Vikaris yang Cabuli 14 Gadis di Alor Dituntut Hukuman Mati

rudapaksa pencabulan
Ilustrasi rudapaksa

EXPONTT.COM – Mantan vikaris atau calon pendeta berinisial SAS yang cabuli belasan gadis di Alor dituntu hukuman mati.

Hal tersebut disampaikan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Alor saat sidang pembacaan tuntutan pada kasus tersebut, Rabu 22 Februari 2023.

Melansir victorynews.id, sidang berlangsung secara virtual dan dipimpin oleh RM Suprapto dan dua Hakim Anggota Yon Mahari dan Datu Hanggar Jaya dari Pengadilan Negeri (PN) Kalabahi dengan JPU Zulkarnaen dan Roesli yang bergabung secara virtual dari Kantor Kejari Alor.

Sedangkan terdakwa SAS mengikuti jalannya sidang dari Lapas Kelas II Kalabahi.

Baca juga: Sinode GMIT Didesak Tindak Tegas Vikaris Tersangka Pencabulan 6 Gadis di Alor

Dalam tuntutannya, JPU menilai SAS terbukti melakukan pencabulan dan persetubuhan anak di bawah umur.

JPU Zulkarnaen usai sidang tersebut kepada wartawan mengatakan, alasan pihaknya menuntut hukuman mati karena dalam nota tuntutan tidak ada alasan yang meringankan namun banyak hal – hal memberatkan.

Sebelumnya, calon pendeta berinisial SAS pada 2022 lalu menghebohkan warga NTT. Dirinya dituduh mencabuli setidaknya 14 gadis remaja di Kabupaten Alor.

“Dari keterangan yang disampaikan para korban dan pelaku, ada sejumlah lokasi yang menjadi tempat pencabulan,” ungkap Ariasandy, 13 September 2022.