EXPONTT.COM, KUPANG – Selain pembangunan infrastruktur, Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi faktor utama untuk kemajuan daerah. Untuk itu, Pemerintah Kota Kupang tak pernah berhenti untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Kupang.
Tak hanya sarana dan prasarana pendidikan yang terus ditingkatkan, Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang menggelar berbagai kegiatan untuk meningkatkan kompetensi para pelajar dan guru SD dan SMP di Kota Kupang.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Okto Naitboho, menyebut, di tahun 2025, Dinas Pendidikan telah menggelar berbagai kegiatan untuk meningkatkan kompetensi pelajar, mulai dari Mengitung Cepat, Debat Bahasa Inggris, Penulisan Karya Ilimiah, Cerdas Cermat MIPA, serta Kompetisi Literasi dan Numerasi.
“Jadi upaya Pemkot tidak hanya berbatas pada pemenuhan sarana dan prasarana,” ujarnya.
Selain itu, ada pula Cerdas Cermat Alkitab yang dilakukan beberapa waktu lalu yang merupakan salah satu upaya untuk membentuk pelajar yang berkarakter.
“Karakter secara rohani juga harus dipupuk, sehingga anak-anak cerdas secara akademik, kuat secara karakter sesuai dengan nilai-nilai agama, berjalan berbarengan,” jelas Okto Naitboho.
Coding dan AI masuk Kurikulum
Lebih lanjut, Okto menjelaskan, di taahun ajaran 2025/2026 terdapat mata pelajaran baru yang dimasukan ke kurikulum di sekolah yakni, coding atau bahasa pemograman dan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.
Hal ini merupakan, pelaksanaan Kebijakan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 13 Tahun 2025 Tentang Kurikulum pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah.
“Ilmu berkembang, teknologi digital terus berkembang, perlu juga anak-anak paham apa itu coding, bagaimana menggunakan AI secara bijak,” ujarnya.
Langkah ini dimulai Pemerintah Kota Kupang dengan melaksanakan kegiatan Bimbimgan Teknis (Bimtek) Pembelajaran Coding dan AI ratusan guru SD dan SMP se-Kota Kupang.
Kegiatan tersebut merupakan langkah untuk meningkatkan kompetensi guru di bidang coding dan AI.
“Sudah dilakukan pelatihan bagi guru SD dan SMP, nanti akan dilakukan lagi di tahun 2026,” jelasnya.
70 Persen Satuan Pendidikan Punya Sarana yang Layak
Sementara itu, terkait dengan sarana dan prasarana pendukung kegiatan belajar di sekolah-sekolah di Kota Kupang saat ini telah meningkat.
Okto Naitboho menyebut, di beberapa tahun terakhir Dinas Pendidikan Kota Kupang menggenjot terkait sarana dan prasarana belajar di sekolah dengan memanfaatkan semaksimal mungkin anggaran dari pemerintah pusat dan juga APBD.
Dirinya mengklaim lebih dari 70 persen satuan pendidikan di Kota Kupang sudah sangat layak secara sarana dan prasarana.
Okto Naitboho menyebut, langkah maksimal telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Kupang saat ini untuk dunia pendidikan dan akan terus dilakukan. Karena kualitas pendidikan yang baik akan menjadi investasi bagi masa depan bagi Kota Kupang. “Pisang yang berbuah hari ini tidak ditanam kemarin sore,” pungkasnya.
(Gorby Rumung/ADV)








