuh Rp 9.970 per liter. Sedangkan di Sulawesi Utara mencapai Rp 10.800 per liter. Di Sulawesi Tengah, harga bahan bakar pesawat ini tak jauh beda, yakni Rp 10.080 per liter. “Harga avtur di bandara-bandara Indonesia Timur jauh lebih tinggi ketimbang yang dijual di Jakarta atau Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang hanya seharga Rp 7.970 per liter,” ujarnya. Danang menambahkan, entitasnya bakal memfokuskan pengoperasian Wings Air di tiga pulau dengan rute gemuk, Kalimantan, Jawa, dan Sumatera, salah satunya dengan menambah rute Palangkaraya ke Solo PP. ♦ ido

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.