Ironi Kota Kupang Dapat Dana Rp 365 M untuk Air Namun Rakyat Sulit Dapat Air Bersih

  • Bagikan

EXPONTT.COM – Warta yang sudah tersebar luas bahwa Walikota Kupang, Dr. Jefri Riwu Kore sukses melobi pemerintah pusat untuk membangun Kota Kupang khususnya air bersih. Rakyat Kota Kupang yang membutuhkan air terpaksa merogoh kocek dalam-dalam untuk membeli air tangki. Dimana-mana air bawa tanah di bor sehingga merusak infrastruktur jalan. Salah satu contoh di jalan persawahan Oepoi tidak jauh dari Kantor DPRD NTT dan gedung mewah DPD RI. Saban hari truk tangki masuk ke perusahaan pompa air sehingga jalan rusak berat dan warga pelintas dengan kendaraan bermotor tidak nyaman.

Sementara manajemen pengelolaan air dalam kota Kupang dualism. Warga bagian atas Kota Kupang seperti kawasan BTN Kolhua sampai Maulafa tidak mungkin mengadu kekurangan air di PDAM Kota Kupang, karena sumber air dari Kolhua masih dikelolah PDAM Kabupaten Kupang. Masyarakat bingung, sementara Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat belum bersikap atas sumber air di Kolhua.

Disatu sisi, janji Walikota Kupang Jeriko untuk subsidi air tangki kepada warga yang membutuhkan belum terbukti. Pada sebuah  acara penandatanganan MoU bidang hukum perdata di Kantor Kejari Kota Kupang, Kamis 25 Maret 2021, Wali Kota yang akrab disapa Jeriko ini membeberkan dana Rp 365 miliar ini di luar DAK dan DAU. Dana ini, konon untuk dikelolah mengatasi masalah air di Kota Kupang yang kisahnya tidak pernah berakhir.

Menurut Jeriko, dana ini diberikan oleh Presiden Jokowi melalui Kementerian PUPR untuk pembangunan taman-taman dan pembangunan air bersih, karena Kota Kupang dinilai sebagai salah satu kota yang kesulitan air bersih. Dana sebesar ini, katanya siap dikerjakan ditahun 2021 ini.

“Lokasi yang cocok untuk pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) atau sedimentasi mengalami kendala karena pemilik tidak setuju dengan harga yang diberikan Pemkot, sehingga harus dilakukan redesign dengan mencari lokasi lain, yang berdampak pada penambahan biaya,” jelas Wali Kota.

Selain itu, kata Jeriko seperti diwartakan rakyatntt.com.pembangunan lainnya yang terhambat juga disampaikan Wali Kota seperti kegiatan pengerjaan proyek di depan Hotel Aston karena ada beberapa warga yang enggan direlokasi sehingga menghambat proyek dan berimbas pada tertundanya pembangunan lainnya. ♦ wjr

  • Bagikan