Polisi yang Tembak Buronan di Belu Ditetapkan Jadi Tersangka

tangkapan layar video keluarga mengarak jenazah korban penembakan polisi di Belu

EXPONTT.COM – Kasus penembakan DPO berinisial NGL alias Eton di Kabupaten Belu, NTT, yang menyebabkan korban meninggal oleh oknum polisi terus bergulir.

Brigadir RS, anggota Buru Sergap Satreskrim Polres Belu yang diduga merupakan oknum yang melakukan penembakan terhadap Eton ditetapkan sebagai tersangka.

“Sudah ditetapkan sebagai tersangka kemarin, setelah kasus ini naik status dari penyelidikan ke penyidikan,” ujar Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Ariasandy, 3 Oktober 2022 malam, mengutip kompas.com.

Baca juga:Polres Sikka Diminta Beri Sanksi Keras Pada Anggota Satlantas yang Persekusi Mahasiswa IFTK

Ariasandy mengatakan, penetapan Brigadir RS sebagai tersangka dilakukan setelah tim penyidik yang terdiri dari Propam Polda NTT dan Polres Belu mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan yang diperoleh serta hasil olah tempat kejadian perkara.

Ariasandy mengatakan, usai ditetapkan sebagai tersangka, RS pun ditahan di Markas Polres Belu, guna proses hukum lebih lanjut.

“Tentu kasus ini akan diproses seadil-adilnya tanpa memihak kepada pihak mana pun,” tegas dia.

Ariasandy menyebut, dalam kasus ini pihaknya ikut berbelasungkawa. Anggota Polres Belu pun dilibatkan dan mengawal sejak korban meninggal di Rumah Sakit Umum Daerah Atambua, hingga dimakamkan.

Baca juga: DPO Tewas Ditembak Polisi, 8 Anggota Polres Belu Diperiksa

Sebelumnya diberitakan, Eton, pemuda asal Kampung Lalosuk, Desa Manleten, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), tewas diduga ditembak aparat kepolisian.

Dia ditembak di Desa Leuntolu, Kecamatan Raimanuk, Belu, Selasa 27 September 2022 pagi. Eton meninggal dunia setelah dilarikan ke RSUD Atambua. Dia tewas tertembak di punggung sebelah kanan hingga tembus ke dada.

Informasi itu dibenarkan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) NTT Irjen Pol Setyo Budianto, saat dihubungi Kompas.com. “Sesuai laporan singkat dari Kapolres, warga yang tewas tertembak itu DPO (Daftar Pencarian Orang) perkara pengeroyokan,” ungkap Setyo, Selasa petang. Setyo berharap, keluarga dan masyarakat tidak mudah terprovokasi dengan kejadian itu.

Ikuti berita dari ExpoNTT.com di Google News

Baca juga: Keluarga Minta Polisi yang Tembak Mati Pemuda di Belu Ditindak Tegas